Monthly Archives: September 2017

  • 0

Begitu Banyak Faedah di dalam Zakat

Zakat adalah sesuatu yang memang wajib dikeluarkan oleh kita, terlebih zakat fitrah dan zakat harta. Jika sudah memenuhi nishab dan haulnya maka zakat harta yang kita miliki harus dikeluarkan. Tetapi, apakah Anda sekalian tahu bahwa banyak sekali hikmah yang didapat jika kita mengeluarkan zakat harta, dengan ikhlas dan mengharapkan keridhoan Allah swt. Baiklah, insya Allah disini admin Catatan Islami akan mengulas sedikit mengenai artikel dari Hikmah Mengeluarkan Zakat.

 

Tahukan kalian Bahwasannya Zakat memiliki beberapa faedah yang sangat berguna bagi umat Islam, di antaranya faedah agama (diniyyah), akhlak (khuluqiyah) dan kesosialan (ijtimaiyyah).Berikut ini penjelasannya agar kita lebih mengenal Faedah-faedah :

 

1. Faedah agama

  1. Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari rukun Islamyang mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.
  2. Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub(mendekatkan diri) kepada Rabb-nya, akan menambah keimanan karena keberadaannya yang memuat beberapa macam ketaatan.
  • Pembayar zakat akan mendapatkan pahala besar yang berlipat ganda, sebagaimana firman Allah, yang artinya: “Allah memusnahkan ribadan menyuburkan sedekah” (Al Baqarah: 276). Dalam sebuah hadits muttafaq alaih, nabi  juga menjelaskan bahwa sedekah dari harta yang baik akan ditumbuhkan kembangkan oleh Allah berlipat ganda.
  1. Zakat merupakan sarana penghapus dosa.

 

2. Faedah akhlak

 

  1. Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran dan kelapangan dada kepada pribadi pembayar zakat.
  2. Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat rahmah(belas kasih) dan lembut kepada saudaranya yang tidak punya.
  • Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta maupun raga bagi kaum Muslimin akan melapangkan dada dan meluaskan jiwa. Sebab sudah pasti ia akan menjadi orang yang dicintai dan dihormati sesuai tingkat pengorbanannya.
  1. Di dalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak.
  2. Menjadi tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

 

 

 

  1. Faedah kesosialan

 

  1. Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin yang merupakan kelompok mayoritas sebagian besar negara di dunia.
  2. Memberikan dukungan kekuatan bagi kaum Muslimin dan mengangkat eksistensi mereka. Ini bisa dilihat dalam kelompok penerima zakat, salah satunya adalah mujahidin fi sabilillah.
  • Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam dan rasa dongkol yang ada dalam dada fakir miskin. Karena masyarakat bawah biasanya jika melihat mereka yang berkelas ekonomitinggi menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang tidak bermanfaaat bisa tersulut rasa benci dan permusuhan mereka. Jikalau harta yang demikian melimpah itu dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan tentu akan terjalin keharmonisan dan cinta kasih antara si kaya dan si miskin.
  1. Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkahnya akan melimpah.
  2. Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang, karena ketika harta dibelanjakan maka perputarannya akan meluas dan lebih banyak pihak yang mengambil manfaat.

 

 

Demikianlah mengenai penjelasan Fedah-faedah Zakat semoga uraian ini bermanfaat bagi para pembacanya dan Semoga Para Donatur yang senantiasa membayar Zakat mendapatkan Rahmat serta ridhaNya ari Allah SWT, Serta Jika para saudara ingin Membayar Zakat dan berbagi kebahagiaan untuk Anak-anak Yatim/Piatu dapat Mentransfer :

 

  • Bank Mandiri

Rek. 133 00 1283 0303 a/n Yayasan Mandiri Amanah Bersama

Hotline (021) 8945 2133

 

Donasi anda telah membuat senyuman indah untuk para saudara kita yang membutuhkan. Serta Terimakasih untuk para saudaraku  atas ruang dalam kepedulian anda semua untuk para saudara kita yang benar-benar membutuhkan kita .

 


  • 0

Hak-Hak Sesungguhnya Mustahiq Zakat

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Qs at-taubah ayat: 60)

Orang-orang yang berhak menerima zakat disebut dengan mustahiq zakat. Kata asal mustahiq yaitu haqqo yahiqqu hiqqon wa hiqqotan yang artinya kebenaran, hak, dan kemestian. Mustahiq isim fail dari istihaqqo yastahiqqu, istihqoq, artinya yang berhak atau yang menuntut hak.

Yaitu orang-orang yang berhak menerima zakat. Adapun mustahiq zakat harta ada delapan ashnaf sesuai dalam firman Allah Q.S. At-Taubah ayat 60, yakni:

  1. Al-fuqara’
    Orang faqir (orang melarat) Yaitu orang yang amat sengsara hidupnya, tidak memiliki harta dan tidak mempunyai tenaga untuk menutupi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Seumpama orang fakir adalah seumpama orang yang membutuhkan 10.000 rupiah tapi ia hanya berpenghasilan 3.000 rupiah. Maka wajib diberikan zakat kepadanya untuk menutupi kebutuhannya.
  1. Al-Masakin
    Orang miskin berlainan dengan orang faqir, ia tidak melarat, ia mempunyai penghasilan dan pekerjaan tetap tapi dalam keadaan kekurangan, tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Seumpama  orang miskin adalah seumpama orang yang membutuhkan 10.000 rupiah, tapi ia hanya berpenghasilan 7.000 rupiah. Orang ini wajib diberi zakat sekedar menutupi kekurangan dari kebutuhannya.

 

  1. Al’amilin
    Yaitu amil zakat (panitia zakat), orang yang dipilih oleh imam untuk mengumpulkan dan membagikan zakat kepada golongan yang berhak menerimanya. Amil zakat harus memiliki syarat tertentu yaitu muslim, akil dan baligh, merdeka, adil (bijaksana), medengar, melihat, laki-laki dan mengerti tentang hukum agama. Pekerjaan ini merupakan tugas baginya dan harus diberi imbalan yang sesuai dengan pekerjaaanya yaitu diberikan kepadanya zakat

 

  1. Almuallafah
    Yaitu yaitu orang yang baru masuk islam dan belum mantap imannya, terbagi atas tiga bagian:
  • orang yang masuk islam dan hatinya masih bimbang. Maka ia harus didekati dengan cara diberikan kepadanya bantuan berupa zakat
  • orang yang masuk islam dan ia mempunyai kedudukan terhormat. Maka diberikan kepadanya zakat untuk menarik yang lainya agar masuk islam
  • orang yang masuk islam jika diberikan zakat ia akan memerangi orang kafir atau mengambil zakat dari orang yang menolak mengeluarkan zakat.

 

  1. Dzur- Riqab
    Yaitu hamba sahaya (budak) yang ingin memerdekan dirinya dari majikannya dengan tebusan uang. Dalam hal ini mancakup juga membebaskan seorang muslim yang ditawan oleh orang orang kafir, atau membebaskan dan menebus seorang muslim dari penjara karena tidak mampu membayar diah

 

6.Algharim
Yaitu orang yang berhutang karena untuk kepentingan peribadi yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Orang ini sepantasnya dibantu dengan diberikan zakat kepadanya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam atau berhutang untuk kemaslahatan umum seperti membangun masjid atau yayasan islam maka dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya.

Sesuai dengan sabda Nabi saw dari Abu Said Al-Khudri ra : ” Sedekah itu tidak halal zakat diberikan kepada orang kaya kecuali lima sebab, orang yang berperang di jalan Allah, atau pengurus sedekah atau orang yang berhutang atau orang yang membeli sedekah dengan hartanya, atau orang kaya yang mendapat hadiah dari orang miskin dari hasil sedekah” (HR Abu Dawud, hadits hasan shahih)

  1. Fi sabilillah (Almujahidin)
    Yaitu Orang yang berjuang di jalan Allah (Sabilillah) tanpa gajih dan imbalan demi membela dan mempertahankan Islam dan kaum muslimin.

 

  1. Ibnu Sabil
    Yaitu musafir yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil) yang bukan bertujuan maksiat di negeri rantauan, lalu mengalami kesulitan dan kesengsaraan dalam perjalanannya

Demikianlah Uraian di atas mengenai Hak-hak orang ynag menerima Zakat , Semoga Para Donatur yang senantiasa membayar Zakat mendapatkan Rahmat serta ridhaNya ari Allah SWT, Serta Jika para saudara ingin Membayar Zakat dan berbagi kebahagiaan untuk Anak-anak Yatim/Piatu dapat Mentransfer :

  • Bank Mandiri
    Rek. 133 00 1283 0303 a/n Yayasan Mandiri Amanah Bersama
    Hotline (021) 8945 2133

Donasi anda telah membuat senyuman indah untuk para saudara kita yang membutuhkan. Serta Terimakasih untuk para saudaraku  atas ruang dalam kepedulian anda semua untuk para saudara kita yang benar-benar membutuhkan kita .

 

 


  • 0

Mari Salurkan Donasi Anda untuk Lebaran Anak Yatim bersama Program Mandiri Amanah

Bismilahoirrohmannirrohim

 

Rasulullah SAW bersabda,” Siapa orang yang memakaikan seorang anak yatim pakaian yang indah dan menghiasinya pada hari raya, maka Allah SWT akan menghiasinya pada hari Qiamat. Allah SWT mencintai setiap rumah, yang di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barang siapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga. (Dari Kitab Zubdah Al Wa’idin)

Kalian Tahukan bahwasannya menyantuni anak yatim itu berkahnya luar biasa. Ada yang berargumen mendatangkan berkah karena bisa merasa bahagia setelah bisa saling berbagi, ada juga yang mengatakan dengan menyantuni anak yatim baik itu memberikan makan, pakaian, membantu memenuhi kehidupnnya akan dibalas oleh Allah dalam bentuk tunai. Ya, itulah hikmah dicecerkan oleh Allah kepada kita yang masih keras hatinya untuk menyantuni anak yatim

Dan tahukan wahai saudaraku bahwa Menyantuni Anak Yatim akan Meningkatkan Kasih Sayang Allah, Mengapa meningkatkan kasih sayang Allah.?

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, “
(Q.S. Al Baqarah, 2 : 177)

Saudaraku perhatikanlah ayat ini, berbuat baik pada anak yatim adalah nilai dari sebuah kebaikan. Dan janji Allah itu selalu saja benar, satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Jika kita kaitkan dengan uraian saya di atas sehat itu adalah awal dari sebuah kebaikan. Jika kita sehat maka otomatis waktu untuk berbuat kebaikan makin banyak.

Saudaraku ingatkan kalian ketika selesai bersedekah atau menyantuni anak yatim. Bagaimana perasaan Anda? Apakah hati akan menjadi lembut? Lembut otomatis karena melihat mereka saja sudah berhasil melembutkan hati kita yang tadinya keras tak ingin berbagi. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa dengan kita menyantuni anak yatim maka hati kita akan semakin peka dengan sekeliling kita. Sehingga kepekaan itu yang akan membawa kita untuk semakin giat bersedekah.

Bukankah satu kebaikan akan mendatangkan kebaikan selanjutnya,
“Orang-orang yang penyayang, maka Allah akan menyayangi mereka. Sayangilah penduduk bumi maka penduduk langit akan menyayangi kalian.” (HR. At-Tirmidzi).

    “Barangsiapa yang meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka Allah akan menuliskan kebaikan pada setiap lembar rambut yang disentuh tangannya.” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani. Ibnu Hibban, Ibnu Aufa)

Di dalam hadist tersebut meletakan tangan kita saja dengan penuh kasih sayang sudah dituliskan kebaikan menurut banyak helai rambut. Itu saja sudah dinilai kebaikan. Apalagi dengan memberi makan, pakaian, memelihara serta melindungi mereka

Dari kebodohan dan kemiskinan. Hukum kausalitas Allah pun berlaku. Semakin banyak kita berbuat baik otomatis pemberian Allah makin banyak. Dan syurga pun bisa jadi pilihan terakhir karena akhir kebahagian setelah musnahnya dunia adalah surga.

 

Kami Selaku Yayasan Mandiri Amanah akan mengadakan Program kami yaitu Amanah Yatim,

Bertema                     : “Lebaran Yatim” 10 Muhharram 1439 H
Hari                            :  Kamis 5 Oktober 2017
Lokasi Santunan      : Desa Sinarjaya, Ponpes Tahfidz Al- Barokah Bogor
Jalan Raya AMD Tegallega, Sirnajaya, Bogor, Jawa Barat
Paket Donasi             : Rp. 200.000,-
Tempat                       : Ponpes Tahfidz Al- Barokah Bogor
Rekening Donasi      : Rek. 133 00 1283 0303 a/n
Yayasan Mandiri Amanah Bersama
CP                                : 081289712727 @Jamila
Hotline                        : (021) 8945 2133

 Donasi saudara telah membuat senyuman indah di wajah kecil anak-anak Yatim/Piatu di hari 10 Muhharam 1438 H. Terimakasih atas sedikit ruang dalam kepedulian kita untuk berbagi kebahagiaan kepada Mereka .


  • 0

Tahukan engkau mengenai Zakat .?

Bismilahhirrohmannirrohim

Secara  bahasa, zakat berasal dari bahasa Arab yang berarti suci, bertambah dan berkembang, berkah, dan terpuji. Sedangkan secara istilah syara’, zakat berarti suatu bentuk ibadah kepada Allah SWT dengan mengeluarkan sebagian hartanya dan hukumnya wajib untuk dikeluarkan sesuai aturannya dan diberikan kepada golongan-golongan tertentu yang berhak menerimanya.

Ambillah dari harta mereka sedekah (zakat) untuk membersihkan mereka dan menghapuskan kesalahan mereka” (Q.S. At Taubah : 103).

Zakat merupakan salah satu rukun Islam, dan menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam. Oleh sebab itu hukum zakat adalah wajib (fardhu) atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk dalam kategori ibadah seperti sholat, haji, dan puasa yang telah diatur secara rinci berdasarkan Alquran dan Sunah. Zakat juga merupakan amal sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan ummat manusia dimana pun dia berada.

Dengan melaksanakan zakat, berarti kita telah membersihkan harta yang kita miliki. Zakat dilakukan setahun sekali tepatnya pada bulan ramadhan. Dengan mengeluarkan zakat, bukan berarti harta yang dimiliki akan habis, tentu tidak. Zakat itu artinya mensucikan, membersihkan, menambah. Jadi, sebagian harta yang wajib dikeluarkan itu, walaupun terlihat berkurang akan tetapi pada dasarnya akan bertambah jumlah & keberkahannya, serta akan mensucikan dan membersihkan diri dari segala dosa.

Tahukah kalian mengenai Macam-macam Zakat, Zakat di bagi menjadi 2 : Zakat apa sajakah itu . ?

  1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat Zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim menjelang hari kemenangan yaitu hari raya Idul Fitri pada bulan suci Ramadhan. Ukuran zakat yang dikeluarkan yaitu 2,5 kg dan berupa makanan pokok yang ada di daerahnya masing-masing, seperti beras, sagu, gandum, kurma dan lainnya.

  1. Zaka Mal

Zakat Mal adalah Yakni zakat harta kekayaan yang dikeluarkan oleh setiap muslim. Contoh harta yang harus dizakati seperti hasil pertambangan, peternakan, perniagaan, perkebunan, hasil laut, emas & perak, hara temuan. Dan kesemua harta itu memiliki hitungan masing-masing. Adapun syarat dikeluarkannya zakat adalah telah mencukupi haul atau mencapai satu tahun kecuali harta pertanian seperti buah-buahan atau harta temuan, itu tidak harus menunggu hingga satu tahun

Demikianlah Uraian di atas mengenai Hak-hak orang ynag menerima Zakat , Semoga Para Donatur yang senantiasa membayar Zakat mendapatkan Rahmat serta ridhaNya ari Allah SWT, Serta Jika para saudara ingin Membayar Zakat dan berbagi kebahagiaan untuk Anak-anak Yatim/Piatu dapat Mentransfer :

  • Bank Mandiri
    Rek. 133 00 1283 0303 a/n Yayasan Mandiri Amanah Bersama
    Contact Person : 081289712727 / Jamila
    Hotline (021) 8945 2133

             Donasi anda telah membuat senyuman indah untuk para saudara kita yang membutuhkan. Serta Terimakasih untuk para saudaraku  atas ruang dalam kepedulian anda semua untuk para saudara kita yang benar-benar membutuhkan kita .

 


  • 0

Amil Zakat Yayasan Mandiri Amanah

                  “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.(Qs At- Taubah :60

Amil Zakat dalam Kitab-Kitab Fiqh dan Perundang-undangan Amil adalah berasal dari kata bahasa Arab ‘amila-ya’malu yang berarti bekerja. Berarti amil adalah orang yang bekerja. Dalam konteks zakat, Menurut Qardhawi yang dimaksudkan amil zakat dipahami sebagai pihak yang bekerja dan terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam hal pengelolaan zakat.

 Amil dalam zakat adalah semua pihak yang bertindak mengerjakan yang berkaitan dengan pengumpulan, penyimpanan, penjagaan, pencatatan, dan penyaluran atau distribusi harta zakat. Para Amil Zakat mereka mempunyai sikap penyantun dan ramah kepada para wajib zakat (muzaki) dan selalu mendoakan mereka.

Mereka diangkat oleh pemerintah dan memperoleh izin darinya atau dipilih oleh instansi pemerintah yang berwenang atau oleh masyarakat Islam untuk memungut dan membagikan serta tugas lain yang berhubungan dengan zakat, seperti penyadaran atau penyuluhan masyarakat tentang hukum zakat, menerangkan sifat-sifat pemilik harta yang terkena kewajiban membayar zakat dan mereka yang menjadi mustahiq, mengalihkan, menyimpan dan menjaga serta menginvestasikan harta zakat sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam rekomendasi pertama Seminar Masalah Zakat Kontemporer Internasional ke-3, di Kuwait.

Berikut ini ayat tentang amil zakat, seperti firman Allah:

”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.(QS At-Taubah:103).

Dengan Begitu Kami selaku Yayaasan Mandiri Amanah Adalah lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial yang di Wujudkan dalam 9 Progam Kerja Yayasan kami. Kami Yayasan Mandiri Amanah mempunyai Amil Zakat yang sangat Penyantun dan Ramah kepada para wajib zakat (muzaki) Serta Selalu mendoakan mereka. Amil Zakat Kami tersebar di berbagai Kota Yaitu, :

  1. Kota Jakarta Pusat, yang bertempat di Mall Thamrin City
    K.H. Mas Mansyur, Kebon Melati, Tanah Abang, Kb. Melati, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10230
  2. Kota Bogor Timur, yang bertempat di Lippo Plaza Bogor
    Jalan Siliwangi No.123, Sukasari, Bogor Tim., Kota Bogor, Jawa Barat 16142
  3. Kota Bandung, yang bertempat di Bandung Indah Plaza
    Jl. Merdeka No.56, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115

Serta yang ingin membayar Membayar Zakat, Infak, Sedekah, Amanah Yatim dll. Dapat juga melalui :

  • Bank Mandiri
    Rek. 133 00 1283 0303 a/n Yayasan Mandiri Amanah Bersama
    Hotline (021) 8945 2133
  • Yayasan Mandiri Amanah
    https://mandiriamanah.or.id/

Semoga dengan Adanya Amil Zakat dari Yayasan Mandiri Amanah ini dapat Mempermudah untuk Para Masyarakat yang senantiasa Membayar Zakat, Infak, Sedekah, Amanah Yatim, Melalui Yayasan kami yaitu Yayasan Mandiri Amanah


  • 0

Peduli dan Menyayagi Mereka

Bismillahirrohmannirrohim

Al-Qur’an menekankan bahwa ketakwaaan bukan dinilai hanya dengan kesalehan ritual semata melainkan dalam bentuk amal saleh dan kasih sayang.

Allah berfirman bahwa syarat kesalehan tersebut adalah dengan berbuat kebaikan. Allah menekankan bahwa untuk mendapatkan Kedekatan dan Rahmat Allah taala syaratnya adalah dengan berbuat kebaikan kepada sesama, yaitu mereka yang ingin berhasil menemukan Allah, harus berbuat kebaikan dan penuh kasih sayang kepada manusia

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda,

“Barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya muslim, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya”

Hadist-hadist diatas dan dalil-dalil lainnya dari al Qur’an dan as Sunnah menunjukkan pentingnya solidaritas sesama muslim. Hendaknya setiap muslim senantiasa berusaha memperhatikan dan peduli dengan keadaan muslim yang lainnya dimanapun ia berada.

Menurut Syekh Al-Ghazali dalam bukunya “Kimiyyah Al-Sa’adah”, kimia kebahagiaan itu adalah mempersepsikan dunia dan akhirat dengan benar untuk menghadap kepada Allah SWT.

Sedangkan Orang yang memiliki ilmu (alim/ulama) bisa menunjukkan bagaimana manusia mampu menemukan kebahagiaan hakikinya, sebagaimana yang disampaikan Syekh Al-Ghazali tersebut. Para dermawan bisa memberikan hartanya untuk memberikan kebahagiaan tersebut kepada saudara-saudaranya yang sangat membutuhkan.

Dan Tahukan kalian bahwa Setiap Ramadhan, Rasulullah bersedekah lebih kencang dibanding bulan lainnya. Para hartawan, semestinya juga demikian. Diminta maupun tidak, harusnya senantiasa mendistribusikan hartanya kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan.

Kami Selaku Tim Yayasan Mandiri Amanah ingin berbagi Dokumentasi Santunan yang di lakukan Yayasan kami untuk Para Anak Yatim/Piatu di daerah Desa Sinarjaya, Sukamakmur Bogor Jawa Barat.

Alhamdulilah Program Amanah Yatim ini berjalan dengan lancar atas Ridha Alllah Swt, Serta Terimakasih atas Para Donatur yang senantiasa membantu Yayasan kami dalam berbagai Program yang kami adakan untuk membantu Anak Yatim, Dhuafa serta Masyarakat yang membutuhkannya. Semoga Program ini terus berjalan untuk Masyarakat di Desa atas Ridha Allah SWT


  • 0

Peduli dan Menyayagi Mereka

Bismillahirrohmannirrohim

Al-Qur’an menekankan bahwa ketakwaaan bukan dinilai hanya dengan kesalehan ritual semata melainkan dalam bentuk amal saleh dan kasih sayang.

Allah berfirman bahwa syarat kesalehan tersebut adalah dengan berbuat kebaikan. Allah menekankan bahwa untuk mendapatkan Kedekatan dan Rahmat Allah taala syaratnya adalah dengan berbuat kebaikan kepada sesama, yaitu mereka yang ingin berhasil menemukan Allah, harus berbuat kebaikan dan penuh kasih sayang kepada manusia

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda,

“Barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya muslim, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya”

Hadist-hadist diatas dan dalil-dalil lainnya dari al Qur’an dan as Sunnah menunjukkan pentingnya solidaritas sesama muslim. Hendaknya setiap muslim senantiasa berusaha memperhatikan dan peduli dengan keadaan muslim yang lainnya dimanapun ia berada.

Menurut Syekh Al-Ghazali dalam bukunya “Kimiyyah Al-Sa’adah”, kimia kebahagiaan itu adalah mempersepsikan dunia dan akhirat dengan benar untuk menghadap kepada Allah SWT.

Sedangkan Orang yang memiliki ilmu (alim/ulama) bisa menunjukkan bagaimana manusia mampu menemukan kebahagiaan hakikinya, sebagaimana yang disampaikan Syekh Al-Ghazali tersebut. Para dermawan bisa memberikan hartanya untuk memberikan kebahagiaan tersebut kepada saudara-saudaranya yang sangat membutuhkan.

Dan Tahukan kalian bahwa Setiap Ramadhan, Rasulullah bersedekah lebih kencang dibanding bulan lainnya. Para hartawan, semestinya juga demikian. Diminta maupun tidak, harusnya senantiasa mendistribusikan hartanya kepada dhuafa dan orang-orang yang membutuhkan.

Kami Selaku Tim Yayasan Mandiri Amanah ingin berbagi Dokumentasi Santunan yang di lakukan Yayasan kami untuk Para Anak Yatim/Piatu di daerah Desa Sinarjaya, Sukamakmur Bogor Jawa Barat.

Alhamdulilah Program Amanah Yatim ini berjalan dengan lancar atas Ridha Alllah Swt, Serta Terimakasih atas Para Donatur yang senantiasa membantu Yayasan kami dalam berbagai Program yang kami adakan untuk membantu Anak Yatim, Dhuafa serta Masyarakat yang membutuhkannya. Semoga Program ini terus berjalan untuk Masyarakat di Desa atas Ridha Allah SWT


  • 0

Wahai Saudaraku Kalian harus mengetahui mengenai Hal Penting ini . ?

Bismilahirrohmanirrohim

Berbahagialah wahai saudaraku kita yang senantiasa menyantuni anak Yatim serta  mempunyai anak yatim di dalam rumah. Karena kita akan mempunyai peluang besar dalam mendapatkan pahala yang di Berikan Allah.

Tahukan kalian apa saja Manfaat dan Berkah Menyantuni Anak Yatim  :

  • Mendapatkan jaminan masuk surga

Nabi Muhammad SAW telah bersabda bahwa siapa saja yang mau memenghiasi anak yatim dengan pakaian di hari raya, maka mereka akan dihiasi Allah ketika hari kiamat. Selain itu siapa saja yang mau memelihara anak yatim di rumahnya, maka Allah akan membalas tersebut dengan hadiah masuk surga. Tentunya dengan adanya sabda Nabi Muhammad SAW ini kita akan mendapatkan manfaat dan berkah yang sangat besar ketika menyantuni anak yatim.

  • Merningkatkan kasih sayang Allah

Allah akan sangat sayang kepada umatnya yang mau berbagi, terutama berbagi kepada yang mambutuhkan (anak yatim). Dengan berbagi kepada anak yatim inilah kita sebagai umat beragama Islam akan jauh lebih disayang oleh Allah SWT. Tidak hanya akan disayang, tapi kita akan jauh lebih dekat dengan Allah. Karena pada dasarnya hati kita akan selalu dibuka terhadap beberapa kondisi yang mengharuskan untuk kita mengingat Allah. Semakin kita sayang kepada anak yatim, maka Allah akan lebih semakin sayang kepada kita. lihat pada (HR. At Tirmidzi)

  • Memberikan kesehatan jasmani ataupun rohani

Jika Anda sering memberikan sesuatu kepada orang lain, terlebih kepada para anak yatim. Apa yang Anda rasakan? Pastilah hati Anda akan merasa sangat damai dan senang bukan?. Nah disinilah letak manfaat dan berkah menyantuni anak yatim. Saat hati merasa sangat senang setelah memberikan sebuah bingkisan ataupun sesuatu hal kepada anak yatim, maka saraf­saraf akan bekerja dengan baik, sehingga kesehatan tubuh akan meningkat. Baik kesehatan tubuh secara jasmani ataupun rohani, lihat pada (QS. Al­Baqarah 2 : 177)

  • Memberikan jalan kesuksesan masa depan

Dapat memberikan jalan menuju kesuksesan di masa depan. Seperti yang telah dijelaskan di dalam Qur’an dan Hadist bahwa dengan kita menyantuni anak yatim, maka harta kita tidak akan habis termakan untuk memberikan sedekah tersebut, akan tetapi Allah akan memberikan mengambalikan harta yang telah disedekahkan tersebut berlipat sebanyak 700 kali. Tentunya dengan begitu masa depan akan lebih terbuka sangat lebar bagi umat Islam yang mau menyantuni anak Yatim

Banyak orang yang berkata bahwa manyantuni anak yatim itu membawa berkah dan manfaat yang besar dalam kehidupan. Akan tetapi tidak banyak orang yang mau melakukannya. Walaupun terkadang kita tahu sendiri sebenarnya mereka mampu menyantuni anak yatim. Padahal sudah ada di Dalam sebuah hadits, yang menjelaskan mengenai keutamaan menyantuni anak yatim dan dhuafa.

Berdasarkan beberapa hadits kita akan mendapatkan pahala dan keutamaan menyantuni anak yatim piatu:

  • Pertama, Tiap manusia pasti menginginkan untuk masuk surga bersama Rasulullah. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa siapa yang mengasihi anak yatim di tengah kaumnya dengan memberikan makan, minum maka Allah menjamin mereka akan masuk surga. Namun hal ini tidak berlaku jika selama hidupnya mereka pernah melakukan dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah.
  • Kedua, Rasulullah menjamin kepada orang yang mengasuh anak yatim yakni mereka akan mendapatkan pahala setara dengan pahala orang berjihad. Dalam sebuah sabdanya Rasulullah menjelaskan bahwa ketika kita mengasuh tiga anak yatim maka hal tersebut setara dengan bangun pada malam hari dan berpuasa pada siang hari serta keluar pada sore dan pagi hari untuk berjihad dijalan Allah. Rasulullah menambahkan bahwa orang-orang tersebut bagaikan saudaranya dan akan masuk ke surga bersama Rasul.
  • Ketiga, Dan Tahukah kalian bahawasannya Orang yang mengasuh anak yatim, mereka tidak akan diadzab oleh Allah dan mereka akan dihindarkan dari ancaman pada hari kiamat Hal ini berlaku bagi mereka yang mengasihi anak yatim dengan bersikap ramah kepadanya, bertutur kata manis memaklumi kelemahannya dan tidak menyombongkan diri pada orang-orang disekitar atas kekayaan yang diberikan oleh Allah.

Demikian mengenai Uraian di atas mengenai Manfaat, Berkah Menyantuni dan Keutamaan Menyantuni serta Pahala Menyantuni. Semoga Allah memberikan Rahmat,Ridha serta Keberkahannya kepada kita semua yang senantiasa Berbagi dan berbuat baik kepada Anak Yatim serta Dhufa .


  • 0

Lebaran Ceria Untuk Anak Yatim

Imam Shadiq As berkata :

“Seseorang yang ingin mendapat rahmat Allah dan masuk ke surga …, hendaknya ia bersikap penuh kasih sayang terhadap anak yatim.” (Amali as-Shaduq, hal 318, majelis 61, hadis 15)

Anak yatim piatu merupakan amanah yang Allah berikan kepada manusia yang berakal. Mereka diamanahkan untuk disantuni sebagaimana menyantuni diri sendiri dan keluarga.

Rasulullah Muhammad SAW pun sangat menyayangi anak-anak yatim. Tapi bukan hanya anak-anak yatim saja yang disayangi Rasulullah. Orang-orang yang menyanyangi, menyantuni ataupun menghidupi anak yatim pun, sangat dicintai Rasulullah. Rasulullah memuliakan orang-orang yang memelihara anak yatim.

Berangkat dari sinilah, sekaligus belajar untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap sesama, Tim Yayasan Mandiri Amanah mengdakan Kegiatan yaitu, Yang bertema “ Lebaran Yatim “ yang akan jatuh pada tanggal 10 Muhharam 1438 H .

Mengapa Acara Yang bertema “ Lebaran Yatim ” ini di adakan . ?

Dengan adanya Acara ini kami selaku Tim dari Yayasan Mandiri Amanah mencoba berbagi kebahagian serta  membuat senyuman terhadap mereka Anak-anak Yatim/ Piatu di Wajah kecil Anak Yatim/Piatu di tanggal 10 Muhharram  1438 H tersebut.

Anak yatim sangat membutuhkan kasih sayang. Karena kasih sayang setidaknya dapat memenuhi kesedihan akibat kehilangan orang tua. Itulah mengapa Islam sangat menganjurkan umat Islam untuk menyayangi serta membahagiakan mereka , dan dari itu pun Allah akan membalas semua kebaikan  yang kita berikan terhadap anak Yatim  .

Jika para saudara ingin bergabung dalam berbagi kebahagiaan untuk Anak-anak Yatim/Piatu dapat Mentransfer :

  • Bank Mandiri

Rek. 133 00 1283 0303 a/n Yayasan Mandiri Amanah Bersama

Hotline (021) 8945 2133

Donasi saudara telah membuat senyuman indah di wajah kecil anak-anak  Yatim/Piatu di hari 10 Muhharam 1438 H. Terimakasih atas sedikit ruang dalam kepedulian kita untuk berbagi kebahagiaan kepada Mereka .


  • 0

Tahukah engkau mengenai Kisah yang penuh Hikmah ini . ?

Bismillahirrohmanirrohim

Para saudaraku yang senantiasa di Rahmati Allah, Tahukan engkau mengenai Kisah yang sangat Penuh Hikmah mengenai Anak Yatim. Seperti apakah Kisahnya.?

Di dalam Kitab “Durratun Nashihin Mutiara Petuah Agama” diceritakan riwayat Anas Bin Malik Ra, Kisah yang terjadi di Madinah di zaman Rasulullah SAW, dimana pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri, Rasulullah SAW bersama keluarganya dan beberapa sahabatnya seperti biasanya mengunjungi rumah demi rumah untuk mendo’akan para muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminah agar merasa bahagia di Hari Raya itu.

Dan Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia di Hari Raya Ied tersebut, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba-tiba Rasulullah SAW melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu yang telah usang.

Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu.

Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang putih sewangi bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suaranya yang lembut :

Rasulullah : “Anakku, mengapa engkau menangis? Bukankah hari ini adalah hari raya?” 

Gadis kecil itu terkejut bukan kepalang. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan ia menjawab sambil bercerita :

Gadis Kecil : Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Semua anak-anak bermain dengan riang gembiranya. Aku lalu teringat pada Ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikan aku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw membela Islam dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku sudah tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu untuk siapa lagi?”

Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang beliau membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata:

Rasulullah : “Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan aku katakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku Rasulullah menjadi ayahmu?

Dan apakah kamu juga ingin Ali menjadi pamanmu?

Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu?

dan Hasan dan Husein menjadi adik-adikmu? dan Aisyah menjadi ibumu ?

Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?”

Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat di hadapannya.

Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, orang tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya. Gadis kecil Yatim  itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yang lembut seperti sutra itu.

Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga sejumlah uang  untuk hari raya. Lalu ia diantarnya gadis itu keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri itu.

Mereka merasa keheranan, lalu bertanya : “Gadis kecil, apa yang telah terjadi, Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”

Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab :“Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah?

Serta Aku juga kini memiliki seorang paman, namanya Ali yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatima Az`Zahra, . Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia dan bangga memiliki adik adikku yang menyenangkan bernama Hasan dan Husein. Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya.”

Maka anak-anak yang sedang bermain dengannya sampai berkata: “Ah, seandainya ayah-ayah kita mati terbunuh pada jalan Allah ketika perang itu, tentu kita akan begitu.”

Dan tatkala Nabi SAW meninggal dunia, anak kecil itu keluar seraya menaburkan debu ke atas kepalanya, meminta tolong sambil memekik: “Aku sekarang menjadi anak asing dan yatim lagi.” Maka oleh Ali Bin Abi Thalib anak itu dipungutnya. ( Dalam riwayat lain ABu Bakar Ash Shiddiq Ra)

Demikian mengenai Kisah Anak Yatimdan Rasulullah SAW, Semoga kisah ini membawa Hikmah untuk kita dalam menjalani kehidupan dan Sudah seharusnya bahwa kita sesama muslim harus saling Menyayagi, Memberikan Kebahagiaan, Kegembiran kepada Anak-anak Yatim/piatu yang sangat membutuhkan Kehangatan dari kita. Serta Semoga Allah senantiasa memberikan RahmatNYA kepada kita semua yangsenantiasa Mengurus,Mencintai dan Menyayangi Anak Yatim . Ami YRA