Monthly Archives: Februari 2018

  • 0

Tujuan Al- Quran di Ciptakan

Bismiallhoirrrohmannirrohim


Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang diturunkan dan diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. untuk disampaikan kepada umatnya dengan banyak tujuan yang dikehendaki Allah. dan Al-Quran ialah kalam Allah yang bermukjizat yang diturunkan kepada nabi s.a.w. yang ditulis di dalam mushaf yang dipindah dengan tawatur dan menjadi ibadat membacanya.

Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak.”Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. (QS. Al Kahfi 18/2-5)

Dan detik-detik Azal menjemput Rosulallah saw pun berkata  :

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَاتَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِي

“Aku tinggalkan kepada kalian 2 hal, kalian tidak akan sesat, selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah (Al-Quran) dan sunahku.”

Inilah tujuan Diturunkannya Al-Qur’an. Dan Al-Qur’an diturunkan oleh Allah dengan tujuan sebagai berikut :

1. Untuk membersihkan akal dan menyucikan jiwa dari segala bentuk syirik serta menetapkan keyakinan tentang keesaan yang sempurna bagi Tuhan seru se-kaKan alam, keyakinan yang tidak semata-mata sebagai suatu konsep teologis, tetapi falsafah hidup dan ke-hidupan umat manusia. Hal ini dijelaskan dalam QS AI-lkhlash : 1 -4 dan QS Ali lmran : 64.

2. Untuk mengajak manusia berpikir dan bekerja sama dalam bidang kehidupan bermasyara-kat dan bernegara melalui musyawarah dan mufakat yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan. Termaktub dalam QS Asy-Syura : 36-38.

3.   Untuk mengajak manusia berpikir dan bekerja sama dalam bidang kehidupan bermasyara-kat dan bernegara melalui musyawarah dan mufakat yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan. Termaktub dalam QS Asy-Syura : 36-38.

4.  Untuk menciptakan persatuan dan kesatu-an, bukan saja antarsuku atau bangsa, tetapi kesatuan alam semesta, kesatuan kehidupan dunia dan akhirat, natural dan supranatural, kesatuan ilmu, iman dan rasio, kesatuan kebenaran, kesatuan kepribadian manusia, kesatuan kemerdekaan dan determinisme, kesatuan sosial, politik dan ekonomi yang kesemuanya berada di kiwah satu keesaan, yaitu keesaan Allah SWT. Firman Allah dalam QS Al-Baqarah : 213 dan QS AI-Anbiya’ : 92 dan SAI-Mu’minun : 52.

5. Untuk memadukan kebenaran dan keadilan dengan rahmat dan kasih sayang, dengan menjadikan keadilan sosial sebagai landasan pokok kehidupan masyarakat manusia. Mengenai hal ini Allah memerintahkan dalam  QS An-Nahl : 90.

6.  Untuk menekankan peranan ilmu dan teknologi guna menciptakan satu peradaban yang sejalan dengan jati diri manusia, dengan panduan dan paduan Nur Ilahi. Dalam hal ini Allah menjelaskan dalam QS Al-Mujadilah : 11 dan QS Az-Zumar : 9.

7. Untuk memadukan kebenaran dan keadilan dengan rahmat dan kasih sayang, dengan menjadikan keadilan sosial sebagai landasan pokok kehidupan masyarakat manusia. Mengenai hal ini Allah memerintahkan dalam  QS An-Nahl : 90.

8.Untuk mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradab,yakni bahwa umat manusia merupakan satu umatyang seharusnya dapat bekerja sama dalam pengabdian kepada Allah dan pelaksanaan tug as ke-khalifahan. Perhatikan QS AI-Maidah : 2 dan Ali Imran : 104.

Demikianlah mengenai Uraian di atas, Uraian mengenai Tujuan dari Al-Quran di turunkan oleh Allah SWT. Semoga dari membaca ini dapat membuat kita menjadi lebih memahami Al-Quran dan membuat kirta menjadi lebih cinta kepada Al- Quran karena pada akhirnya lah  Al-Quran yang akan menjadi pendamping setia di dalam Alam Kubur kita .


  • 0

Taukah kalian bahwa kita hanya perlu tidur 3 Jam

Bismilahhirrohmannirrohim

Didalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar”.(  

Tidur adalah merupakan semua kebutuhan manusia. Dengan tidur yang cukup, maka tubuh akan merasa segar kembali. Tidur adalah mengistirahatkan fisik, jiwa, dan otak dari segala macam aktivitas. Pada saat tidur, tubuh kita memiliki waktu dan kesempatan untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak secara optimal.

Dan taukah kalian bahwa Tidur malam yang baik, pada umumnya orang beranggapan memerlukan waktu yang panjang yaitu sekitar enam hingga delapan jam sehari. Akan tetapi ketahuilah, bahwasanya pendapat ini ditentang oleh para saintis Barat seperti Dr Ray Meddis, seorang profesor di Department of Human Sciences, England University of Technology beliau  mengatakan, bahwa sesungguhnya manusia itu sebenarnya hanya perlu tidur malam selama “TIGA JAM” saja. Tidur yang teratur dapat mengefektifkan waktu kita terutama untuk beribadah di malam hari serta untuk mengerjakan hal-hal lainnya. Di dalam Al-Qur’andisebutkan dengan jelas, ada segolongan manusia yang masuk syurga karena ibadah malamnya dan kurang tidur malamnya.

Ada juga ahli sastra barat yang menceritakan mengenai pentingnya mengurangi tidur untuk mencapai kinerja yang baik. Bila ditanya apakah rahasia kesuksesan mereka? Mereka menjawab: “The woods are lovely, dark and deep but I have promises to keep and miles to go before I sleep.” 

Maksudnya” Taman itu indah, gelap dan tebal tetapi saya mempunyai aturan yang harus dilaksanakan terlebih dahulu sebelum saya tidur.” “The heights by great men reached and kept were not attained by sudden fight. But while their companions sleep were toiling upwards in the night.” – Longfellow

Maksudnya ” Pencapaian kerja yang tinggi oleh orang-orang ternama/sukses tidak didapati serta merta tetapi mereka bekerja keras sehingga larut malam pada waktu teman-temannya yang lain sedang nyenyak tidur.” Ini jelas menunjukkan betapa mereka meminimalkan waktu tidurnya untuk mencapai kesuksesan dalam hidup mereka.

Dan Rasulluallah SAW mengajarkan kepada kita bagaimana Cara tidur yang benar dan baik, Berikut ini caranya :

1. Makan malam sedikit saja cukup sekedar supaya tidak lapar. Jika kita makan malam yang terlalu banyak maka akan menyebabkan kita cepat mengantuk dan susah untuk bangun dari tidur.

2. Tunaikan solat Isya’ sebelum tidur.

3. Bersihkan tempat tidur seperti seprei, bantal, kasur dan lain-lain dari kotoran.

4. Amalkan doa-doa sebelum dan sesudah tidur seperti yang diajarkan Rasulullah S.A.W.

5. Kurangi waktu tidur dari delapan jam sehari menjadi tujuh jam sehari untuk bulan pertama latihan; pada bulan kedua kurangi waktu tidur malam menjadi enam jam sehari, seterusnya pada bulan ketiga menjadi lima jam sehingga kita bisa tidur untuk waktu tiga jam saja.

 

Semoga dengan artikel ini dapat membantu kita untuk lebih memanfaatkan tidur kita menjadi lebih benar dan baik, Serta kita dapat belajar menggunakan Waktu kita dengan sebaik mungkin dari cara dengan mengontrol tidur kita sebaik mungkin .


  • 0

Kiat meningkatkan cinta kita kepada Al-Quran

Bismilahhirrohmannirrohim

وَالَّذِيْنَ آمَنُـوا أَشَـدُّ حُباًّ لله

Adapun orang-orang beriman sangat cinta kepada Allah.[QS.AL-Baqarah:165]

Ibadah kepada Allah Azza Wajalla semata bertujuan untuk mendapatkan ridha dan rahmat Allah swt. Seorang muslim yang kurang taat, sesungguhnya belum memahami/belum meyakini peranan kasih sayang Allah dalam hidup keseharian, peranan bantuan Allah dalam setiap aktivitas hidup kita, peranan ampunan Allah swt dalam mewujudkan rasa kebahagiaan sejati, dan kemuliaan hakiki.

Kita semua yakin bahwa kita, semua manusia, dan semua makhluk, diciptakan oleh Allah swt. Dialah satu-satuNya Tuhan kita. Hanya Dialah satu-satuNya pencipta, pemberi rezeki, pengatur, pemilik, dan penguasa segenap makhluk.

Tidak ada yang terjadi pada diri kita, keluarga kita,masyarakat kita, bangsa kita, tanpa izin, kehendak,dan kekuasaanNya semata.

Cinta pada Al-Qur’an adalah kewajiban setiap muslim, oleh karena cinta kepada Al-Qur’an adalah manifestasi cinta kepada Allah. Sedang cinta kepada Allah adalah kewajiban setiap muslim sebagai wujud penghayatan iman kepada Allah.

Mencintai AlQur’an adalah kewajiban, karena cinta kepada Al-Qur’an adalah sarana efektif, bahkan menjadi syarat mutlak untuk motivasi yang tinggi, semangat yang berkesinambungan untuk membaca Al-Qur’an, mendengar Al-Qur’an, mempelajari Al-Qur’an, menghafal Al-Qur’an, mengajarkan Al-Qur’an, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Bangunlah keykinan kita terhapap Al-Quran bahwa Al-Qur’an yang mulia adalah firman-firman suci Allah swt yang maha pengasih, maha penyayang, maha bijaksana, maha perkasa.

Al-Qur’an yang mulia adalah surat cinta Ilahi kepada segenap manusia, wujud nyata kasih sayang Allah swt kepada segenap hambaNya yang beriman.

Al-Qur’an yang suci adalah kitab yang maha benar, sumber kebenaran mutlak, tidak mengandung kebatilan, kedustaan, dan kesalahan, sedikitpun.

Al-Qur’an adalah kitab mulia yang memuliakan. Al-Qur’an adalah kitab suci yang mensucikan. Al-Qur’an adalah kitab bijak yang membijakkan. Al-Qur’an adalah kitab kuat yang menguatkan. Al-Qur’an adalah kitab indah yang mengindahkan. Al-Qur’an adalah kitab cahaya yang menyinari. Al-Qur’an adalah kitab nyawa yang menghidupkan.

Al-Qur’an adalah kitab obat yang menyehatkan. Al-Qur’an adalah kitab bahagia yang membahagiakan. Al-Qur’an adalah kitab sukses yang menyukseskan. Al-Qur’an adalah kitab petunjuk yang menunjuki. Al-Qur’an adalah kitab nasehat yang membimbing.


  • 0

Mari kita Muhasabah diri sendiri

Bismilahhirrohmannirrohim


Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata,
 “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT”. (HR. Imam Turmudzi).


Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah SWT, kali ini saya akan berbagi mengenai sebuah Muhasabah di dalam islam, Mari kita menymaknya.!


Muhasabah yang di kenal dengan  Instropeksi Diri berarti introspeksi akan dirinya sendiri, menghitung diri dengan amal yang telah dilakukan dari masa-masa yang telah lalu . dan Kata  Muhasabah sendiri berasal dari akar kata hasiba yahsabu hisab, yang artinya secara etimologis adalah melakukan perhitungan. Dalam terminologi syari, makna definisi pengertian muhasabah adalah sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya 


Dengan melaksanakan muhasabah, seorang hamba akan selalu menggunakan setiap waktu dari detik, menit, jam dan harinya serta keseluruhan jatah umur kehidupannya di dunia dengan sebaik-baiknya demi meraih keridhoan Allah Ta’ala. 

Dengan melakukan penuh akan perhitungan baik itu dalam hal amal ibadah yang wajib dan sunnah. Serta juga muhasabah terhadap amalan sholeh amalan kebaikan yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat secara sosial dan kehidupannya sebagai seorang hamba kepada Allah Sang Khalik. 


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS.Al-Hasyr (59):18).


Dan taukah kalian bahwa bermuhasabah diri sendiri itu sangat bayak membawakan manfaat untuk kita, manfaat apa sajakah, Berikut ini 

  1. Dengan bermuhasabah diri, maka diri setiap muslim akan bisa mengetahui akan aib serta kekurangan dirinya sendiri. Baik itu dalam hal amalan ibadah, kegiatan yang memberikan manfaat untuk banyak manusia. Sehingga dengan demikian akan bisa memperbaiki diri apa-apa yang dirasa kurang pada dirinya.
  2. Dalam hal ibadah, kita akan semakin tahu akan hak kewajiban kita sebagai seorang hambaNya dan terus memperbaiki diri dan mengetahui hakekat ibadah bahwasannya manfaat hikmah ibadah adalah demi kepentingan diri kita sendiri. Bukan demi kepentingan Allah Ta’ala. Karena kita lah manusia yang lemah dan penuh dosa yang memerlukan akan pengampunan dosa-dosa kita yang banyak.
  3. Mengetahui akan segala sesuatu baik itu kecil maupun besar atas apa yang kita lakukan di dunia ini, akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akherat. Inilah salah satu hikmah muhasabah dalam diri setiap manusia.
  4. Membenci hawa nafsu dan mewaspadainya. Dan senantiasa melaksanakan amal ibadah serta ketaatan dan menjauhi segala hal yang berbau kemaksiatan, agar menjadi ringan hisab di hari akhirat kelak.

Demikianlah penjelasan di atas semoga dari penjelasan ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembacanya, dan semoga kita semua dapat bermuhasabah diri sendiri, agar kelak Allah merihai kita dan membimbing kita untuk menggapai JannahNya. Amin

sumber: newsfarras


  • 0

Belajar menumbuhkan sifat Qona’ah di dalam kehidupan

Bismilahhirrohmannirrohim


Qana’ah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari dari rasa tidakpuas dan perasaan kurang. Orang yang memiliki sifat qana’ah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada didirinya adalah kehendak allah .


Qona’ah ynag berfungsi untuk seorang muslim yaitu akan selalu berlapang dada, berhati tenteram, merasa kaya dan berkecukupan, dan bebas dari keserakahan. kekuatan batin yang mendorong seseorang untuk meraih kemengan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap bergantung kepada karunia  Allah swt.

Qanaah tidak lain adalah bersikap ikhlas dan bisa menerima apa yang ada. Sikap qanaah selalu identik dengan bisa mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepadanya, sekecil apapun rejeki yang diterimanya. Qanaah menyuruh manusia untuk bersabar dalam menerima ketentuan Illahi jika ketentuan itu menyedihkan dan menyuruh manusia untuk bersyukur jika ketentuan itu berupa kenikmatan yang menyenangkan. Manusia harus ingat bahwa yang menentukan segala sesuatu atasnya adalah Dzat yang menguasai seluruh kehidupan.

Akan tetapi, Qanaah bukan berarti menyerahkan sepenuhnya kepada Allah lalu menunggu rejeki turun begitu saja. Namun dalam sikap qanaah manusia masih harus dituntut untuk selalu berikhtiar dan berikhtiar. Karena kebahagian tidak sepenuhnya disebabkan berlimpahnya materi, kebahagiaan datang dari hati dengan bersikap qanaah, selalu bersyukur dan tidak silau dengan kemewahan duniawi. 

Disebutkan dari riwayat Al-Miswar bin Syaddad, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda:

ما الدنيا في الاخرة الا كمثل ما يجعل احدكم اصبعه في اليم فلينظر بما ترجع رواه مسلم والترمذي وابن ماجاه

Artinya: “dunia itu dibanding akhirat tidak lain hanyalah seperti jika seseorang di antara kalian mencelupkan jarinya ke lautan, maka hendaklah dia melihat air yang menempel di jarinya setelah dia menariknya kembali.”

Allah pun berfirman: “….dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

 (QS. Ali Imran: 185)


Qana’ah adalah salah satu dari perintah atau petunjuk-Nya untuk kebaikan kehidupan hamba-hambaNya. Maka sebagai hambaNya, sudah seharusnya untuk menjalankan perintahNya. Karena dengan qana’ah, orang akan selalu bahagia dalam keadaan apapun. Baik miskin atau kaya ia akan selalu merasa tercukupi dan puas dengan apa yang ada. Qana’ah merupakan pemberian Allah SWT yang sangat berharga, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

القناعة كنز لا يفنى

Artinya: “Qana’ah merupakan kekayaan yang tiada pernah sirna.”[9] 

Dalam kitab Zabur difirmankan: “Orang yang qana’ah adalah orang kaya walaupun ia lapar”. Allah SWT menjadikan lima perkara dalam lima tempat:

Kemuliaan dalam taat,

Kehinaan dalam maksiat,

Kharisma dalam sahalat malam,

Hikmah dalam batin yang sunyi, dan

Kaya dalam qana’ah.[10]

Orang yang beriman dan melakukan amal shalih menghadapi keberuntungan dengan rasa syukur dan sikap yang membuktikan kesungguhan syukur itu. jika menghadapi bencana maka ia akan bersabar dan berperilaku yang membuktikan kesungguhan kesabaran itu. Dengan demikian, hal itu dapat membuahkan di hatinya kesenangan kegembiraan dan hilangnya kegundahan, kesedihan, kegelisahan, kesempitan dada dan kesengsaraan hidup. Selanjutnya, kehidupan bahagia akan benar-benar menjadi realita baginya di dunia ini.


  • 0

Sebuah Keimanan yang paling Rasulluallah kagumi

Bismilahhirrohmannirrohim


Para sahabat yang di cintai Allah, Kali ini kami akan berbagi mengenai sebuah kisah yang penuh dengan hikmah dan ispiratis untuk kita semua, yaitu Kisah dari Zman Rasullallah saw. kisa apakah itu, Mari kita simak kisahnya. 


Alkisah, suatu ketika Rasulullah saw bermain tebak-tebakan dengan para sahabat. 


Bertanya Rasulullah,  “Tahukah kalian, mereka-mereka yang keimanannya membuatku kagum?”.

 “Aku tahu ya Rasulullah”, seru salah seorang sahabat. 

“Mereka yang engkau maksud itu tentulah para malaikat“. 

“Mengapa engkau berpikir demikian?”, tanya Rasulullah kembali. 

“Karena para malaikat selalu mematuhi semua perintah Allah.


Mereka tidak sekalipun pernah melanggar aturan Allah”, jawab sahabat. 

“Tapi para malaikat memang ditakdirkan untuk selalu mematuhi perintah Allah. 

Mereka tidak diberi kelengkapan hawa nafsu seperti layaknya kita. 

Dan tempat mereka dekat dengan Allah. Wajar jika mereka selalu beriman. Keimanan para malaikat tersebut, sama sekali tidak membuatku kagum”, bantah Rasulullah. 


Para sahabat termangu-mangu dengan jawaban Rasulullah tersebut. Mereka terdiam sejenak, memikirkan jawaban apa kiranya yang dikehendaki oleh Rasulullah. Tiba-tiba, salah seorang sahabat berseru, “Aku tahu ya Rasulullah, yang Rasulullah maksudkan tentu para nabi dan rasul utusan Allah.


Mereka manusia biasa seperti kita, namun mereka selalu mematuhi apapun yang Allah perintahkan, apapun resikonya”. Rasulullah tersenyum, “Betul mereka manusia biasa seperti kita, namun mereka mendapatkan petunjuk langsung dari Allah swt. 

Mereka menerima wahyu dan mendapatkan mukzizat. Wajar jika karena semua itu, mereka beriman kepada Allah”. “Keimanan mereka sama sekali tidak membuat aku kagum”, bantah Rasulullah sekali lagi. Kembali para sahabat ternganga dengan bantahan Rasulullah tadi. Mereka saling berpandangan lalu kembali tenggelam memikirkan jawaban pertanyaan Rasulullah. “Ah…, sekarang saya tahu ya Rasulullah”, kata salah seorang sahabat dengan muka berseri-seri. 


“Mereka yang Rasulullah maksudkan itu tentulah kami, para sahabatmu. Kami manusia biasa, kami juga tidak menerima wahyu, dan sama sekali tidak dikaruniai mukzizat apapun. Meskipun demikian, kami berjanji untuk selalu mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya”, jelas sahabat tersebut dengan senyum mengembang diwajahnya. Kembali Rasulullah tersenyum mendengar jawaban salah seorang sahabat tadi, “Betul kalian memang tidak menerima wahyu dan sama sekali tidak dikaruniai mukzizat, namun kalian kan melihat dengan mata kepala sendiri, mukzizat yang aku terima. Kalian juga mendengar dengan telinga kalian sendiri ketika wahyu Allah aku bacakan. Wajar jika karena itu, kalian beriman kepada Allah. Keimanan kalian, sama sekali tidak membuatku kagum”. Kali ini para sahabat betul-betul terhenyak dengan bantahan Rasulullah barusan. 


Dengan perasaan putus asa karena sudah kehabisan akal, akhirnya mereka menyerah, “Kiranya hanya Allah dan rasul-Nya saja yang tahu jawaban pertanyaan Rasulullah tadi”, kata salah seorang sahabat. “Sesungguhnya, mereka yang keimanannya membuatku kagum adalah mereka-mereka yang tidak sekalipun pernah berjumpa denganku. Mereka sama sekali tidak pernah melihat diriku dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka juga tidak sekalipun pernah mendengar suaraku. Dan yang lebih hebat lagi, mereka berabad-abad jaraknya dariku. Tapi kecintaan mereka kepadaku, tak sekalipun perlu aku ragukan”, jawab Rasulullah. “Mereka itulah, yang keimanannya sungguh-sungguh membuat aku kagum”, sambung Rasulullah menegaskan.


Sumber : kisahyangpenuhikmah