Monthly Archives: November 2017

  • 0

Waqaf Hijab untuk Majelis Taklim yang berada di pelosok Kota Bogor

Bismilahhirrohmannirrohim

Para sahabat rahimakumullah, Hari ini saya akan berbagi mengenai Beberapa Dokumentasi dari Kegiatan yang YMA lakukan yaitu Wakaf Hijab , Wakaf Hijab yang kami persembahkan para jamaah majelis taklim Riyadul Huda pimpinan kyai sepuh Desa Sukamulya kec. Sukamakmur Kab. Bogor.

Mandiri Amanah memberikan semangat bagi para jamaah majelis taklim Riyadul Huda pimpinan kyai sepuh Desa Sukamulya kec. Sukamakmur Kab. Bogor Kyai Mamat di daerah ke tinggian 950 Meter DPL, Sebanyak 140 ibu ibu yang terdaftar sebagai jamaah pagi ini yang hadir mengikuti pengajian rutin ba’da Subuh sepertinya hanya setengah dari jumlah keseluruhan yang ada mungkin di pengaruhi kondisi cuaca yang memang dari kemarin tak henti henti nya sebagian daerah Bogor di guyur rintik hujan juga kaum ibu ibu di desa sukamulya mempuyai keyakinan saat Haid maka tidak boleh ikut ke dalam majelis taklim meski hanya sekedar mendengarkan di serambi pengajian.

Alhamdulilah ada 140 kerudung Baru untuk di bagikan ke jamaah dengan Gratis untuk yang hadir hari ini di dalam pengajian , Rasa Syukur yang selalu kami panjatkan kepada Allah SWT, dengan izin dan Ridhanya menghantarkan kami dari serangkaian demi serangkaian kegiatan yang kami lakukan bersama-sama ini mengenai Wakaf Hijab berjalan dengan lancar dan penuh Hikmah. Dan kami para Tim bersyukur menjalani tugas penyebaran Wakaf Hijab yang lagi dan lagi alhamdulilah memberikan Manfaat bagi para penerima Wakaf Hiijab ini, Serta kami bersyukur dapat secara langsung meyaksikan bagaimana kekhusyukan ibu ibu jamaah yang hadir dalam majelis tolabul ilmu dengan penuh semangatnya meski jalanan mereka melewati persawahan dan tegal.

Demikianlah mengenai Sedikit Rangkaian serta Dokumentasi dari Yayasan Mandiri Amanah yang kami bagikan. Dan Semoga semua yang sudah memberikan donasinya mendapatkan pahala yang besar dari setiap helai benang Hijab yang di pakai untuk tolabul Ilmi Jamaah Pengajian Riyadul Huda. Amin Ya Robbal Alamin


  • 0

Keutamaan serta Keistimewahan di Hari Jumat

Bismilahhirrohmannirrohim

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah SWT, Hari ini YMA akan berbagi mengenai Keistimewahan hari ini yaitu Hari Jumaat. Hari Jum’at adalah hari yang paling utama (afdhal) dari semua hari dalam sepekan. Yaitu hari yang penuh barakah. Allah Ta’ala mengkhususkan hari Jum’at ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari ummat-ummat terdahulu. Apa saja keutamaan serta keistimewahan hari Jumaat, Mari simak sebagai berikut :

 

  1. Hari paling utama di dunia

Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada hari jum’at ini, antara lain:

  • Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya.
  • Hari Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga.
  • Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi.
  • Hari akan terjadinya kiamat.

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim)

 

  1. Hari yang paling mulia dan merupakan penghulu dari hari-hari

Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari jum’at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari jum’at terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum’at juga Adam dimatikan, di hari jum’at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jum’at pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jum’at.” (HR. Ahmad)

  1. Waktu yang mustajab untuk berdo’a

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari jum’at lalu beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Di hari jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari Muslim)

  1. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.

 

Ibnu Qayyim berkata: “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya“. Hadits dari Ka’ab menjelaskan: “Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”. (Mauquf Shahih)

  1. Hari tatkala Allah SWT menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.

Sahabat Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum’at”.

  1. Hari dihapuskannya dosa-dosa

 

Salman Al Farisi berkata : Rasulullah bersabda: “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at”. (HR. Bukhari).
 

Demikianlah mengenai Penjelasan Hari ini yang istimewah ini, Semoga dengan kita mengetahui Keistimewahan hari ini membuat kita menjadi lebih memaksimalkan beribadah kita pada hari ini, dan untuk para saudaraku jangan lupa baca surah Al- Kafhi ya …

 

 

 

 


  • 0

Sebuah Perbuatan yang baik dapat menghapuskan Dosa

Category : Uncategorized

Bismilahhirrohmannirrohim

“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (Qs. Huud: 114)

Perbuatan baik (‘amilunshalihan), merupakan konsep-konsep kunci di dalam Al-Qur’an. Dalam bahasa Arab, kata kebaikan terdiri dari arti baik dan bermanfaat. Dalam istilah Al-Qur’an, segala hal yang diniatkan untuk mencari keridhaan Allah adalah perbuatan baik. Keselamatan seseorang tidak semata bergantung kepada iman, tanda-tanda keimanan yang ikhlas dan perbuatan baik juga menyelamatkan jiwa. Syahadat yang tidak disertai menjalankan perintah agama, tidak akan menyelamatkan seseorang.

مَا مِنْ قَوْمٍ اجْتَمَعُوا يَذْكُرُونَ اللَّهَ لاَ يُرِيدُونَ بِذَلِكَ إِلاَّ وَجْهَهُ ، إِلاَّ نَادَاهُمْ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ قُومُوا مَغْفُورًا لَكُمْ قَدْ بُدِّلَتْ سَيِّئَاتُكُمْ حَسَنَاتٍ

Tidaklah suatu kaum berkumpul mengingat Allah,  tidak menginginkan kecuali Wajah-Nya, kecuali akan ada penyeru dari langit:”Bangkitlah dalam keadaan diampuni, keburukan-keburukan kalian telahdiganti dengan kebaikan (H.R Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh  al-Albany)

Atha’ bin Abi Robaah –salah seorang tabi’i (murid Sahabat Nabi Ibnu Abbas,  Ibnu Umar, Abu Hurairah) berkata: Barangsiapa yang duduk di (satu) majelis dzikir, Allah akan hapuskan baginya 10 majelis batil (yang pernah diikutinya). Jika majelis dzikir itu dilakukan fii sabiilillah, bisa menghapus 700 majelis kebatilan (yang pernah diikutinya). Abu Hazzaan berkata : Aku bertanya kepada Atha’ bin Abi Robaah: Apa yang dimaksud dengan majelis dzikir? Atho’ menjelaskan: (majelis dzikir) adalah majelis (yang menjelaskan) halal dan haram, tentang bagaimana sholat, berpuasa, menikah, thalak, dan jual beli (Hilyatul Awliyaa’ karya Abu Nu’aim (3/313), al-Bidayah wanNihaayah karya Ibnu Katsir(9/336)).

Namun, yang bisa dihapus dengan perbuatan-perbuatan baik (ibadah) itu adalah untuk dosa-dosa kecil saja, sedangkan dosa besar hanya bisa dihapus dengan taubat nashuha. Syarat taubat nashuha adalah bertaubat dengan ikhlas karena Allah semata, menyesal secara sungguh atas perbuatannya, meninggalkan perbuatan maksiat tersebut, bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi selama-lamanya, dan jika terkait dengan hak hamba Allah yang lain, ia harus meminta maaf (minta dihalalkan).

Demikianlah Saudaraku, perlu diingat bahwa dosa yang kita lakukan akan berdampat negatif terhadap keimanan, kejiwaan, rezeki, dan seluruh keadaan kita. Sungguh tiada suatu bala’ (musibah) turun menimpa manusia kecuali karena dosa. Petaka tidaklah dicabut kecuali dengan taubat dan amal shalih. Mari kita banyak-banyak mengaca diri dengan memperbaiki kondisi. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengubah keadaan menjadi baik dan diberkahi.


  • 0

Membuat hidup menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Bismilahhiroohmanirrohim

 

Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan2 dunia, Allah akan menyelesaikan kesulitan2nya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat (HR. Muslim)

Manusia adalah makhluk sosial,manusia tidak bisa hidup normal tanpa orang lain, mereka akan saling membutuhkan, memberi dan diberi, menghargai dan dihargai, serta sederet aktivitas sosial yang lain. Semuanya itu untuk memenuhi kebutuhan sosial, dan aktivitas sosial yang kita lakukan seharusnya memberikan manfaat kepada orang lain.

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Seorang Muslim lebih diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya mencari manfaat dari orang atau memanfaatkan orang lain. Ini adalah bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi. Selain itu, manfaat kita memberikan manfaatkan kepada orang lain, semuanya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.

Saudaraku yang di rahmati Allah swt, agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, seorang muslim diwajibkan untuk beribadah, bekerja, berkarya, berinovasi atau dengan kata lain beramal saleh. Melakukan pekerjaan yang menantang akan lebih banyak memberi manfaat kepada orang lain. Dan yang terpenting adalah kita harus ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita.

Demikianlah mengenai penjelasan membuat hidup lebih bermanfaat , semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembacanya dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.


  • 0

Amalan-amalan dan Pahala yang tidak akan berhenti Mengalir setelah Kematian

Bismilahhirrohmanniroohim

“Sesungguhnya Kami yang menghidupkan orang mati, Kami catat semua yang telah mereka lakukan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan semuanya kami kumpulkan dalam kitab (catatan amal) yang nyata.” (QS. Yasin: 12)

Saat manusia telah meninggal dunia, segala amal ibadahnya di dunia telah terputus. Manusia telah terbebas dari segala urusan duniawi. Namun, bukan berarti manusia yang telah meninggal tersebut telah terbebas dari segala pertanggung jawabannya. Mereka kelak tetap harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan selama hidup di dunia di hadapan sang khaliq, Allah SWT.

Berikut ini merupakan Amalan-amalana yang tidak akan terputus Pahalanya yang Terus Mengalir Setelah Kematian :

  1. Jejak kaki mereka ketika melangkah menuju ketaatan atau maksiat

Ini merupakan pendapat Mujahid dan Qatadah sebagaimana yang di riwayatkan oleh Ibnu Abi Najih.

Diantara dalil yang menguatkan pendapat ini adalah hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ada Bani Salamah ingin berpindah membuat perkampungan yang dekat dengan masjid nabawi. Karena mereka terlalu jauh jika harus berangkat shalat jamaah setiap hari ke masjid nabawi. Ketika informasi ini sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

“ Wahai Bani Salamah, perjalanan dari rumah kalian ke masjid akan dicatat jejak-jejak kali kalian. (HR. Muslim 1551, dan Ahmad 14940)”

  1. Ilmu yang Bermanfaat

Ilmu yang bermanfaat adalah satu dari tiga amalan yang pahalanya tidak akan terputus. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad sampai menerangkan bahwa sebaiknya umatnya menuntut ilmu sampai ke negeri China, di mana maksudnya adalah umat muslim hendaknya menuntut ilmu yang setinggi tingginya, supaya dapat diamalkan dan ditularkan kepada umat yang lain. Ilmu Allah yang disebar di dunia ini tidak akan pernah habis walaupun diambil sampai kapan pun.

  1. Menghadiahkan mushaf al-Quran

Menghadiahkan al-Quran berarti memberi fasilitas orang lain untuk bisa mendapatkan pahala sebanyak huruf yang dibaca dalam al-Quran. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Siapa yang membaca satu huruf dalam al-Quran maka dia mendapatkan satu pahala. Dan satu pahala dilipatkan 10 kali. (HR. Turmudzi 3158).”

Terutama ketika hadiah al-Quran itu tepat sasaran. Benar-benar diberikan kepada mereka yang rajin membaca al-Quran atau mereka yang menghafalkan al-Quran.

  1. Membangun masjid.

Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah.

Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim 1560)

Karena itu, orang yang membangun masjid, dia akan memperoleh pahala dari setiap aktivitas kebaikan yang dilakukan di masjid tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena mengharap wajah Allah, maka Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.” (Muttafaqun ‘alaihi)

  1. Shodaqoh Jariyah 

Shodaqoh jariyah merupakan bagian yang sangat penting dalam amalan yang tidak akan pernah terputus. Shodaqoh jariyah yang dilakukan secara tepat, manfaatnya akan tetap kembali kepada pelakunya walaupun ia sudah meninggal dunia. Manfaat yang ditimbulkan dari shodaqoh tersebut akan memberikan pahala yang tak akan terputus

  1. Anak Soleh dan Solehah 

Anak soleh dan solehah pun juga akan memberikan pahala yang tidak akan terputus, dengan doa doa yang mereka panjatkan kepada kedua orang tua yang telah meninggal. Maka dari itu, orang tua diharapkan mendidik putra putri mereka ingga kelak menjadi anak anak yang soleh dan solehah yang dapat mendoakan orang tua.

Demikianlah mengenai Penjelasan Amalan-amalana yang tidak akan terputus Pahalanya yang Terus Mengalir Setelah Kematian , Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembacanya . Amin Yra

Refrensi : Konsultasisyariah, Beritamuslim


  • 0

7 Sahabat Rasulallah yang di kenal sebagai Penghafal Al-Quran

Bismilahhhorrohmannirrohim

 

Dari Abi Hurairah Radiyallahu ‘anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: :”Penghafal Al Qur’an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur’an akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Qur’an kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Qur’an memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2916), Ibnu Khuzaimah, al hakim, ia meninalinya hadits sahih, serta disetujui oleh Adz Dzahabi(1/533).)

 

Berikut ini 7 orang yang di kenal sebagai penghafal al-Qur’an di zaman Rasulullah SAW :

 

  1. Ali Bin Abi Thalib RA
    Ali merupakan seorang sahabat penghafal al-Qur’an yang kuat, dan termasuk di antara orang yang pertama kali mendapat hidayah islam. Ali berislam di usia belia. Beliau di kenal zuhud, wara, dan dermawan, dan menganggap rendah dunia, selalu beramal untuk keridhaan Allah swt. Ia sangat memahami ilmu al-Qur’an. Abu Abdurrahman as-Sulmi berkata “aku tidak pernah melihat seorang yang lebih pandai dalam al-Qur’an daripada Ali”.

    Kehidupan Ali selalu di warnai dengan al-Qur’an. Ali berkata tentang dirinya dan karunia Allah kepadanya, “Demi Allah tidak satupun ayat yang di turunkan kecuali aku telah mengetahui tentang apa dan di mana di turunkan. Sesungguhnya Allah telah memberikan kecerdasan hati dan lidah yang fasih”.

  2. Abumusa Al-Asy’ari RA
    Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Qais bin Sulaim. Ia merupakan salah seorang sahabat Rasulullah saw yang menghafal al-Qur’an. Ia mempunyai perhatian yang besar terhadap al-Quran
    Abu Musa di anugrahkan oleh Allah swt berupa suara yang merdu. Suara merdunya mampu menembus tirai hati orang-orang mukmin dan melenakannya, sehingga menembus kebesaran Allah SWT

    Rasulullah pun pernah memuji suaranya yang merdu itu, “Ia (Abu Musa) benar-benar telah diberi seruling Nabi Daud”, begitu kata Rasulullah SAW. Sampai-sampai banyak para sahabat yang menanti-nanti Abu Musa untuk menjadi imam pada setiap kesempatan shalat.
    Abu Musa telah mempelajari al-Qur’an langsung dari Rasulullah SAW, ia mengajarkan dan menyebarkannya pada umat setiap negeri yang ia kunjungi. Perjalanan hidup dan kisah mulianya banyak terekam dalam kitab-kitab tarikh. Abu Musa wafat di usia 63 tahun pada tahun 44 hijriah. Ia telah meriwayatkan 365 hadits.

 

  1. Abu Darda RA
    Abu Darda adalah seorang hafidzh yang bijaksana. Ia termasuk orang yang mengumpulkan al-Qur’an dan menjadi sumber bagi para pembaca di Damaskus pada masa khalifah Utsman bin Affan.
    Ia memiliki kedudukan yang tinggi dalam hal ilmu dan amal dari para sahabat yang lainnya. Selama hidupnya ia mengajarkan kepada umat apa yang ia pelajari dari Rasulullah. Ia guru yang selalu di nani-nanti murid-muridnya.

    Dalam pengakuan Suwaid bin Abdul Aziz dikatakan, jika Abu Darda shalat di masjid Damaskus , ribuan manusia mengelilinginya untuk mempelajari al-Qur’an. Ia membagi-bagikan satu kelompok dengan sepuluh orang dan di pilih satu orang ketua. Ia hanya mengawasinya di mihrab. Jika ada yang salah mereka kembali kepada ketuanya.
    Jika ketua yang salah maka ketua tersebut menghadap Abu Darda untuk bertanya. Jumlah penghafal al-Qur’an dalam majlis Abu Darda mencapai 1.600 orang. Beliau wafat tahun 32 hijriah pada masa khalifah Utsman di Syam. Ia telah meriwayatkan 179 hadits.

 

  1. Zaid Bin Tsabit RA
    Zaid mempunyai nama lengkap Abu Said al-Khazraji al-Anshari. Ia merupakan sahabat anshar yang cerdas, penulis, penghafal dan mengusai ilmu. Ia mengalahkan orang lain dalam pengusaan ilmu al-Qur’an dan faraid.
    Ia juga mampu mempelajari kitab yahudi dalam waktu yang relatif singkat atas permintaan Rasulullah SAW. Selain itu Zaid juga di kenal sebagai sekretaris kepercayaan Rasulullah SAW dalam menerima wahyu. Apabila Rasulullah SAW menerima wahyu, Zaid selalu di panggil untuk menulisnya.

    Zaid sebagai penghimpun al-Qur’an dan menguasai informasi tentang al-Qur’an. Jasa Zaid dalam upaya kodifikasi al-Qur’an sangatlah mulia. Tiada yang mampu menandinginya dalam menulis kalamullah.
    Zaid wafat tahun 45 hijriah. Kepergiannya di tangisi seluruh penduduk Madinah. Banyak orang yang merasa kehilangan, di antaranya Ibnu Abbas RA yang berkata, “hari ini telah pergi seorang ulama besar dan tokoh cendekia”

 

  1. Abdullah Bin Mas’ud RA
    Ia memiliki nama lengkap Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil Abdirrahman al-Hadzali al-Maki al-Muhajiri. Ia merupakan seorang penghimpun al-Qur’an di masa Rasulullah saw dan membacakan di hadapannya. Ia pernah berkata “Aku telah menghafal dari mulut Rasulullah SAW tujuh puluh surat”
    Abdullah selalu mengikuti Rasulullah SAW sejak usia belia. Pendengarannya selalu di hiasi dengan ayat-ayat al-Qur’an sejak turun kepada Rasulullah SAW. Kiprahnya dalam memelihara al-Qur’an tidak di ragukan lagi. Ia hidup bersama dan untuk al-Qur’an.

    Abdullah menjadi ulama yang paling tahu tentang al-Qur’an. Tak heran jika Rasulullah memujinya dan menganjurkan para sahabat dan orang setelahnya untuk mempelajari kandungan al-Qur’an dari Abdullah bin Mas’ud. Abdullah bin Mas’ud wafat pada tahun 32 hijriyah dalam usia 65 tahun. Ia wafat di madinah dan telah meriwayatkan 840 hadits.

 

  1. Utsman Bin Affan RA
    Nama lengkapnya adalah Utsman bin Affan bin Abi al-Ash Abu Amr Abu Abdillah al-Quraisy al-Amawi. Ia dikenal sebagai sahabat Rasulullah SAW yang hatinya selalu terkait dengan al-Qur’an.
    Di masa kekhalifaannya ia berhasil menghimpun al-Qur’an dalam satu mushaf dan menyebarkannya pada beberapa kota. Ali bin Abi Thalib pun memujinya “kalaulah Utsman tak melakukannya maka pasti akan kulakukan”.

    Selain itu, Utsman juga mampu menyatukan al-Qur’an yang tujuh jenis huruf atau di alek sehingga terhindarlah malapetaka dan fitnah perpecahan umat. Di akhir kekhalifaannya (tahun 35 hijriah) terjadi kekacauan, Utsman di sekap di rumahnya selama empat puluh hari. Ia syahid terbunuh saat membaca al-Qur’an diusia 82 tahun.

 

  1. Ubai Bin Ka’ab RA
    Ia memiliki nama lengkap Ubai bin Ka’ab bin Qais Abu al-Mudzir al-Anshari al-Madani. Ubai hidup dalam naungan al-Qur’an. Ia selalu menyempatklan diri membaca al-Qur’an siang malam dan khatam dalam delapan malam. Umar bin Khattab pernah berkata “Qari paling baik di antara kami adalah Ubai”.
    Umar juga pernah berkutbah di Jabiyah sembari menyatakan tentang pengetahuan Ubai terhadap al-Qur’an. Umar berkata “barang siapa yang hendak menanyakan tentang al-Qur’an datanglah ke Ubai”. Ubai telah menjadikan al-Qur’an sebagai sumber kebaikan dalam ucapan serta perbuatannya. Ubai selalu menasehati orang-orang untuk menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap perbuatan. Ubai termasuk sekretaris Rasulullah SAW sebelum Zaid bin Tsabit.

    Ia bersama Zaid adalah sahabat yang paling tekun menulis wahyu dan menulis banyak surat. Keduanya menulis wahyu dalam pengawasan Rasulullah SAW. Ubai wafat di madinah tahun 20 hijriah. Di hari wafatnya Umar berkata “hari ini telah meninggal seorang tokoh Islam, semoga Allah meridhainya”.

    (Desastian/Islampos) By Afdhel.

 

Demikianlah mengenai Tujuh sahabat penghafal Al-Quran Rasulallah Saw, Semoga artikel ini selalu bermanfat bagi seluruh pembaca untuk selalu semangat menghafal Al-Quran.


  • 0

Kisah mengenai Infak di Zaman Rasulallah Saw

Bismilahhirrohmannirrohim

Para saudaraku yang senantiasa di Rahmati Allah swt, Kali ini YMA akan berbagi mengenai sebuah kisah di zaman Rasulullah swt, Kisah yang sangat mengispirasi kita kalanga muda dan seluruh umat manusia untuk berinfaq, Mari simak ceritanya .!!!!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ Tidak seorang pun di antara kalian kecuali dia akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Tidak ada penerjemah antara dirinya dengan Allah. Kemudian ia melihat ternyata tidak ada sesuatu pun yang ia persembahkan. Selanjutnya, ia menatap ke depan ternyata neraka telah menghadangnya. Oleh karena itu, barang siapa di antara kalian yang bisa menjaga diri dari neraka, meski hanya dengan (memberikan) sebelah kurma (maka lakukanlah). ”

Pada suatu saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di kota Madinah, unta beliau menderum di kebun milik dua orang anak dari kalangan sahabat beliau. Maka, tempat itulah yang dijadikan sebagai areal masjid. Kedua anak tersebut lebih memilih menghibahkan tanah itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di dalam hadis tentang peristiwa hijrah yang panjang disebutkan, “Lalu, beliau mengendarai binatang tunggangannya dengan diiringi orang-orang. Sampai akhirnya, binatang tersebut menderum di lokasi (calon) masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah. Di tempat itu, hari itu juga beliau mendirikan shalat bersama kaum muslimin. Lokasi tersebut adalah kebun kurma milik Suhail dan Sahl, dua orang anak yatim yang berada di bawah asuhan As’ad bin Zurarah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika binatang tunggangannya menderum di tempat tersebut, ‘Tempat ini, insya Allah, akan menjadi tempat tinggal (saya).’ Kemudian, beliau memanggil dua orang anak pemilik tanah tersebut dan menawar tanah mereka untuk dijadikan masjid. Keduanya berkata, ‘Tidak, bahkan kami menghibahkannya untukmu, wahai Rasulullah.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam enggan untuk menerimanya sebagai hibah, hingga beliau membelinya dari keduanya ….”
(H.r. Bukhari, no. 3906)

Lihatlah, salah seorang dari kaum muda sahabat. Ketika ia menerima warisan dari ibunya berupa sejumlah harta yang menyenangkan jiwa, ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang sedekah yang mesti ia keluarkan. Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, ia berkata, “Seorang anak datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam –menurut riwayat lain, “Seorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam–, ‘Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dan meninggalkan perhiasan. Apakah aku boleh menyedekahkannya atas nama ibuku?’ Beliau bertanya, ‘Ibumu menyuruhmu untuk melakukannya?’ Ia berkata, ‘Tidak.’ Beliau bersabda, ‘Tahanlah kalung ibumu itu.’”

Ubaidillah bin Abbas terkenal sebagai seorang dermawan. Ibnu Sa’ad berkata, “Abdullah dan Ubaidillah, dua orang putra Abbas. Jika keduanya datang ke kota Mekah maka Abdullah menyebarkan ilmu ke segenap penduduknya, sedang Ubaidillah membagi-bagikan makanan untuk mereka. Ubaidillah adalah seorang pedagang.”

Pada perisitiwa perang Khandaq, di saat penderitaan kaum muslimin menjadi-jadi, Jabir merasa sedih melihat kondisi yang menimpa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia memiliki kisah kepahlawanan tersendiri yang ia tuturkan sendiri, “Pada hari-hari pertempuran Khandaq, kami menggali parit. Ada sebongkah batu keras yang menghalang. Orang-orang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, ‘Ada batu keras yang melintang di parit.’ Beliau bersabda, ‘Aku yang akan turun (tangan).’ Lalu, beliau berdiri, sedangkan ketika itu ada batu yang terikat di perut beliau. Kami melewati tiga hari tanpa menyantap makanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil godam dan memukulkannya (ke batu), hingga batu itu hancur menjadi pasir berhamburan. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, izinkan aku kembali pulang ke rumah.’ Aku berkata kepada istriku, ‘Aku melihat pada diri Rasulullah sebuah kesabaran. Apakah kamu ada sedikit makanan?’ Istriku menjawab, ‘Aku punya gandum dan seekor anak kambing.’ Aku pun menyembelih kambing dan menumbuk gandum. Lalu, aku masukkan daging ke dalam periuk.

Aku datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika adonan telah melunak dan daging dalam wadah di atas tungku hampir matang. Aku berkata, ‘Aku mempunyai sedikit makanan, silakan Anda datang bersama satu atau dua orang ke rumahku.’ Beliau bertanya, ‘Seberapa banyak makanan itu?’ Aku beritahukan jumlahnya. Beliau bersabda, ‘Makanan yang banyak dan baik.’ Beliau melanjutkan, ‘Katakan kepada istrimu untuk tidak mengangkat pembakaran dan adonan roti dari perapian hingga aku datang.’ Beliau berkata kepada para sahabatnya, ‘Bangkitlah kalian!’ Maka, segenap kaum Muhajirin dan Anshar bangkit berdiri.” Ketika Jabir masuk menemui istrinya, ia berkata, “Rasulullah akan datang bersama kaum Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang ada bersama mereka.” Istrinya bertanya, “Apakah beliau menanyakan sesuatu kepadamu?” Jabir menjawab, “Ya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Masuklah kalian dan jangan berdesak-desakan.”

Beliau mulai memotong-motong roti dan menaruh daging di atasnya, lalu menutup periuk dan perapian bila mengambil (daging atau roti) darinya. Lalu, beliau mendekatkannya kepada para sahabatnya dan mengambilkannya. Beliau terus memotong-motong roti hingga semua orang kekenyangan, dan ternyata makanan itu masih tersisa.” Jabir berkata kepada istrinya, “Makanlah ini dan hadiahkanlah, sungguh orang-orang sedang ditimpa kelaparan.” (H.r. Bukhari, no. 4101; Muslim, no. 2039)

Sumber : kisahmuslim ,Biografi Generasi Muda Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Muhammad bin Abdullah ad-Duwaisy, Zam-Zam, Cetakan 1, 2009.

Demikianlah mengenai kisah ini, Semoga dari kisah yang kami bagikan ini dapat menyadarkan generasi muda dan lainnya agar tidak lupa untuk berinfak, Alangkah bagusnya bila generasi muda melatih dirinya berinfak serta sedekah , karena dari apa yang kita infak dan sedekahkan pasti di balas dengan Allah dengan lipatan ganda yang sudah di janjikan .


  • 0

Sedikit ulasan dan Potret kecil Santri dalam semangatnya mereka melakukan Ibadah

Bismilahhirohmannirrohim


Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

{فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا}
[النساء: 103]

“…Maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

      Beginiah potret Suasana santri pesantren Tahfidz Al- Barokah yang berada diDesa Sinarjaya Kota Bogor, Suasana dimana Azan Ashar berkumandang, Seluruh santri Tahfidz segera bergegas untuk mengambil Air Wudhu, air wudhu yang langsung mengalir darii atas pegunungan seakan memberikan rasa kesejukan, kesegaran serta semangat untuk para santri melaksanakan Solat Ashar berjamaah 

Semangat Para santri menghantarkan santri untuk melakukan ibadah dengan sepenuh hatinya, Menggerjakan Solat lima waktu dengan tepat waktu, Belajar menuntut ilmu pengetahuan dengan sungguh-sungguh serta mengistimewakan Al-Qur’an di setiap waktunya untuk di Hafalkanya . Karena mereka semua bercita-cita menjadi Generasi yang unggul dengan akhlaq serta keimanan yang mulia. 

     Demikianlan sedikut ulasan dan Potret Kecil yang kami bagikan kepada seluruh pembaca semoga dari apa yang kami bagikan dapat selalu bermanfaat bai para pembacanya . Amin Yra


  • 0

Mengapa kita di anjurkan Bersedekah. ?

Bismilahhiroohmannirohim

Para saudaraku yang di Rahmati Allah swt, kali ini YMA akan berbagi mengenai sebuah penjelasan Mengapa Kita harus bersedekah ,? Mari kita simak pembahasannya .!!

Sedekah berasal dari kata bahasa Arab yaitu shadaqoh yang berarti pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih luas dari sekadar zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta. Namun sedekah mencakup segala amal atau perbuatan baik.

Mengapa kita di anjurkan Bersedekah karena sekah merupakan bagian dari Ibadah, Serta Sedekah sangat banyak sekali memiliki Keistimewahan dan Keutamaan seperti yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya . Keistimewaannya bukan hanya dirasakan orang yang bersedekah, bahkan keluarganya maupun orang lain merasakan keistimewan sedekah itu secara tidak langsung. Malah kebanyakan dari kita tidak menyadari ketika dibebaskan dari bencana, disembuhkan dari sakit, ditenangkan hidupnya seringkali tumbuh karena banyak mengeluarkan sedekah. Berikut ini mengenai Alasan menapa kita harus bersedekah :

  1. Menumbuhkan dan menguatkan kasih sayang antar sesama.

Sebagaimana Rasulullah saw bersabda : “Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan syurga dan jauh dari neraka.” (HR. Tirmidzi) Kedermawanan merupakan kunci dekat kepada Allah swt dan dekat dengan manusia. .

  1. Untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Sedekah salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. sebagaimana Rasulullah saw bersabda ” Artinya, “Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan syurga dan jauh dari neraka.”(HR. Imam Tarmidzi)

  1. Menghapuskan kesalahan atau dosa.

Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda : “Dan sedekah itu bisa menghapus kesalahan, sebagaimana air bisa memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

  1. Untuk Membersikan Harta.

Islam menganjurkan kepada umatnya agar mencari rezki itu dengan cara yang halal, supaya halal juga hasilnya. Namun terkadang tanpa kita sadar ada harta kita yang bercampur dengan yang haram.

contoh seorang pedang tanpa di sengajabarang yang di jualnya berkurang takaran atau beratnya. untuk itu perlu dibersihkan hasilnya dengan cara bersedekah. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw,yang artinya : “wahai para pedagang, sesunggunyajual beli ini diikuti dengan sumpah dan dusta. Olehkarena itu campurlah ia dengan sedekah.”(HR Nasa’i)

  1. Harta yang disedekahkan tidak pernah berkurang.

Kita harus meyakini bahwa harta yang disedekahkan tidak akan pernah berkurang. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda : “Harta tidak akan berkurang karena sedekah” (HR. Muslim)

  1. Menolak bala’ dan sakit.

Sedekah bisa menolak bala’ dan sakit sebagaimana Rasulullah saw bersabda, “Obatilah orang sakit diantara kalian dengan sedekah. dan bentengilah hartamu dengan zakat dan persiapkanlah do’a’ untuk menghadapi bala’ .

  1. Pahalanya berlipat ganda.

Firman Allah swt. dalam Al-Qur’an, yang artinya : “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasulnya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan yang menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al-Hadid : 7)

  1. Mendapatkan keberkahan harta dan kelapangkan rezeki

Keberkahan harta yang dimaksud adalah merasa bahagia, tenang dengan harta yang kita miliki, serta harta kita yang miliki bisa kita manfaatkan untuk jalan yang diridhai Allah swt. sedangkan kelapangan rezki adalah kita merasa mudah untuk mendapatkan yang kita inginkan dengan jalan yang diridhai Allah swt .

  1. Agar terhindar dari siksa neraka.

Sedekah bisa menjauhkan diri dari siksaan api neraka, sebagaimana Rasulullah saw bersabada : “Jagalah diri kalian dari api neraka sekalipun hanya (bersedekah) dengan setengah biji kurma.” (HR. Bukhari)

  1. Harta yang di sedekahkan akan diganti dengan yang lebih baik.

Harta yang disedekahkan akan di ganti oleh Allah swt. dengan yang lebih baik, sebagaiman Rasulullah saw. bersabda : “Tiada hari yang mestidilewati oleh seluruh manusia, kecuali pada pagi harinya ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari malaikat itu berkata, “Ya, Allah, berilah ganti orang yang berinfak (bersedekah).

” Dan malaikat satunya lagi berkata, “Wahai Allah, lenyapkanlah harta orang yang tidak mau mengeluarkan sedekah.” (HR. Imam Bukhari)

Demikian mengenai Uraian di atas mengenai Menapa kita harus Bersedekah, semoga dari penjelasan ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembacanya, agar senantiasa tidak lupa untuk bersedekah .