Category Archives: Senyum Ramadhan

  • 0

Kisah mengenai Infak di Zaman Rasulallah Saw

Bismilahhirrohmannirrohim

Para saudaraku yang senantiasa di Rahmati Allah swt, Kali ini YMA akan berbagi mengenai sebuah kisah di zaman Rasulullah swt, Kisah yang sangat mengispirasi kita kalanga muda dan seluruh umat manusia untuk berinfaq, Mari simak ceritanya .!!!!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“ Tidak seorang pun di antara kalian kecuali dia akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Tidak ada penerjemah antara dirinya dengan Allah. Kemudian ia melihat ternyata tidak ada sesuatu pun yang ia persembahkan. Selanjutnya, ia menatap ke depan ternyata neraka telah menghadangnya. Oleh karena itu, barang siapa di antara kalian yang bisa menjaga diri dari neraka, meski hanya dengan (memberikan) sebelah kurma (maka lakukanlah). ”

Pada suatu saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di kota Madinah, unta beliau menderum di kebun milik dua orang anak dari kalangan sahabat beliau. Maka, tempat itulah yang dijadikan sebagai areal masjid. Kedua anak tersebut lebih memilih menghibahkan tanah itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di dalam hadis tentang peristiwa hijrah yang panjang disebutkan, “Lalu, beliau mengendarai binatang tunggangannya dengan diiringi orang-orang. Sampai akhirnya, binatang tersebut menderum di lokasi (calon) masjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah. Di tempat itu, hari itu juga beliau mendirikan shalat bersama kaum muslimin. Lokasi tersebut adalah kebun kurma milik Suhail dan Sahl, dua orang anak yatim yang berada di bawah asuhan As’ad bin Zurarah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika binatang tunggangannya menderum di tempat tersebut, ‘Tempat ini, insya Allah, akan menjadi tempat tinggal (saya).’ Kemudian, beliau memanggil dua orang anak pemilik tanah tersebut dan menawar tanah mereka untuk dijadikan masjid. Keduanya berkata, ‘Tidak, bahkan kami menghibahkannya untukmu, wahai Rasulullah.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam enggan untuk menerimanya sebagai hibah, hingga beliau membelinya dari keduanya ….”
(H.r. Bukhari, no. 3906)

Lihatlah, salah seorang dari kaum muda sahabat. Ketika ia menerima warisan dari ibunya berupa sejumlah harta yang menyenangkan jiwa, ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang sedekah yang mesti ia keluarkan. Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, ia berkata, “Seorang anak datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam –menurut riwayat lain, “Seorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam–, ‘Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dan meninggalkan perhiasan. Apakah aku boleh menyedekahkannya atas nama ibuku?’ Beliau bertanya, ‘Ibumu menyuruhmu untuk melakukannya?’ Ia berkata, ‘Tidak.’ Beliau bersabda, ‘Tahanlah kalung ibumu itu.’”

Ubaidillah bin Abbas terkenal sebagai seorang dermawan. Ibnu Sa’ad berkata, “Abdullah dan Ubaidillah, dua orang putra Abbas. Jika keduanya datang ke kota Mekah maka Abdullah menyebarkan ilmu ke segenap penduduknya, sedang Ubaidillah membagi-bagikan makanan untuk mereka. Ubaidillah adalah seorang pedagang.”

Pada perisitiwa perang Khandaq, di saat penderitaan kaum muslimin menjadi-jadi, Jabir merasa sedih melihat kondisi yang menimpa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia memiliki kisah kepahlawanan tersendiri yang ia tuturkan sendiri, “Pada hari-hari pertempuran Khandaq, kami menggali parit. Ada sebongkah batu keras yang menghalang. Orang-orang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, ‘Ada batu keras yang melintang di parit.’ Beliau bersabda, ‘Aku yang akan turun (tangan).’ Lalu, beliau berdiri, sedangkan ketika itu ada batu yang terikat di perut beliau. Kami melewati tiga hari tanpa menyantap makanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil godam dan memukulkannya (ke batu), hingga batu itu hancur menjadi pasir berhamburan. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, izinkan aku kembali pulang ke rumah.’ Aku berkata kepada istriku, ‘Aku melihat pada diri Rasulullah sebuah kesabaran. Apakah kamu ada sedikit makanan?’ Istriku menjawab, ‘Aku punya gandum dan seekor anak kambing.’ Aku pun menyembelih kambing dan menumbuk gandum. Lalu, aku masukkan daging ke dalam periuk.

Aku datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika adonan telah melunak dan daging dalam wadah di atas tungku hampir matang. Aku berkata, ‘Aku mempunyai sedikit makanan, silakan Anda datang bersama satu atau dua orang ke rumahku.’ Beliau bertanya, ‘Seberapa banyak makanan itu?’ Aku beritahukan jumlahnya. Beliau bersabda, ‘Makanan yang banyak dan baik.’ Beliau melanjutkan, ‘Katakan kepada istrimu untuk tidak mengangkat pembakaran dan adonan roti dari perapian hingga aku datang.’ Beliau berkata kepada para sahabatnya, ‘Bangkitlah kalian!’ Maka, segenap kaum Muhajirin dan Anshar bangkit berdiri.” Ketika Jabir masuk menemui istrinya, ia berkata, “Rasulullah akan datang bersama kaum Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang ada bersama mereka.” Istrinya bertanya, “Apakah beliau menanyakan sesuatu kepadamu?” Jabir menjawab, “Ya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Masuklah kalian dan jangan berdesak-desakan.”

Beliau mulai memotong-motong roti dan menaruh daging di atasnya, lalu menutup periuk dan perapian bila mengambil (daging atau roti) darinya. Lalu, beliau mendekatkannya kepada para sahabatnya dan mengambilkannya. Beliau terus memotong-motong roti hingga semua orang kekenyangan, dan ternyata makanan itu masih tersisa.” Jabir berkata kepada istrinya, “Makanlah ini dan hadiahkanlah, sungguh orang-orang sedang ditimpa kelaparan.” (H.r. Bukhari, no. 4101; Muslim, no. 2039)

Sumber : kisahmuslim ,Biografi Generasi Muda Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Muhammad bin Abdullah ad-Duwaisy, Zam-Zam, Cetakan 1, 2009.

Demikianlah mengenai kisah ini, Semoga dari kisah yang kami bagikan ini dapat menyadarkan generasi muda dan lainnya agar tidak lupa untuk berinfak, Alangkah bagusnya bila generasi muda melatih dirinya berinfak serta sedekah , karena dari apa yang kita infak dan sedekahkan pasti di balas dengan Allah dengan lipatan ganda yang sudah di janjikan .


  • 0

Sedikit ulasan dan Potret kecil Santri dalam semangatnya mereka melakukan Ibadah

Bismilahhirohmannirrohim


Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

{فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا}
[النساء: 103]

“…Maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

      Beginiah potret Suasana santri pesantren Tahfidz Al- Barokah yang berada diDesa Sinarjaya Kota Bogor, Suasana dimana Azan Ashar berkumandang, Seluruh santri Tahfidz segera bergegas untuk mengambil Air Wudhu, air wudhu yang langsung mengalir darii atas pegunungan seakan memberikan rasa kesejukan, kesegaran serta semangat untuk para santri melaksanakan Solat Ashar berjamaah 

Semangat Para santri menghantarkan santri untuk melakukan ibadah dengan sepenuh hatinya, Menggerjakan Solat lima waktu dengan tepat waktu, Belajar menuntut ilmu pengetahuan dengan sungguh-sungguh serta mengistimewakan Al-Qur’an di setiap waktunya untuk di Hafalkanya . Karena mereka semua bercita-cita menjadi Generasi yang unggul dengan akhlaq serta keimanan yang mulia. 

     Demikianlan sedikut ulasan dan Potret Kecil yang kami bagikan kepada seluruh pembaca semoga dari apa yang kami bagikan dapat selalu bermanfaat bai para pembacanya . Amin Yra


  • 0

Mengapa kita di anjurkan Bersedekah. ?

Bismilahhiroohmannirohim

Para saudaraku yang di Rahmati Allah swt, kali ini YMA akan berbagi mengenai sebuah penjelasan Mengapa Kita harus bersedekah ,? Mari kita simak pembahasannya .!!

Sedekah berasal dari kata bahasa Arab yaitu shadaqoh yang berarti pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih luas dari sekadar zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta. Namun sedekah mencakup segala amal atau perbuatan baik.

Mengapa kita di anjurkan Bersedekah karena sekah merupakan bagian dari Ibadah, Serta Sedekah sangat banyak sekali memiliki Keistimewahan dan Keutamaan seperti yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya . Keistimewaannya bukan hanya dirasakan orang yang bersedekah, bahkan keluarganya maupun orang lain merasakan keistimewan sedekah itu secara tidak langsung. Malah kebanyakan dari kita tidak menyadari ketika dibebaskan dari bencana, disembuhkan dari sakit, ditenangkan hidupnya seringkali tumbuh karena banyak mengeluarkan sedekah. Berikut ini mengenai Alasan menapa kita harus bersedekah :

  1. Menumbuhkan dan menguatkan kasih sayang antar sesama.

Sebagaimana Rasulullah saw bersabda : “Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan syurga dan jauh dari neraka.” (HR. Tirmidzi) Kedermawanan merupakan kunci dekat kepada Allah swt dan dekat dengan manusia. .

  1. Untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Sedekah salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. sebagaimana Rasulullah saw bersabda ” Artinya, “Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan syurga dan jauh dari neraka.”(HR. Imam Tarmidzi)

  1. Menghapuskan kesalahan atau dosa.

Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda : “Dan sedekah itu bisa menghapus kesalahan, sebagaimana air bisa memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

  1. Untuk Membersikan Harta.

Islam menganjurkan kepada umatnya agar mencari rezki itu dengan cara yang halal, supaya halal juga hasilnya. Namun terkadang tanpa kita sadar ada harta kita yang bercampur dengan yang haram.

contoh seorang pedang tanpa di sengajabarang yang di jualnya berkurang takaran atau beratnya. untuk itu perlu dibersihkan hasilnya dengan cara bersedekah. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw,yang artinya : “wahai para pedagang, sesunggunyajual beli ini diikuti dengan sumpah dan dusta. Olehkarena itu campurlah ia dengan sedekah.”(HR Nasa’i)

  1. Harta yang disedekahkan tidak pernah berkurang.

Kita harus meyakini bahwa harta yang disedekahkan tidak akan pernah berkurang. Sebagaimana Rasulullah saw. bersabda : “Harta tidak akan berkurang karena sedekah” (HR. Muslim)

  1. Menolak bala’ dan sakit.

Sedekah bisa menolak bala’ dan sakit sebagaimana Rasulullah saw bersabda, “Obatilah orang sakit diantara kalian dengan sedekah. dan bentengilah hartamu dengan zakat dan persiapkanlah do’a’ untuk menghadapi bala’ .

  1. Pahalanya berlipat ganda.

Firman Allah swt. dalam Al-Qur’an, yang artinya : “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasulnya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. maka orang-orang yang beriman diantara kamu dan yang menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (QS. Al-Hadid : 7)

  1. Mendapatkan keberkahan harta dan kelapangkan rezeki

Keberkahan harta yang dimaksud adalah merasa bahagia, tenang dengan harta yang kita miliki, serta harta kita yang miliki bisa kita manfaatkan untuk jalan yang diridhai Allah swt. sedangkan kelapangan rezki adalah kita merasa mudah untuk mendapatkan yang kita inginkan dengan jalan yang diridhai Allah swt .

  1. Agar terhindar dari siksa neraka.

Sedekah bisa menjauhkan diri dari siksaan api neraka, sebagaimana Rasulullah saw bersabada : “Jagalah diri kalian dari api neraka sekalipun hanya (bersedekah) dengan setengah biji kurma.” (HR. Bukhari)

  1. Harta yang di sedekahkan akan diganti dengan yang lebih baik.

Harta yang disedekahkan akan di ganti oleh Allah swt. dengan yang lebih baik, sebagaiman Rasulullah saw. bersabda : “Tiada hari yang mestidilewati oleh seluruh manusia, kecuali pada pagi harinya ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari malaikat itu berkata, “Ya, Allah, berilah ganti orang yang berinfak (bersedekah).

” Dan malaikat satunya lagi berkata, “Wahai Allah, lenyapkanlah harta orang yang tidak mau mengeluarkan sedekah.” (HR. Imam Bukhari)

Demikian mengenai Uraian di atas mengenai Menapa kita harus Bersedekah, semoga dari penjelasan ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembacanya, agar senantiasa tidak lupa untuk bersedekah .


  • 0

Keutamaan Menjadi Tahfidz Qur”an

Bismilahhirrohamanirrohim

 

Para saudraku yang senantiasa di cintai Allah SWT, kali ini kami akan membahas mengenai Keutamaan menjadi seorang Hafidz atau pun Hafidzah, dan Apa itu Tahfidz. ?

Tahfidz Al-Qur’an terdiri dari dua kata yaitu tahfidz dan Al-Qur’an. Kata tahfidz merupakan bentuk masdar ghoir mim dari kata yang mempunyai arti menghafalkan Tahfidz mempunyai artinya menghafal, adalah proses mengulang sesuatu, baik dengan membaca atau mendengar. Pekerjaan apapun jika sering diulang, pasti menjadi hafal.

Menurut Imam Nawawi hukum menghafal Al-Qur’an adalah fardu kifayah. Termasuk hukumnya fardu kifayah, ilmu-ilmu syara’ yang mesti diperoleh oleh seorang muslim untuk menegakkan agamanya seperti menghafal Al-Qur’an.

 

  • Menjadi keluarga Allah di dunia

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

  • Lebih diutamakan untuk dihormati dan didahulukan

“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)

 

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)

“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)

  • Mendapat syafaat dari Alquran

“Penghafal Quran akan datang pada hari kiamat dan AlQuran berkata: “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia. Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). AlQuran kembali meminta: Wahai Tuhanku, ridhailaih dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Tirmidzi)Termasuk sebaik-baik manusia

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

  • Dimuliakan oleh Allah

“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)

  • Orang lain boleh iri padanya

“Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ’Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat” (HR. Bukhari)

  • Mampu menyelamatkan kedua orangtua

Sabda rasulullah s.a.w : “Daripada Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”.

Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Quran berkata; “saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan.

Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya.

Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Quran.”

Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil)

 

Demikian Uraian di atas Semoga Allah selalu memberi RidhaNya kepada kita yang senantiasa untuk menjadi Hafiz ,Hafizah serta mencintai Al Qur’an dengan jiwa dan raga.

 

 

 

 

 

 

 

 


  • 0

Kisah Rahman Hafidz Quran cilik yang mempunyai doa istimewah untuk Alm.Bapaknya

Bismilahhirrohmannirrohim

 

Seorang Anak yang kehilangan sosok pahlawan yang seharusnya membimbing mereka sebelum mereka mengenal hal – hal baru di masa mereka. Siapakah mereka , ? Para Anak Yatim yang belum sempat merasakan hangatnya pelukan sang Ayah .

Di dalam dunia yang luas ini ada begitu banyak Anak Yatim yang sangat merindukan Sosok Ayah yang sangat iya dambakan, ia merindukan seseorang sosok yang sangat tangguh di dalam kehidupannya . Saudaraku yang senantiasa di cintai Allah swt , Hari ini YMA akan berbagi Sebuah Kisah nyata yang kami temui pada seorang Anak Yatim di sebuah Desa yang berada tepat di Pengunungan . Mari simak kisahnya .!!

Hari demi hari berjalan , Bulan demi bulan menghabiskan harinya dimana Bulan yang terus berjalan mendekati suatu Bulan yang sangat istimewa Bulan apakah itu , ? Yaitu Bulan Muharram yang bertepatan 10 Muharram, Sebuah bulan yang sangat di nanti-nanti begitu banyak anak yatim, mereka menunggu kehadiran para saudara untuk berbagi senyum keberkahan serta kebahagiaan kepada mereka .

Kami pun selaku Yayasan Mandiri Amanah sudah mempersiapkan sebuah Acara yang memang di peruntukan untuk Anak – Anak Yatim Yatim yaitu Lebaran Yatim dengan tema “ Berbagi kebahagiaan bersama Anak Yatim, Dhuafa, dan Hafidz”

Di suatu ketika tibalah hari tersebut yaitu 10 Muharram 1439 H, Jika di lihat dari kalender Masehi yaitu tanggal 5 Oktober 2017, Seluruh Tim dari Yayasan Mandiri Amanah Sudah mempersiapkan segala kebutuhan untuk Acara Lebaran Yatim yang YMA adakan. Santunan Lebaran Yatim di adakan di Desa Sinarjaya, Ponpes Tahfidz Al- Barokah Bogor yang di Ikuti dengan para Anak Yatim,/Piatu, Dhuafa, serta para Hafidz dan Hafizah Tahfidz Al- Barokah. Alhamdulilah atas ridha Allah Acara Santunan Lebaran Yatim berjalan dengan lancar dan penuh Hikmat, di sela” kegiatan dari susunan acara yang kami adakan kami mewawancarai beberapa Anak- Anak Yatim/Piatu, Dhuafa, serta para Hafiz dan hafizah. Di antara perbincangan kami dengan anak-anak ada suatu hal yang membuat kami sangat tertarik yaitu di saat wawancara kami bersama Seorang Anak Yatim yang Bernama “ Rahman ” . Rahman adalah Seorang Anak Yatim yang berumur 7 tahun , yang Tinggal Sebuah Pesantren Al- Barokah di Desa Sinarjaya, Bogor .

Rahman memulai hidupnya di Pesantren Al- Barokah Bogor, menjadi Seorang Hafidz Quran yang akan sangat di banggakan oleh Ibu dan alm.Bapaknya , Seorang Anak Hafidz Quran yang berhasil menghafal Juz 30 di masa belianya dimana di masa yang harus memaksakan dirinya untuk medewasakan diri tanpa sosok sang bapak membimbingnya . Rahman seorang Anak ayng sangat mempunyai Hati sangat tulus yang mempunyai cita-cita menjadi seorang Kyiai di saat ia mulai tumbuh dewasa. Cita – cita yang sangat mulia yang di persembahkan untuk sang Bapak tercinta. Disaat kami bertanya Apa doa-doa Rahman setiap rahman habis mengaji dan solat untuk alm. Bapak ? dan Rahman menjawab, Semoga Bapak di lapangkan kuburannya, Semoga bapak di masukan ke dalam surga, dan semoga Rahman dan Ibu di pertemukan sama bapak di surga, itu Jawaban Rahman. Sungguh jawaban itu sungguh sangat menyentuh hati kami, seorang Anak soleh yang sangat merindukan sosok Bapaknya, yang belajar mendewasakan diri tanpa Bapaknya dan mempunyai doa yang sagat istimewa yang ia pinta pada tuhannya Yaitu Allah , Sebuah Doa yang akan menjadi penghantar utnuk dirinya bertemu sang Bapak di Surga .

Demikianlah mengenai Uraian Kisah Rahman seorang Hafidz ini, Semoga dengan adanya cerita ini, membuat kita untuk selalu mencintai dan menyayagi dengan tulus Orang tua kita selagi masih ada ,serta semoga kisah ini menjadi bermanfaat bagi para pembacanya. Amin YRA


  • 0

Riwayat Kisah Seorang Janda dan Anak Yatim dari Kaum Alawiyyin

Bismilahhirrohmannirrohim

  

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah swt, Hari ini YMA akan barbagi sebuah Riwayat Kisah yang sangat Hikmah yaitu Allah akan memberikan Surga kepada Seseorang yang Menolong janda dan anak Yatim ,  Riwayat mengenai kaum Alawiyyin, Apa itu kaum Awaliyyin. ? mari kita membahasnya .

Kata Alawiyyin memiliki dua pengertian, pengertian pertama ialah keturunan Sayyidina Ali bin Abi Thalib sedangkan pengertian kedua menunjukan keturunan Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa ar-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin Ali al-Uraidhi bin Ja’far Ash-shadiq  Sebutan lain untuk Alawiyyin adalah Ba’ Alawi.  

Alawiyyin adalah sebutan bagi kaum atau sekelompok orang yang memiliki pertalian darah dengan Nabi Muhammad. Setelah kita mengentahui arti dari awalyyin tersebut Mari kita menyimak kisah dari kaum tersebut.  

Di awali dari Sebuah riwayat tentang seseorang dari kaum alawiyyin bahwa dia singgah di daerah ‘ajam (selain bangsa Arab). Dia mempunyai seorang istri alawiyah dan beberapa anak perempuan. Mereka hidup dengan kenikmatan yang melimpah. Kemudian sang suami meninggal dunia. Setelah itu, istri dan putri-putrinya mengalami kefakiran dan sangat membutuhkan. Lantas perempuan tersebut bersama putri-putrinya keluar ke daerah lain lantaran khawatir musuh-msuhnya merasa gembira dengan musibah yang menimpanya. Lantaran udara yang terlalu dingin, perempuan tersebut membawa anak-anaknya singgah ke beberapa masjid yang dimuliakan.

Tatkala perempuan tersebut berjalan untuk mencari makanan, dia melewati dua orang, yaitu seorang muslim yang merupakan sesepuh daerah tersebut dan orang Majusi yang merupakan penanggung jawab daerah tersebut. Perempuan itu menemui lelaki muslim tadi, dia bercerita kepadanya mengenai kondisi dirinya dan bahwa dia merupakan golongan alawiyah dan syarifah. Dia ingin mendapat makanan untuk anak-anaknya. Lalu si muslim berkata, “Tunjukkan bukti dan saksi bahwa engkau seorang alawiyah dan syarifah.”

Perempuan tersebut menjawab, “Saya perempuan asing. Di daerah ini tidak ada orang yang mengenali saya.”

Lalu si muslim berpaling darinya. Perempuan itu pun berjalan meninggalkannya dalam keadaan kecewa dan bersedih.

Kemudian dia mendatangi orang Majusi dan menceritakan kondisi dirinya kepadanya, lantas si Majusi bangkit dan mengutus pembantunya untuk menjemput putri-putri perempuan itu, lalu putri-putri perempuan tersebut dibawa ke rumahnya. Dia memberi makan kepada mereka dengan makanan yang paling enak dan memberi mereka pakaian dengan pakaian yang paling membanggakan. Semalaman mereka bersama si Majusi dengan penuh kenikmatan dan kemuliaan.

Pada saat tengah malam, sesepuh yang muslim bermimpi dalam tidurnya seakan-akan kiamat telah datang. Dia memegang bendera di atas kepala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba tampak sebuah istana dari zamrud hijau, terasnya terbuat dari mutiara dan Yaqut. Di dalamnya terdapat kubah-kubah terbuat dari mutiara dan marjan. Lalu dia bertanya, “Untuk siapakah gedung ini?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Bagi seorang muslim yang bertauhid.”

Dia berkata, “Wahai Rasulullah! Saya seorang muslim yang bertauhid.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tunjukkan bukti dan saksi bahwa engkau seorang muslim yang bertauhid.”

Dia pun kebingungan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, “Ketika seorang perempuan alawiyah minta tolong kepadamu, engkau berkata kepadanya, ‘tunjukkan bukti kepadaku bahwa kamu seorang alawiyah.’ Demikian pula engkau. Tunjukkan bukti kepadaku bahwa engkau seorang muslim.”

Lantas dia terbangun dari tidurnya sambil bersedih karena telah menolak perempuan alawiyah dalam keadaan kecewa. Kemudian dia berkeliling di daerah dan menanyakan tentang perempuan tersebut hingga akhirnya dia tahu bahwa perempuan tersebut berada di tempat Majusi. Lalu dia mendatanginya.

Dia berkata kepada Majusi, “Saya menghendaki perempuan syarifah alawiyah serta putri-putrinya dari dirimu?”

Si Majusi menjawab, “Tidak ada jalan bagiku melakukan hal ini. Sungguh, saya telah memperoleh berkah dari mereka.”

Dia berkata lagi, “Sialakan ambil seribu dinar dari diriku, tetapi serahkan perempuan tersebut kepadaku!”

Si Majusi menjawab, “Saya tidak akan melakukannya.”

Dia berkata, “Harus.”

Si Majusi berkata, “Hal yang engkau inginkan itu sayalah yang lebih berhak sedangkan gedung yang engkau lihat di dalam mimpi memang diciptakan untukku. Apakah engkau menunjukkan Islam kepadaku? Demi Allah, semalam saya dan keluarga saya tidak tidur sebelum kami masuk Islam melalui tangan perempuan syarifah ini. Saya juga bermimpi ketika tidur sebagaimana yang engkau impikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Apakah perempuan alawiyah serta putri-putrinya bersama kamu?’ Saya menjawab, ‘Iya. Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Gedung itu untukmu dan keluargamu. Kamu dan keluargamu termasuk penduduk surga. Di dalam Azali, Allah Subhanahu wa Ta’ala memang menciptakanmu sebagai orang mukmin.’ Kemudian orang muslim tersebut pulang dengan membawa kesedihan dan kesusahan yang hanya diketahui oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, lihatlah berkah dan kemuliaan berbuat baik kepada para janda dan anak yatim.

Sumber , Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan

 

Demikian mengenai Uraian Riwayat Kisah Alawiyyin seseorang yang menolong  janda dan Anak Yatim di atas , Semoga dengan adanya kisah ini manjadi sebuah teguran untuk kita dalam hal menolong , karena Allah sudah menjanjikan keberkahan dan kemuliaan untuk yang berbuat baik kepada para janda dan anak yatim sudah.

 


  • 0

Generasi Berdaya Mandiri Amanah

Bismilahhirrohmanirrohim

 

Para saudaraku yang senantiasa di rahmati Allah swt, YMA akan berbagi mengenai Program dari Yayasan Mandiri kami yaitu Program Generasi Berdaya. Apa itu Generasi berdaya. ?

Manusia yang Berdaya adalah manusia yang mampu menjalankan harkat martabatnya sebagai manusia,merdeka dalam bertindak sabagai manusia dengan didasari akal sehat serta hati nurani.

Generasi Muda berdaya adalah kelompok besar di tengah satu bangsa semestinya dibentuk menjadi Generasi Unggul (khairaUmmah) yang akanmemikul amanah peran pelopor perubahan (agent of changes) berbekal keyakinan dan keimanan kepada Allah SWT selalu melaksanakan misi amarmakrufnahyunanilmunkar.

Generasi Berdaya harus tumbuh  menjadi kelompok  muda  yang penuh dengan keimanan kepada Allah dan Allah lengkapkan mereka lagi dengan hidayah. (QS.al Kahfi).

Maksud dan Tujuan dari Program Generasi Berdaya, Beberapa cara yang perlu di ajarkan pada generasi muda berdaya antara lain :

  1. Membangun sikap Kejujuran
  2. Membangun sikap Loyalitas dan dapat diandalkan
  3. Membangun sikap Hormat
  4. Mewujudkan sikap Baik hati dan pertemanan
  5. Mewajubkan sikap Keberanian
  6. Mewujudkan sikap Kedamaian
  7. Membangun sikap Mandiri dan Potensial
  8. Mengajarkan sikap Disiplin diri dan Moderasi
  9. Memilikisikap Kesetiaan dan kemurnian, Keadilan serta kasih sayang .

Demikian Uraian di atas mengenai Program Generasi Berdaya dari Yayasan Mandiri Amanah , Semoga Allah senantiasa memberikan RahmatNya serta ridhanya kepada Program Generasi Berdaya YMA agar Program ini dapat sesuai berjalan


  • 0

Pemuda yang sangat istimewah di mata Rasulullah saw Part III

Bismilahhirromannirrohim

 

Para saudaraku yang senantiasa di Rahmati Allah swt, kami akan melanjutkan sebuah kisah yang sangat istimewa mengenai sebuah kebaikan Uwais Al Qarni, Kebaikan yang Allah perintahkan kepada kita semua sebagai Khalifah di bumi ini . Kisah seorang pemuda yang bernama Uwais Al Qarni yang sangat istimewah di Mata Rasulaallah Saw.

Kisah Berlanjut ketika Uwais Al Qarni Wafat



Beberapa tahun kemudian, Uwais Al Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan di mandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang ingin berebutan ingin memandikannya. Dan ketika di bawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang sudah menunggu untuk mengafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa ke pekuburannya, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk menusungnya.

Meninggalnya Uwais Al Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al Qarni adalah seorang yang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau Wahai Uwais Al Qarni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai pengembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatnya, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal.mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya.”

Berita meninggalnya Uwais Al Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar kemana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al Qarni disebabkan permintaan Uwais Al Qarni sendiri kepada Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Nabi, bahwa Uwais Al Qarni adalah penghuni langit.

Begitulah Uwais Al Qarni, sosok yang sangat berbakti kepada orang tua, dan itu sesuai dengan sabda Rasulullah ketika beliau ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR Ibnu Majah).

 

 

Demikianlah mengenai kisah tersebut, Semoga kisah ini mengispirasi kalian mengenai sebuah kebaikan dan ketaatan kita kepada Orang Tua, Serta kisah ini selalu bermanfaat bagi para orang yang membacanya. Amin YRA

 

 

 


  • 0

Pemuda yang sangat istimewah di mata Rasullaallah saw Part II

Bismilahhirromannirrohim

Para saudaraku yang senantiasa di Rahmati Allah swt, kami akan melanjutkan sebuah kisah yang sangat istimewa mengenai sebuah kebaikan Uwais Al Qarni, Kebaikan yang Allah perintahkan kepada kita semua sebagai Khalifah di bumi ini . Kisah seorang pemuda yang bernama Uwais Al Qarni yang sangat istimewah di Mata Rasulaallah Saw.

 

  1. Uwais Al Qarni pergi ke Madinah 

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al Qarni sampai juga di kota Madinah. Segera ia mencari rumah Nabi Muhammad. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al Qarni menyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada di rumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah r.a., istri Nabi. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi, tetapi Nabi tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al Qarni bergejolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terniang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu,agar ia cepat pulang ke Yaman, “Engkau harus lepas pulang.”

Akhirnya, karena ketaatanya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah r.a., untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi. Setelah itu, Uwais pun segera berangkat pulang mengayunkan lengkahnya dengan perasaan amat sedih dan terharu.

Peperangan telah usai dan Nabi pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi menanyakan kepada Siti Aisyah r.a., tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais anak yang taat kepada orang ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi, Siti Aisyah r.a. dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah r.a. memang benar ada yang mencari Nabi dan segera pulang ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit itu, kepada sahabatnya, “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih di tengah telapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi memandang kepada Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khaththab seraya berkata, “Suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khaththab. suatu ketika Khalifah Umar teringat akan sabda Nabi tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu. yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa Khalifah Umar dan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan dia?

Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang baru datang dari Yaman, segera Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib segera pergi menjumpai Uwais Al Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang salat. Setelah mengakhiri salatnya dengan salam, Uwais menjawab salam Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib sambil mendekati kedua sahabat Nabi tersebut dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah dengan segera membalikan telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan Nabi. Memang benar! Tampaklah tanda putihdi telapak tangan Uwais Al Qarni.

Wajah Uwais nampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi. Bahwa ia adalah penghuni langit. Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah”. Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. akhirnya Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memohon agar Uwais membacakan doa dan Istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “Saya lah yang harus meminta do’a pada kalian”.

Mendengar perkataan Uwais, “Khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari Anda”. Seperti dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Demikianlah mengenai kisah tersebut, Semoga kisah ini mengispirasi kalian mengenai sebuah kebaikan dan ketaatan kita kepada Orang Tua, kisah ini masih berlanjut ya saudaraku akan kami lanjutkan di post berikutnya.


  • 0

Pemuda yang sangat istimewah di mata Rasullallah Saw

Bismilahhirrohmannirrohim

 

 

Para saudaraku yang senantiasa di Rahmati Allah swt, Kali ini YMA akan berbagi sebuah kisah yang sangat istimewa mengenai sebuah kebaikan, Kebaikan yang Allah perintahkan kepada kita semua sebagai Khalifah di bumi ini . Kisah seorang pemuda yang bernama Uwais Al Qarni yang sangat istimewah di Mata Rasulaallah Saw.

“Belum dikatakan berbuat baik kepada Islam, orang yang belum berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya.” Syaikhul Jihad Abdullah Azza

Di Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak. Karena penyakit itu tubuhnya menjadi belang-belang. Walaupun cacat tapi ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” pinta sang ibu.

Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan?

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seekor anak lembu, kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkin pergi haji naik lembu. Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. “Uwais gila… Uwais gila..” kata orang-orang yang melihat tingkah laku Uwais. Ya, banyak orang yang menganggap aneh apa yang dilakukannya tersebut.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik-turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahukah sekarang orang-orang, apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari? Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya.

Uwais menggendong Ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa.

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais.

“Bagaimana dengan dosamu?” tanya sang Ibu keheranan.

Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga.”

Itulah keinginan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya. Uwais seketika itu juga sembuh dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuknya Uwais tersebut? Ituah tanda untuk Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat Rasulullah untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari di sekitar Ka’bah karena Rasulullah berpesan, “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kalian berdua, pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman.”

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR Bukhari dan Muslim)

Demikianlah mengenai kisah tersebut, Semoga kisah ini mengispirasi kalian mengenai sebuah kebaikan dan ketaatan kita kepada Orang Tua, kisah ini masih berlanjut ya saudaraku akan kami lanjutkan di post berikutnya.