Kisah Wanita Menjadi Ahli Surga karena Sabar dalam Penyakitnya

  • 0

Kisah Wanita Menjadi Ahli Surga karena Sabar dalam Penyakitnya

Bismilahhirrohmanirrohim

Para sahabatku yang senantiasa di Cintai Allah, Kali ini saya akan berbagi sebuah kisah di dalam Al-Quran yang sangat menarik dan penuh dengan Hikmah, Ini cerita seorang ibu Masuk Surga dikarnakan kesabarannya menanggung penyakit ayan atau ( Epilepsi ) di zaman Rasulallah Saw. Mari kita simak ceritanya
Dari Abu Sa’id Al-Khudry dan Abu Hurairah Radhiyallahu anhuma, keduanya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam berkata:

“Tidaklah seoarang Mukmin ditimpah sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya.”

Sabar menghadapi sakit, menguasai diri karena kekhawatiran dan emosi, menahan lidahnya agar tidak mengeluh, merupakan bekal bagi orang Mukmin dalam perjalanan hidupnya didunia. Maka dari itu sabar merupakan sebagian dari Iman, sama seperti kedudukannya kepala bagi badan. Tidak ada iman bagi orang yang tidak sabar, sebagaimana badan tiada arti tanpa kepala. Andaikata engkau mengetahui tentang pahala dan berbagai cobaan yang telah dijanjikan Allah bagimu tentu engkau bisa bersabar dalam menghadapi sakit. sperti riwayat di bawah ini:

Dari Atha’ bin Rabbah, dia berkata.” Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku,”Maukah kutunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni surga.”
Aku menjawab .”Ya.”
Ibnu Abbas berkata,” Wanita berkulit hitam itu pernah mendatangi Nabi saw. seraya berkata: ,”Sesungguhnya aku sakit ayan dan auratku terbuka. Maka berdoalah bagi diriku.”
Beliau saw. berkata: ,” Apabila engkau menghendaki, maka engkau bisa bersabar dan bagimu adalah surga. Dan, apabila engkau menghendaki, engkau bisa berdoa sendiri kepada Allah hingga Dia memberimu afiat.”
lalu wanita itu berkata :,”Aku akan bersabar.”
dan ia berkata lagi:,”Sesungguhnya auratku terbuka. Maka doakanlah aku agar auratku tidak terbuka.”
Maka Nabi saw. berdoa untuk wanita itu.

Ternyata wanita itu memilih untuk bersabar menghadi panyakitnya dan diapun masuk surga. Begitulah semestinya yang engkau ketahui, bahwa sabar menghadapi cobaan dunia akan mewarisi surga.
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata. Rasulullah saw. bersabda :
,” Cobaan akan tetap menimpah atas diri orang Mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya sehingga ia bersua Allah dan pada dirinya tidak ada lagi suatu kesalahanpun.”

Dari Ummu Al-Ala, dia berkata, Rasulullah saw. menjengukku takala aku sedang sakit, lalu beliau berkata:
,”Gembiralah wahai Ummu Al-Ala, sesungguhnya sakitnya orang muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahannya, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak.”

,”Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar,” (Ali Imran: 146)

,”Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Az-Zumar: 10).

,”Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” ( Al-Baqarah:177).

Allah mengujimu menurut bobot iman yang engkau miliki. Apabila bobot imanmu berat, maka Allah akan memberikan cobaan yang lebih keras. Apabila ada kelemahan dalam agamamu, maka cobaan yang diberikan kepadamu lebih ringan.

Dari Sa’id bin Abi Waqqash ra. di berkata, aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw.


,”Wahai Rasulullah saw. siapakah orang yang paling keras cobaannya.”
Beliau saw. menjawab: ,”Para Nabi, kemudian orang pilihan, dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan agama yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan apabila di agamanya ada kelemahan, maka ia akan di uji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan diatas bumi dan tidak ada satu kesalahanpun pada dirinya.


Demikianlah, Semoga dari cerita ini banyak Hikmah yang di Ambil,  Begitu banyak sebuah kisah di zaman Rasulallah yang perlu kita ketahui dan renungi untuk belajar di Kehidupa ini yang akan tetap berlanjut. 


Leave a Reply