Monthly Archives: Juli 2017

  • 0
Hewan Qurban

Amanah Qurban Untuk Masyarakat Desa

Panggilan untuk merupakan naluri lahiriah yang Allah Subhanallohu Wata’Ala tanamkan kepada setiap pribadi kita, Hari Raya Idhul Adha adalah moment dimana Allah memberikan kesempatan untuk melestarikan naluri lahiriah manusia sebagai masyarakat sosial untuk saling berbagi

Berqurban tidak hanya mendekatkan kita pada Allah, syariat qurban juga mengajarkan tata ruang hati yakni keihlasan, saat qurban di tunaikan maka langkahmu tidak hanya di ingat oleh di hati anak yatim,piatu dan Dhuafa juga masyarakat penerima hewan atau daging qurban

Iringan senyum kebahagiaan yang tersimpat doa doa tulus nan bahagia terpancar dari mereka yang terlepas dari kecemasan saat idhul Qurban tiba ” Sesengguhnya KAMI telah memberikan kenikmatan yang besar,maka Sholatlah untuk ROBB-mu  dan BerQURBANlah QS: Al-Kautasr 1-3

Qurban Di Kota Manfaat Di Desa,,,,,,,

Setiap Idhul Qurban bagi masyarakat ibu kota maupun JABODETABEK tentunya tidak terlalu susah untuk mendapat daging qurban ini di karenakan banyaknya yang ikut berquraban baik secara perorangan, kelompok, keluarga maupun dari Organisasi ( Pemerintahan, Perusahaan, komu nitas dll,,) ada juga 1 masjid mendapat 40 ekor sapi

Bagai Mana Dengan kondisi di Desa, tentunya berbeda bila  bandingkan dengan di perkotaan, kondisi ekonomi menjadi alasan yang agak tepat dalam minimnya hewan qurban, 1 ekor kaming di bagi 1 kampung / 70 kk  atau lebih,,, akibatnya daging yang di terima minim, sampai juga ada yang ahirnya di kumpul sesama tetangga dagingya untuk di masak bersamaHewan Qurban

Yuk kita berqurban dan kita distribusikan kan kepada mereka yang lebih pantas menerimanya


  • 0
Hewan Qurban

Kenapa Harus Berqurban

Ibadah Qurban Pada Hari Raya Idul Adha

Setiap tahun umat Islam dipanggil Allah untuk melaksanakan ibadah haji. Di saat yang bersamaan, umat Islam seluruh dunia juga dianjurkan untuk melaksanakan beberapa amal ibada yang berhubungan dengan idul adha dan qurban.

Pengertian Ibadah Qurban

Dalam bahasa Arab, binatang kurban disebut “Udh-hiyah” atau “Dhahiyyah”. Sayyid Sabiq menjelaskan:

اَلْأُضْحِيَةُ وَالضَّحِيَّةُ اِسْمٌ لِمَا يُذْبَحُ مِنَ الْإِبِلِ وَالْبَقَرِ وَالْغَنَمِ يَوْمَ النَّحْرِ وَأَيَّامَ التَّشْرِيْقِ تَقَرُّبًا إِلَى اللهِ تَعَالَى

“Udh-hiyah dan dhahiyyah adalah nama untuk binatang yang disembelih berupa unta, sapi dan kambing, pada hari nahr dan hari-hari tasyriq, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah”.

Hari nahr adalah hari raya idul adha tanggal 10 Zulhijah. Sedangkan hari-hari tasyriq adalah tanggal 11, 12,13 Zulhijah. Disebut hari nahr karena mulai hari itu diperintahkan menyembelih hewan kurban. Nahr berarti menyembelih unta dengan cara menusuk bagian bawah lehernya. Dan tiga hari berikutnya disebut hari tasyriq karena orang-orang banyak yang menjemur daging untuk mengawetkannya agar tidak busuk ketika disimpan.

Tasyriq berarti menjemur di bawah terik matahari.Dari pengertian di atas, maka ibadah kurban adalah menyembelih binatang kurban sebagai salah satu bentuk ketaatan kita kepada Allah.

Dasar Syariat Qurban

Ini yang harus kita pastikan terlebih dahulu sebelum melaksanakan suatu amal ibadah. Yaitu adakah landasan syar’inya? Landasan syar’i bisa berupa ayat Alquran dan hadits, atau dalil-dalil yang bersumber dari keduanya seperti ijma’ dan qiyas. Landasan syar’i perlu dipastikan adanya agar kita tidak termasuk orang yang mengada-ada amal ibadah yang tidak ada dasarnya.

Dalil ibadah kurban terdapat dalam Quran, hadits dan ijma. Allah swt berfirman:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ، إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

“Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka shalatlah karena Tuhanmu dan sembelihlah hewan kurban. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus”. (Al-Kautsar: 1-3)

Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِيْ يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرَ

“Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini adalah menunaikan shalat (idul Adha), kemudian pulang lalu menyembelih hewan kurban”. (HR. Bukhari)

Adapun dalil ijma’, seluruh ulama sepakat terhadap disyariatkannya ibadah kurban. Ijma’ ini memberi arti final bahwa tidak ada lagi celah beda pendapat dalam masalah ini.

Hukum Berqurban
“Read More”