Monthly Archives: Januari 2018

  • 0

Kasih sayang yang indah di dalam Islam

Bismilahhirrohmannirrohim

“Kami tidaklah mengutusmu (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat (kasih sayang) bagi seluruh alam”. QS. Al-Anbiya’: 107.

kasih sayang di dalam islam sebenarnya telah lama di kumandangkannya dengan sempurna dan indah Namun, kebanyakan dari manusia tidak menyadari apa arti sesungguhnya dari kasih sayang itu sendiri, sehingga dapat terhenti dan menyimpang dari aturan-aturan yang telah di firmankan oleh Allah SWT dan sabda-sabda Rasul-Nya. Dalam makna lain Kasih Sayang adalah rasa yang didamba setiap insan di dunia, kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, sebaliknya kasih sayang seorang anak kepada Orang Tuanya. Kasih sayang akan muncul ketika ada perasaan simpatik dan iba dari dalam diri kepada yang dikasihi, namun kemunculan kasih sayang sangat alamiah dan tidak bisa dibuat-buat atau direkayasa.

Dalam menebarkan kasih sayang, Islam tidak hanya berhenti dalam wilayah sesama muslim saja, namun juga merambah hubungan dengan non muslim, Sebagaimana Allah Ta’alla berfirman :

“لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ، وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ، إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ”.

Artinya: “Allah tidak melarang kalian berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (kafir) yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kalian dari kampung halaman. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil”. QS. Al-Mumtahanah: 8.

Dan Rasulullah saw. bersabda, “Man laa yarhaminnaasa laa yarhamhullaah” Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya. (H.R. Turmudzi).

Sebuah kisah lain yang menarik ketika Amr bin Ash menaklukkan kota Mesir, saat itu datanglah seekor burung merpati di atas kemahnya.

Melihat kejadian ini, kemudian Amr bin Ash membuat sangkar untuk merpati tersebut di atas kemahnya. Tatkala ia mau meninggalkan perkemahannya, burung dan sangkar tersebut masih ada. Ia pun tidak mau mengganggunya dan dibiarkan burung merpati itu hidup bersama sangkar yang ia buat. Maka kota itu dijuluki sebagai kota fasthath (kemah).

Sudah jelas bukan bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi akan kasih sayang. Kita perlu mencontoh teladan Nabi saw. dan para sahabatnya yang benar-benar merealisasikan makna kasih sayang yang tanpa batas itu, tentunya untuk mencapai keridaan Allah semata yang bukan untuk mencari kesenangan dunia.


  • 0

Ciri – ciri Mu’min yang Beruntung

Bismilahhirrohmannirrohim


Mu’min adalah istilah Islam-Arab, sering dirujuk dalam Quran, secara harfiah berarti “percaya”, dan menandakan seseorang yang memiliki penyerahan sepenuhnya kepada kehendak Allah dan memiliki iman di hatinya , yaitu “orang Muslim yang beriman”. Mukmin adalah istilah Islam dalam bahasa Arab yang sering disebut dalam Al-Qur’an, berarti “orang beriman”, dan merupakan seorang Muslim yang dapat memenuhi seluruh kehendak Allah, dan memiliki iman kuat dalam hatinya. Selain itu, ada pendapat lain yang menyatakan bahwa mu’min tidak serta-merta berarti “orang beriman” namun orang yang menyerahkan dirinya agar diatur dengan Din Islam. Selain itu, mu’min juga dapat dikatakan orang yang memberikan keamanan atas Muslim. Sedangkan  Beruntung memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga beruntung dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya, Penjelasan beruntung tsb pun sudah tertera di salam Al-Qur’an Sebagaimana bunyi surah Al-Mu’minuun ayat 1 :


“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman.”  (QS. Al Mu’minuun: 1)


Dan kami akan berbagi mengenai Ciri-ciri Orang Mu’min yang beruntung. Apa sajakah ciri-ciri tsb. ? Mari kita membahasnya.


Dimana Ciri-ciri yang aja kami paparkan ini dari Surah di dala Al-Quran yaitu Al-Mu’nnun, dan sebagaimana Seorang Mu’min yang beruntung adalah orang yang memiliki minimal tujuh sifat ini .


1.(yaitu) orang yang khusyu di dalam shalatnya.” (Qs. Al-Mu’minuun : 2)


Karena Khusyu di dalam shalatnya, yakni shalat yang disertai rasa takut kepada Allahy dan dia yakin akan berjumpa dengan Allahsehingga shalatnya dilaksanakan dengan penuh konsentrasi dan membekas dalam kehidupan sesudah shalatnya.


2.“Dan orang yang menunaikan zakat”. (Qs. Al Mu’minun:4)


Menunaikan zakat sehingga hartanya bersih dari segala kemungkinan yang haram dan hatinya juga bersih dari sifat-sifat yang tercela.


3.“Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya.” (Qs. Al Mu’minuun : 8)


Harus bisa memelihara amanat yang diberikan kepadanya dan diapun harus mampu mempertangggungjawabkan amanatnya.


4.serta orang yang memelihara shalatnya”. (Qs. Al Mu’minuun : 9)

ciri orang mu’min yang beruntung adalah orang yang mampu memelihara atau menjaga shalatnya, sehingga dia selalu menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya sebagaimana yang telah diwajibkan kepadanya. 


5. Dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali tehadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barangsiapa yang mencari dibalik itu (zina dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (Qs. Al Mu’minuun: 5-7)


Menjaga kemaluannya sehingga terhindar dari perbuatan zina. Oleh karena itu, menyalurkan keinginan seksualnya hanya dilampiaskan kepada orang yang telah dihalalkan oleh agama


6. “Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidswak berguna.”    ( Qs. Al Mu’minun : 3)

Menjauhkan dari segala bentuk kesia-sian, baik itu di dalam bentuk perkataan maupun perbuatan. Hal ini membuat ia menjadi manusia yang bisa memberi manfaat di dalam kebaikan


  • 0

Mari kita membersihkan Jiwa kita yang tak luput dari sebuah dosa

Bismilahhirrohmanirrohim


“Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketaqwaannya, sungguh bweruntung orang yang menucikannya (jiwa) itu, dan sungguh rugi orang yang mengotorimya.”  (QS.  Asy-Syam: 8-10)


Jiwa atau Jiva berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya “benih kehidupan”. Dalam berbagai agama dan filsafatjiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang. Biasanya jiwa dipercaya mencakup pikiran dan kepribadian dan sinonim dengan roh, akal, atau awak diri.


Tiada manusia yang akan luput dari khilaf dan dosa. Karena memang Allah menciptakan manusia sebagai tempatnya itu semua. Ingatkah kawan pada firman Allah dalam Q.S Abasa? Dimana Allah menegur langsung sang Rasul khotimul anbiya, Muhammad bin Abdullah karena khilafnya. Namun kita bukanlah Rasulullah yang selalu dibimbing oleh Allah, setiap perkataan dan tindakannya dituntun langsung oleh Rabb semesta alam. Kita hanyalah manusia biasa yang tidak mungkin terlepas dari ancaman dosa.


Dan kali ini kami akan berbagi mengenai bagaimana cara Membersihkan Jiwa, Buruknya masa lalu, kelamnya hidup di waktu terdahulu tidak layak menghentikan langkah mu untuk terus maju memperbaiki dirimu. Hingga dirimu pun pantas untuk mendapatkan tempat di surga, bersama para orang sholih dan para kekasih-Nya.  di dalam Al Quran Allah SWT, paling tidak disebutkan ada lima kiat yang harus kita lakukan untuk membersihkan jiwa kitaBerikut cara ini Membersihkan Jiwa :


1. Mendirikan Sholat 


 “…dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar…”(Qs. Al Ankabuut:45)


Mendirikan sholat adalah melaksanakan sholat sesuai dengan ketentuannya. Sholat ada dirukun Islam yang ke2, dalam Al Quran menurut para ahli ada 30 perintah mendirikan sholat.


2. Menunaikan Zakat, Inafk dan Shodaqoh

 Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman bagi jaiwa mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”  (QS. At Taubah: 103)

Zakat, infak dan sedekah membuat jiwa kita bersih dari sifat terceladalam kaitan dengan harta seperti kikir, terlalu cinta harta, dan lain-lainnya.

4. Takut kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT.

“Sesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak meloihat-Nya dan mereka yang melaksanakan shalat. Dan barangsiapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya dia menycikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah tempat kembali.”  (Qs. Faathir: 18)

Kekotoran jiwa merupakan akibat dari kemaksiatan, bila takut kepada Allah seseorang tidak melakukannya sehingga jiwanya menjadi bersih, dengan perbanyak Dzikir dan meningkatkan keimanan kita dengan cara takut kepada Allah, ingsyallah jiwa kita akan menjadi bersih .

5. Menerima Dakwah 

 

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika (Allah) mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Quran) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”  (Qs. Al Imran:164)

Karena Dakwah atau pembinaan pribadi yang Islami merupaka proses pembesihan jiwa juga dari segala kekotoran.

6. Menjaga dan Memperkuat Ahlak Islami 

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Qs. An Nuur:30)

Pergaulan antar manusia, apalagi lelaki dan wanita harus menjunjung nilai akhlak agar tetap dalam kesucian.


Wahai Sahabatku, Ingatkah kawan pada Abu Bakr Ash-Shiddiq, ‘Umar bin Khattab, maupun Khalid bin Walid dan shahabat lainnya? Dimana saat masa jahiliyah mereka bukanlah orang yang begitu lembut hati dan tutur perangainya. Mereka bukanlah orang yang beriman. Mereka tidak menyembah kepada Allah yang semestinya. Namun saat islam merasuk dalam sanubari, merekalah sebaik-baik generasi islam.


Tatkala nuranimu ingin menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya. Ikutilah. Ikutilah apa ingin nuranimu, karena dia suci, dia bening sehingga apa yang dia inginkan adalah kebenaran dan kebaikan. Tak perlu ragu. Tak perlu takut. Setiap manusia memiliki kesempatan dan kepantasan untuk menjadi lebih baik, kendati sejahatnya Abu Sufyan sebelum beriman yang begitu menentang dakwah sang nabi ketika di Mekah, namun rumahnya menjadi jaminan keamanan saat peristiwa Fathul Mekah, tatkala ia telah memilih tunduk kepada Allah Ar-Rahman.


  • 0

Kita harus lebih mengingatnya, bahwa Kematian itu pasti datang

Bismilahhirrohmannirrohim

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu… (QS. Ali Imran [3] : 185).


Kematian merupakan suatu kepastian, yang akan dialami oleh setiap umat manusia yang hidup dialam dunia ini. Bersama dengan bergulirnya waktu dan bertambahnya usia seseorang, pada dasarnya berarti ia telah bertambah mendekati pada titik akhir dari pada kehidupannya.


Muda maupun tua tidak ada yang tahu kapan ajal akan datang. Sesaat yang lalu, mungkin kita masih melihat saudara atau sahabat kita sehat bugar, ia pun masih muda dan kuat. Namun, saat ini ternyata ia telah pergi meninggalkan kita. Dan kita pun juga tidak tahu kapan kita akan dijemput untuk dikembalikan kepada-Nya.


Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,


 “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al-Anbiyā’ 21 : 35) 


Ketika Malaikat Maut datang menghampiri untuk menjemput seseorang karena ajalnya telah tiba, maka orang itu tidak akan luput dari padanya, kemanapun ia akan berlari untuk bersembunyi, meskipun ia dirawat dan dikelilingi oleh team dokter yang paling ahli sekalipun, dengan peralatan tekhnologi medis yang paling canggih dan mutakhir sekalipun.


Semua itu tidak akan dapat menolong dan menghindar daripada kematiannya. Sebagaimana ditegaskan dalam Qur’an :

  

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al-Jumuah [62]: 8).



Sebagaimana halnya yang disebutkan dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda :


“Sesungguhnya ruh orang mumin itu tidaklah keluar( mati ), sehingga ia melihat tempatnya di surga. Dan ruh orang kafir itu tidaklah akan keluar(mati), sehingga ia melihat tempatnya di neraka”.



Dari bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu seorang Anshar mendatangi Beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mu’min manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaqnya.” “Lalu mu’min manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (H.R. Ibnu Majah). Semoga kita termaksud muslim dan musliham yang selalu mengingat bahwa kematia akan datang, Karena Dalam Mukhtashar Minhajul Qashidin, Syumaith bin ‘Ajlan berkata, 


“Barangsiapa menjadikan maut di hadapan kedua matanya, dia tidak peduli dengan kesempitan dunia atau keluasannya.”


Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mayit akan diikuti oleh tiga perkara (menuju kuburnya), dua akan kembali, satu akan tetap. Mayit akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap.” (H.R. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan Nasa’i)


  • 0

Apa itu Zakat Profesi . ?

Bismilshhirrohsnnirrohim


Assalammualaikum ukhty dan Akhi, kali ini saya akan berbagi mengenai sebuahMateri tentang Zakat lagi, yaitu Zakat Profesi. Pasti masih banyak yang belum mengetahui dengan jelas zakat tsb kan. Nah Mari Kita bahas.

” Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan) Allah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik, dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Q.S. al-Baqarah: 267) 

Sebelumnya ini arti dari Zakat Umum yaitu, Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh pemeluk agama Islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariah.

Zakat termasuk ke dalam rukun Islam dan menjadi salah satu unsur yang paling penting dalam menegakkan syariat Islam. Oleh karena itu hukum zakat adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat juga merupakan bentuk ibadah seperti sholat, puasa, dan lainnya dan telah diatur dengan rinci berdasasti masih banyak yang kan Al-quran dan Sunah.

Menurut Yusuf Qardlawi,  kategori zakat profesi (yang wajib dizakati) adalah segala macam pendapatan yang didapat bukan dari harta yang sudah  dikenakan zakat. Artinya, zakat profesi didapat dari hasil usaha manusia yang mendatangkan pendapatan dan sudah mencapai nishab. Mahjuddin berpendapat, zakat profesi memiliki arti zakat yang dikeluarkan dari sumber usaha profesi atau pendapatan jasa. Dalam bukunya Masail Fiqhiyah, Masjfuk Zuhdi juga memberikan keterangannya tentang zakat profesi, yaitu zakat yang diperoleh dari semua jenis penghasilan yang halal yang diperoleh setiap individu Muslim, apabila telah mencapai batas minimum terkena zakat (nishab) dan telah jatuh tempo / haul-nya .

“Setiap orang muslim wajib bersedekah, Mereka bertanya: “Wahai Nabi Allah, bagaimana yang tidak berpunya?, Nabi menjawab:” Bekerjalah untuk mendapat sesuatu untuk dirinya, lalu bersedekah”. Mereka bertanya kembali: ”Kalau tidak mempunyai pekerjaan?, Nabi menjawab: “Kerjakan kebaikan dan tinggalkan keburukan, hal itu merupakan sedekah.” (H.R Bukhari) 

Mengenai istinbath hukum tentang kewajiban membayar zakat profesi, terlebih dahulu mencari landasan hukumnya pada nash-nash al- Qur’an. Oleh karenanya, ketika mencari landasan hukum kewajiban membayar zakat profesi, Adapun profesi yang wajib zakat adalah profesi yang dilakukan oleh manusia dengan keahlian tertentu yang dilakukan dengan mudah dan mendatangkan hasil (pendapatan) yang cukup melimpah (di atas rata-rata pendapatan penduduk)

Dan taukah kalian bahwa Kewajiban membayar zakat profesi adalah sesuai dengan tuntunan Islam yang menanamkan nilai-nilai kebaikan, kemauan berkorban, belas kasihan, dan suka memberi dalam jiwa seorang Muslim. Sesuai pula dengan prinsip kemanusiaan yang memang harus ada dalam masyarakat; ikut merasakan beban orang lain dan menanamkannya dalam keyakinan beragama juga, sebagai pokok sifat kepribadiaannya


  • 0

Kisah Rasulallah SAW : 8 Uang Dirham

Bismilahhirrohmannirrohim

Kisah Rasulullah SAW, bahwasanya Rasulullah pagi itu sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat. baju satu-satunya dan itupun ternyata sudah usang. baju yang setia menutup aurat beliau. meringankan tubuh beliau dari terik matahari dan dinginnya udara. Baju yang tidak pernah beristirahat.

Tetapi beliau tak mempunyai uang sepeser pun. Dengan apa beliau harus membeli baju? Padahal baju yang ada sudah waktunya diganti. Rasulullah sebenarnya dapat saja menjadi kaya mendadak, bahkan terkaya di dunia ini. Tapi sayang, beliau tak mau mempergunakan kemudahan itu. Jika beliau mau, Allah dalam sekejap bisa mengubah gunung dan pasir menjadi butir-butir emas yang berharga. Beliau tak sudi berbuat demikian karena kasihnya kepada para fakir yang papa. siapakah yang akan menjadi teladan jika bukan beliau..?

Contoh untuk menahan derita, menahan lapar dan dahaga, menahan segala coba dan uji Allah dengan kesabaran. Selalu mensyukuri nikmat Allah berapa pun besarnya. Siapa lagi kalau bukan beliau yang menyertai umatnya dalam menjalani iradat yang telah ditentukan Allah. Yaitu kehidupan dalam jurang kedukaan dan kemiskinan. Siapa pula yang harus menghibur mereka agar selalu bersabar dan rela dengan yang ada selain beliau? Juga siapa pula yang harus menanamkan keyakinan akan pahala Allah kelak di akhirat jika bukan beliau?

Yah,…hanya beliaulah yang mampu menjalankan berbagai hal diatas. benar,…baliaulah satu-satunya manusia yang mendapatkan amanat dari Allah untuk semua umat manusia. Tugas yang lebih murni dan mulia daripada intan berlian serta butiran emas yang lain. Lebih halus dari sutera serta lebih indah dari segala keindahan yang dikenal manusia di dunia ini. lebih megah dari segala kedudukan dan derajad kehidupan manusia yang katanya sudah megah. Semua itu hanyalah merupakan kesenangan dunia sedang di sisi Allah yang paling baik dan sebaik-baik tempat kembali

Perjuangan itu tidak mudah. bahkan sangat berat bagi beliau. Menegakkan yang hak hanya dapat dicapai dengan penuh keimanan dan kekuatan. sabar dalam menghadapi setiap malapetaka yang menimpa, bersyukur yang dilakukan dengan hati bersih. dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam duka maupun suka, bersyukur dan keimanan harus selalu menyertai. Itulah pokok risalah yang dibawa Rasulullah saw.

Allah Maha Bijaksana, tidak akan membiarkan hamba-Nya terkasih kebingungan. Rasulullah diberinya rezeki sebanyak delapan dirham. Bergegas beliau melangkah ke pasar. Tentunya kita maklum. uang sekian itu dapat dibelikan apa. Apakah cukup untuk membeli makan, minum, serta pakaian penutup badan? Oleh sebab itu, bergembiralah hai para fakir dan miskin! Nabi kita, Muhammad saw telah memberikan contoh begitu jelas.

Nabi yang kita cintai, hamba kesayangan Allah pergi ke pasar dengan uang sedikit seperti yang kita miliki. Tetapi nabi kita ini, hamba Allah yang di bumi bernama Ahmad, sedang dari langit bernama Muhammad dengan ridha pergi ke pasar berbekal uang delapan dirham untuk berbelanja. Manusia penuh nur dan inayah Allah yang dilahirkan di makkah. meskipun beliau miskin, beliau senang sekali hidup. beliau belum ingin mati meski kemiskinan menjerat setiap hari.

Di tengah perjalanan menuju pasar, beliau menemukan seorang wanita yang menangis. Ternyata wanita yang kehilangan uang. Segera beliau memberikan uangnya sebanyak dua dirham. Beliau berhenti sejenak untuk menenangkan wanita itu.

Rasulullah bergegas menuju ke pasar yang semakin ramai. Sepanjang lorong pasar banyak sekali masyarakat yang menegur beliau dengan hormat. Selalu menjawab dan memberikan salam yang mengingatkan akan kebesaran Allah semata. Beliau langsung menuju tempat di mana ada barang yang diperlukannya. Dibelinya sepasang baju dengan harga empat dirham. beliau segera pulang.

Di perjalanan beliau bertemu dengan seorang tua yang telanjang. Orang tersebut dengan iba memohon sepotong baju untuk dipakainya. Rasulullah yang memang pengasih itu tidak tahan melihat. Langsung diberikannya baju yang baru dibeli. Beliau kembali ke pasar utnuk membeli baju lagi seharga dua dirham. Tentu saja lebih kasar dan jelek kualitasnya daripada yang empat dirham. dengan gembira beliau pulang membawa bajunya.

Langkahnya dipercepat karena sengatan matahari yang semakin terik. Juga angin malam yang telah mulai berhembus pelan-pelan. Beliau tidak ingin kemalaman di jalan. Tak lama beliau melangkah ke luar pasar, ditemuinya lagi wanita yang menangis tadi. Wanita itu kelihatan bingung dan sangat gelisah. Rasulullah saw mendekat dan bertanya mengapa. Wanita itu ternyata ketakutan untuk pulang. Dia telah terlambat dari batas waktu, dan takut dimarahi majikannya jika pulang nanti. Rasululah saw langsung menyatakan akan mengantarkannya.

Wanita itu berjalan yang diikuti Rasulullah saw dari belakang. Hatinya tenang karena Rasulullah saw pasti akan melindungi dirinya. Dia yakin majikannya akan memaafkan, karena kepulangan yang diantarkan oleh manusia paling mulia di dunia ini. Bahkan mungkin akan berterima kasih karena pulang membawa kebaikan bersama dengan kedatangan nabi dan rasul mereka. Mereka terus berjalan hingga sampai ke perkampungan kaum Anshari. Kebetulan saat itu yang ada hanyalah para isteri mereka.

Assalamu’alaikum warahmatullah, sapa Rasulullah saw keras. Mereka semuanya diam tak menjawab. Padahal mereka mendengar. Hati mereka diliputi kebahagiaan karena kedatangan Nabi. Mereka menganggap salam Rasulullah saw sebagai berkah dan seperti lebaran saja. Mereka masih ingin mendengarnya lagi. Ketika tak terdengar jawaban, Rasulullah saw memberi salam lagi. Tetap tak terdengar jawaban. Rasulullah saw mengulang untuk yang ketiga kali dengan suara lantang, Assalamu’alaikum warahmatullah. Serentak mereka menjawab.

Rasulullah sangat heran dengan semua itu. Beliau menanyakan pada mereka apa sebabnya. Mereka mengatakan, Tidak ya Rasulullah. Kami sudah mendengar sejak tadi. Kami memang sengaja, kami ingin mendapatkan salam lebih banyak. Rasulullah melanjutkan, Pembantumu ini terlambat pulang dan tidak berani pulang sendirian. Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerimanya.

Ucapan ini sangat mengejutkan mereka. Kasih sayang Nabi begitu murni, budi pekerti yang utama, yang indah tampak dihadapan mereka. Beliau menempuh perjalanan begitu panjang dan jauh hanya untuk mengantarkan seorang budak yang takut dimarahi majikannya. Lagipula hanya karena terlambat pulang. Bahkan memohonkan maaf baginya pula. Sehingga karena harunya, mereka berkata, Kami memaafkan dan bahkan membebaskannya. Kedatangannya kemari bersama anda karena untuk mengharap ridha Allah semata. Budak itu tak terhingga rasa terima kasihnya. Bersyukur atas karunia Allah swt dan kebebasannya karena dari Rasulullah saw.

Rasulullah saw pulang dengan hati gembira. Telah bebas satu perbudakan dengan mengharap ridha Allah swt sepenuhnya. Beliau juga tak lupa mendoakan para wanita itu agar mendapatkan berkah dari Allah swt. Semoga semua harta dan turunan serta semoga selalu tetap dalam keadaan iman dan islam. Beliau sibuk memikirkan peristiwa sehari tadi. Hari yang penuh berkah dan karunia Allah swt semata. Akhirnya beliau berujar dengan, Belum pernah kutemui berkah angka delapan sebagaimana hari ini. Delapan dirham yang mampu mengamankan seseorang dari ketakutan, dua orang yang membutuhkan serta memerdekakan seorang budak. Bagi seseorang muslim yang memberikan pakaian pada saudara sesama muslim, Allah akan memelihara selama pakaian itu masih melekat.

sumber : Kabarmuslimah


  • 0

Berdoalah dalam hal apa pun

Bismilahhirrohmannirrohim

Berdoa kepada Allah merupakan perkara yang sangat penting dan sekaligus mulia. Orang yang rajin berdoa kepada Allah bukan berarti ia menjadi orang yang hina dan lemah.

Memang Benar, ia hina di hadapan yang Maha Mulia, Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

Memang Benar, ia lemah di hadapan Yang Maha Perkasa, Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

Tetapi taukah kalian bahwa ia bukan orang yang hina dan lemah di hadapan manusia. Kenapa? Karena orang ini berarti sangat faham kedudukan dirinya yang sebenarnya di dunia ini. hanya dengan menghadapkan wajah kepada Allah sematalah seseorang bakal meraih kemuliaan sejati.

”Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi no. 2969. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Di antara salah satu keutamaan tauhid asma’ wa shifat adalah bahwasannya seseorang tidaklah mungkin menyembah Allah Ta’ala dengan sempurna sampai dia mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah Ta’ala sehingga dia menyembah Allah Ta’ala atas dasar ilmuHanya milik Allah-lah nama-nama yang husna. 


Maka berdoalah dengan menyebut nama-nama yang husna itu.” (QS. Al-A’raf [7]: 180)

Berdasarkan ayat tersebut, maka termasuk kesempurnaan dalam berdoa adalah seseorang menjadikan perantaraan (ber-“tawassul”) dalam doanya dengan menyebutkan nama-nama Allah Ta’ala yang sesuai dengan isi permintaannya. Jika kita ingin meminta rizki, maka kita ber-tawassuldengan nama Allah “Ar-Rozzaaq” (Yang Maha pemberi rizki). Jika kita meminta ampun kepada Allah, maka kita ber-tawassul dengan nama Allah “Al Ghofuur” (Yang Maha mengampuni). Inilah salah satu bentuk tawassul dalam berdoa yang disyariatkan. Bahkan inilah yang telah dicontohkan oleh para Rasul ketika mereka berdoa kepada Allah Ta’ala.

Nabi Musa ‘alaihis salam berdoa kepada Allah Ta’ala,

فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِينَ

”Maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya.” (QS. Al-A’raf [7]: 155)

Dan Saudaraku, perlu diketahui pula bahwa bagi Allah adalah sangat mudah untuk mengabulkan doa seseorang . Tetapi ada syaratnya. Hendaklah si Muslim berdoa dalam keadaan hati yang hadir, hati yang bersungguh-sungguh mengharapkan ijabah (pengabulan) dari Allah dan tentunya hati yang tidak lalai. Semoga Allah senantiasa mendengarkan dan mengabulkan segenap doa kita yang isinya mendatangkan keridhaanNya.

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan di-ijabah dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan menerima doa dari hati yang lalai dan main-main.” (HR Tirmidzi 3401)


  • 0

Menumbuhkan Rasa Takut kita kepada Allah SWT

Bismilahhirrohmannirrohim


Sesungguhnya, orang-orang yang takut kepada Tuhan-Nya yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Mulk: 12)

Rasa takut kepada Allah muncul dari pemahaman dan penghargaan akan kebesaran dan kekuatan-Nya. Seseorang yang memahami kebesaran kuasa Allah dan kekuatan abadi-Nya, akan mengetahui bahwa ia bisa saja menghadapi murka dan hukuman-Nya sebagai bagian keadilan Ilahi jika ia tidak mampu mengarahkan hidupnya sesuai dengan keinginan Allah.

Kesengsaraan yang disiapkan oleh Allah dalam kehidupan duniawi dan akhirat untuk mereka yang menafikan-Nya, dirinci di dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Semua manusia diperingatkan untuk mewaspadai hal itu. Setiap mukmin sejati selalu menyadari akan hal ini.

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, ”Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah dengan sebenar-benar rasa takut hanyalah para ulama yang memiliki pengetahuan tentang Allah (ma’rifatullah). Hal ini disebabkan semakin bertambah pengenalan seseorang terhadap Dzat Yang Maha Agung, Maha Kuasa, dan Maha Berilmu, Yang memiliki sifat yang Maha Sempurna disertai Asma’ul Husna, maka akan semakin bertambah dan sempurna pengetahuan seseorang kepada Rabbnya. Dengan demikian, ketakutannya kepada Allah akan semakin bertambah dan menguat. (Tafsir al-Qur’an al-`Azhim, 3/697).


Orang seperti itu memiliki rasa takut yang mendalam kepada Allah. Tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk beribadah kepada Allah. Ia tidak akan pernah lupa bahwa Allah mendengar dan melihatnya, selalu dan di mana pun, baik sendiri maupun saat dikelilingi oleh orang banyak. Nah kali kami akan berbagi bagaimana cara menumbuhkan Rasa Takut kita kepada Allah SWT . Mari simak caranya :

  • Menempuh jalan menuntut ilmu syar’i yang bersumber dari al-Quran al-Karim dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih.

Syaikh `Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata, ” Semakin seseorang berilmu tentang Allah Ta`ala, semakin besar juga rasa takutnya kepada Allah. Rasa takutnya kepada Allah tersebut membuatnya meninggalkan perbuatan maksiat dan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Dzat yang dia takuti. Ayat ini sebagai dalil tentang keutamaan ilmu, karena ilmu akan menumbuhkan rasa takut kepada Allah. Orang-orang yang takut kepada Allah adalah orang-orang yang mendapat kemuliaan-Nya, seperti firman Allah Ta`ala (artinya)Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Hal itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya.’ (QS. al-Bayyinah: 8) (Taisir al-Karimir ar-Rahman, hal 656)

  • Mengingat bahwa adzab Allah sangatlah pedih

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya, “Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya ialah orang yang mengenakan dua sandal dari neraka lalu mendidih otaknya karena sangat mencekam panas dua sandalnya.” (HR. Muslim).

Pedihnya adzab Allah, sampai-sampai disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa setan berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya” (QS. Al Anfal: 48).

Allah Ta`ala berfirman (artinya): “hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (QS. An Nuur: 63).

Dan ini juga ada sebuah kisah yang harus kita ketahui mengenai Rasa Takut, yaitu kemasyhuran Ibnul Mubarak. 

Dari Al-Qaasim bin Muhammad rahimahullah ia menceritakan: ”Suatu ketika kami pernah melakukan suatu perjalanan bersama Ibnul Mubarak. Seringkali terlintas dalam benakku (tentang kemasyhuran Ibnul Mubarak) hingga aku berkata pada diriku sendiri : ’Apakah gerangan yang membuat laki-laki ini lebih utama dibandingkan kami sehingga dia begitu terkenal di khalayak ramai? Jika dia shalat, kami pun melakukan shalat. Jika dia berpuasa, kami pun berpuasa. Jika ia berjihad, kami pun berjihad.”

Al-Qaasim rahimahullah pun melanjutkan: “Dalam suatu perjalanan kami kemudian, ketika kami sampai di negeri Syam pada suatu malam. Kami sedang makan malam di sebuah rumah. Tiba-tiba lampu padam. Maka seorang diantara kami pun bangkit untuk mengambil lampu. [keluar untuk beberapa saat untuk menyalakan lampu, kemudian datang membawa lampu yang telah menyala]. (Setelah terang) aku melihat wajah dan jenggot Ibnul Mubarak telah basah karena air mata. Maka aku berujar pada diriku sendiri , “Dengan rasa takut inilah laki-laki ini lebih utama dibandingkan kami. Mungkin tadi ketika lampu padam, dan keadaan menjadi gelap, beliau teringat akan hari kiamat.” (Ayna Nahnu min Akhlaq as-Salaf, hal. 18-19).

Semoga kita senantiasa menjadi seorang mukmin tidak pernah merasa bahwa iman dan rasa takutnya kepada Allah telah cukup. Ia mencoba meningkatkan rasa takut dalam hatinya dan kekuatan untuk menahan diri hingga akhir hidupnya.

Amin amin Ya Allah Ya Robbal Alamin


  • 0

Saudaraku Jauhilah sebuah Sihir

Sihir adalah sistem konseptual yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam (termasuk kejadian, objek, orang dan fenomena fisik) melalui mistik, paranormal, atau supranatural. Dalam banyak kebudayaan, sihir berada di bawah tekanan dari, dan dalam kompetisi dengan ilmu pengetahuan dan agama.

Jauhkan dari tujuh dosa yang merusak Mereka berkata Apakah itu ya Rasulullah Dia menjawab Bergaul mitra dengan Allah berlatih sihir mengambil kehidupan yang Allah telah dilarang kecuali untuk tujuan yang benar menurut Hukum Islam makan riba riba memakan kekayaan anak yatim melarikan diri dari medan pertempuran di saat berjuang dengan orang-orang kafir . dan menuduh wanita suci yang tidak pernah memikirkan apa pun yang dapat menyentuh kesucian mereka dan yang percaya baik dari percabulan

Selain itu ahli-ahli sihir akan memanipulasi berpikiran sederhana orang-orang naif untuk percaya kekuasaan mereka dan dengan demikian sihir juga. Ini menyebabkan orang percaya terhadap sihir dan karenanya menuntun mereka jauh dari Allah. Tindakan tersebut dianggap jahat atau setan karena hanya Setan berusaha untuk menghapus orang-orang beriman dari iman mereka kepada Allah.

Sihir terbagi dua macam, yang pertama dilakukan dengan menggunakan bantuan setan, maka ini termasuk dalam syirik Akbar, mengeluarkan pelakunya dari islam. Jenis yang kedua adalah sihir yang menggunakan obat-obatan atau daun-daunan tanpa meminta bantuan dari setan, maka pelaku perbuatan sihir ini jatuh para perbuatan yang haram

Sihir adalah dosa besar, termasuk dalam syirik akbar yang mengeluarkan pelakunya dari islam. Sihir termasuk dalam syirik akbar karena pelakunya bekerjasama dengan setan dalam mempengaruhi sesuatu. Sihir tidak terjadi melainkan pelakunya sudah mempelajari dan mengamalkan perbuatan kekafiran terlebih dahulu, yaitu syarat-syarat yang ditetapkan oleh setan untuk kafir kepada Allah. Adapun tukang sihir maka dalam islam dihukumi kafir karena perbuatannya bekerjasama dengan setan. Allah Ta’ala berfirman (artinya): “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setanlah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 102).

Magic hampir tidak pernah digunakan untuk tujuan yang baik meskipun sebagian orang akan mengklaim bahwa menyebutnya sihir putih. Tetapi bahkan jika sihir digunakan untuk niat baik itu tetap merupakan fakta bahwa itu tergantung pada kekuatan dan kemampuan yang tidak alami sesuatu yang tidak Allah berikan jika tidak Dia tidak akan melarangnya . Belum lagi bahwa praktek sihir putih adalah lereng licin untuk turun ke ilmu hitam yang umumnya merugikan semua dan manfaat tidak ada.

Demikianlah mengenai sihir Semoga Allah menjauhkan kita dari Sihir dan pengaruhnya. Serta menambahkan kita Ilmu yang bermanfaat dan amal-amal shalih yang diterima.


  • 0

Pelajarilah… Karakter yang menghantarkan kita kepada Kesuksesan Dunia dan Akhirat

Bismillahhirohmannirrohim


Para Sahabat Mandiri Amanah yang senantiasa membaca artikel” inspirasi dari Mandiri Amanah, Kali ini saya akan membahas mengenai Sebuah karakter yang akan menghantarkan kita kepada sebuah Kesuksesan Dunia dan Akhirat, pasti semua orang menginginkan itu bukan, Menjadi seorang Khalifah yang sukses Dunia, Akhirat. Di dalam Al-Quran menjelaskan bahwa :


وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) 


“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3) 


Agar kita tidak menjadi Manusia yang merugi di kehidupan Dunia yang fana ini, kita harus menjadi manusia yang beriman, beramal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran karena dari apa yang sudah di jelaskan di dalam Al-Quran akan menghantarkan kita juga kepada Kehidupan Akhirat yang kita idamkan yaitu Surga. 


Balik lagi ke sebuah Karakter, Kalian harus tau ini, karakter apa saja yang akan menghantarkan kita kepada sebuah Kesuksesan Dunia dan Akhirat, Mari kita bahas karakter tsb .


1. Kejujuran

Kejujuran adalah sebuah akhlak yang sangat mulia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian wajib untuk jujur. Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan. Dan kebaikan akan mengantarkan kepada surga” (HR. Muslim). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Kejujuran adalah jalan yang lurus dimana orang yang tidak menempuh jalan tersebut, dia akan celaka dan binasa. 


Beliau bersabda : 

Hati-hatilah kalian dari dusta. Sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada maksiat, dan maksiat akan mengantarkan kepada neraka” (HR. Muslim).


2. Amanah

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya” (QS. An Nisaa : 58). Syaikh Ibnu ‘Utsaiminrahimahullah mengatakan, “Amanah itu pembahasannya luas sekali. Dan pada intinya, amanah ada pada dua hal : amanah yang berkaitan dengan hak-hak Allah, yakni amanah yang diemban seorang hamba untuk beribadah kepada Allah dan amanah yang berkaitan dengan hak manusia” (Syarh Riyadhus Shalihin, 2/463).


3.Memenuhi Janji

Memenuhi janji adalah diantara sifat seorang mukmin. Adapun tidak memenuhi janji adalah diantara sifat munafik. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga : Jika berkata maka berdusta, jika diberi amanah maka berkhianat, dan jika berjanji maka melanggar” (HR. Bukhari dan Muslim).


4. Menjaga Pndangan

Ibnul Qayyim mengatakan, “Pandangan adalah penunjuk jalan serta utusan syahwat. Menjaga pandangan adalah modal pokok untuk menjaga kemaluan. Siapa yang tidak menjaga pandangannya, dia telah menempatkan dirinya ke tempat kehancuran” (Al Jawaabul Kaafi, hal. 216). Oleh karena itu, menjaga kemaluan tergantung kepada menjaga pandangan. Orang yang mampu menjaga pandangannya, akan mampu menjaga kemaluannya dengan izin Allah.


5. Dermawan (berbagi/shodaqoh)

Ahli tafsir menerjamahkan “Pinjaman yang baik” dengan makna “Menafkahkan harta di jalan Allah”, yakni menyumbangkan hartanya untuk kebaikan dan meringankan beban orang lain, seperti kaum dhuafa dan mendanai orang yang berjihad di jalan Allah.

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik dia laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah akan melipat gandakan (pembayarannya oleh Allah) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Q.S.Al-Hadid : 18).

6. Sabar

Seorang muslim harus memiliki sifat sabar, karena sabar merupakan salah satu inti kunci sukses dunia akhirat dan seorang muslim harus menahan dirinya dari kesusahan serta menghadapinya sesuai ajaran islam, menjaga lisan dari celaan, menahan amarah dan badan dari perbuatan dosa.

7. Husnudzan

Selalu berprasangka baik/husnudzan dalam kehidupan merupakan kunci sukses dunia akhirat yang berikutnya, berprasangka baikbertujuan agar tidak terciptanya penyakit hati. Jika setiap orang menerapkan perilaku husnudzan, maka akan terciptanya masyarakat yang harmonis dan saling menjaga. Tidak akan ada masalah yang timbul karena prasangka-prasangka buruk (su’uzan) tidak ada dalam hati mereka.

Adapun bentuk-bentuk dari husnudzan sebagai berikut:

  • Berhusnudzan kepada Allah
  • Berhusnudzan kepada diri sendiri
  • Berhusnudzan kepada orang lain

8. Iklas

Ikhlas adalah menerima apa yang ada dan mampu menjalankannya tanpa perlu pujian dari orang lain, hanya mengharapkan ridho Allah. Menggantungkan harapan hanya kepada Allah, dengan mengikhlaskan dan meluruskan niat untuk mengharapkan ridho Allah. 

9. Bersyukur

Bersyukur merupakan kunci sukses dunia akhirat yang sangat penting, dengan menerima apa yang ada, tentunya kita harus mensyukurinya dengan mengucapkan “Alhamdulillah”, diikuti dengan hati dan di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.


sumber : buletin muslim, belajar islam .

Demikianlah mengenai Karakter/sifat-sifat ini Semoga kita semua dapat menjadi seorang Khalifah yang sukses di Dunia dan Ahkirat. dan Semoga Allah agar memberikan kepada kita taufik-Nya serta membantu kita untuk melaksanakan sifat” tsb yang menghantarkan kita pada ke suksesan yang di ridhai Allah