Kita harus lebih mengingatnya, bahwa Kematian itu pasti datang

  • 0

Kita harus lebih mengingatnya, bahwa Kematian itu pasti datang

Bismilahhirrohmannirrohim

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu… (QS. Ali Imran [3] : 185).


Kematian merupakan suatu kepastian, yang akan dialami oleh setiap umat manusia yang hidup dialam dunia ini. Bersama dengan bergulirnya waktu dan bertambahnya usia seseorang, pada dasarnya berarti ia telah bertambah mendekati pada titik akhir dari pada kehidupannya.


Muda maupun tua tidak ada yang tahu kapan ajal akan datang. Sesaat yang lalu, mungkin kita masih melihat saudara atau sahabat kita sehat bugar, ia pun masih muda dan kuat. Namun, saat ini ternyata ia telah pergi meninggalkan kita. Dan kita pun juga tidak tahu kapan kita akan dijemput untuk dikembalikan kepada-Nya.


Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,


 “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al-Anbiyā’ 21 : 35) 


Ketika Malaikat Maut datang menghampiri untuk menjemput seseorang karena ajalnya telah tiba, maka orang itu tidak akan luput dari padanya, kemanapun ia akan berlari untuk bersembunyi, meskipun ia dirawat dan dikelilingi oleh team dokter yang paling ahli sekalipun, dengan peralatan tekhnologi medis yang paling canggih dan mutakhir sekalipun.


Semua itu tidak akan dapat menolong dan menghindar daripada kematiannya. Sebagaimana ditegaskan dalam Qur’an :

  

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al-Jumuah [62]: 8).



Sebagaimana halnya yang disebutkan dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda :


“Sesungguhnya ruh orang mumin itu tidaklah keluar( mati ), sehingga ia melihat tempatnya di surga. Dan ruh orang kafir itu tidaklah akan keluar(mati), sehingga ia melihat tempatnya di neraka”.



Dari bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu seorang Anshar mendatangi Beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mu’min manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaqnya.” “Lalu mu’min manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (H.R. Ibnu Majah). Semoga kita termaksud muslim dan musliham yang selalu mengingat bahwa kematia akan datang, Karena Dalam Mukhtashar Minhajul Qashidin, Syumaith bin ‘Ajlan berkata, 


“Barangsiapa menjadikan maut di hadapan kedua matanya, dia tidak peduli dengan kesempitan dunia atau keluasannya.”


Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mayit akan diikuti oleh tiga perkara (menuju kuburnya), dua akan kembali, satu akan tetap. Mayit akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap.” (H.R. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan Nasa’i)


Leave a Reply