Belajar menumbuhkan sifat Qona’ah di dalam kehidupan

  • 0

Belajar menumbuhkan sifat Qona’ah di dalam kehidupan

Bismilahhirrohmannirrohim


Qana’ah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari dari rasa tidakpuas dan perasaan kurang. Orang yang memiliki sifat qana’ah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada didirinya adalah kehendak allah .


Qona’ah ynag berfungsi untuk seorang muslim yaitu akan selalu berlapang dada, berhati tenteram, merasa kaya dan berkecukupan, dan bebas dari keserakahan. kekuatan batin yang mendorong seseorang untuk meraih kemengan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap bergantung kepada karunia  Allah swt.

Qanaah tidak lain adalah bersikap ikhlas dan bisa menerima apa yang ada. Sikap qanaah selalu identik dengan bisa mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepadanya, sekecil apapun rejeki yang diterimanya. Qanaah menyuruh manusia untuk bersabar dalam menerima ketentuan Illahi jika ketentuan itu menyedihkan dan menyuruh manusia untuk bersyukur jika ketentuan itu berupa kenikmatan yang menyenangkan. Manusia harus ingat bahwa yang menentukan segala sesuatu atasnya adalah Dzat yang menguasai seluruh kehidupan.

Akan tetapi, Qanaah bukan berarti menyerahkan sepenuhnya kepada Allah lalu menunggu rejeki turun begitu saja. Namun dalam sikap qanaah manusia masih harus dituntut untuk selalu berikhtiar dan berikhtiar. Karena kebahagian tidak sepenuhnya disebabkan berlimpahnya materi, kebahagiaan datang dari hati dengan bersikap qanaah, selalu bersyukur dan tidak silau dengan kemewahan duniawi. 

Disebutkan dari riwayat Al-Miswar bin Syaddad, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda:

ما الدنيا في الاخرة الا كمثل ما يجعل احدكم اصبعه في اليم فلينظر بما ترجع رواه مسلم والترمذي وابن ماجاه

Artinya: “dunia itu dibanding akhirat tidak lain hanyalah seperti jika seseorang di antara kalian mencelupkan jarinya ke lautan, maka hendaklah dia melihat air yang menempel di jarinya setelah dia menariknya kembali.”

Allah pun berfirman: “….dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

 (QS. Ali Imran: 185)


Qana’ah adalah salah satu dari perintah atau petunjuk-Nya untuk kebaikan kehidupan hamba-hambaNya. Maka sebagai hambaNya, sudah seharusnya untuk menjalankan perintahNya. Karena dengan qana’ah, orang akan selalu bahagia dalam keadaan apapun. Baik miskin atau kaya ia akan selalu merasa tercukupi dan puas dengan apa yang ada. Qana’ah merupakan pemberian Allah SWT yang sangat berharga, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

القناعة كنز لا يفنى

Artinya: “Qana’ah merupakan kekayaan yang tiada pernah sirna.”[9] 

Dalam kitab Zabur difirmankan: “Orang yang qana’ah adalah orang kaya walaupun ia lapar”. Allah SWT menjadikan lima perkara dalam lima tempat:

Kemuliaan dalam taat,

Kehinaan dalam maksiat,

Kharisma dalam sahalat malam,

Hikmah dalam batin yang sunyi, dan

Kaya dalam qana’ah.[10]

Orang yang beriman dan melakukan amal shalih menghadapi keberuntungan dengan rasa syukur dan sikap yang membuktikan kesungguhan syukur itu. jika menghadapi bencana maka ia akan bersabar dan berperilaku yang membuktikan kesungguhan kesabaran itu. Dengan demikian, hal itu dapat membuahkan di hatinya kesenangan kegembiraan dan hilangnya kegundahan, kesedihan, kegelisahan, kesempitan dada dan kesengsaraan hidup. Selanjutnya, kehidupan bahagia akan benar-benar menjadi realita baginya di dunia ini.


  • 0

Mari kita membersihkan Jiwa kita yang tak luput dari sebuah dosa

Bismilahhirrohmanirrohim


“Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketaqwaannya, sungguh bweruntung orang yang menucikannya (jiwa) itu, dan sungguh rugi orang yang mengotorimya.”  (QS.  Asy-Syam: 8-10)


Jiwa atau Jiva berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya “benih kehidupan”. Dalam berbagai agama dan filsafatjiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang. Biasanya jiwa dipercaya mencakup pikiran dan kepribadian dan sinonim dengan roh, akal, atau awak diri.


Tiada manusia yang akan luput dari khilaf dan dosa. Karena memang Allah menciptakan manusia sebagai tempatnya itu semua. Ingatkah kawan pada firman Allah dalam Q.S Abasa? Dimana Allah menegur langsung sang Rasul khotimul anbiya, Muhammad bin Abdullah karena khilafnya. Namun kita bukanlah Rasulullah yang selalu dibimbing oleh Allah, setiap perkataan dan tindakannya dituntun langsung oleh Rabb semesta alam. Kita hanyalah manusia biasa yang tidak mungkin terlepas dari ancaman dosa.


Dan kali ini kami akan berbagi mengenai bagaimana cara Membersihkan Jiwa, Buruknya masa lalu, kelamnya hidup di waktu terdahulu tidak layak menghentikan langkah mu untuk terus maju memperbaiki dirimu. Hingga dirimu pun pantas untuk mendapatkan tempat di surga, bersama para orang sholih dan para kekasih-Nya.  di dalam Al Quran Allah SWT, paling tidak disebutkan ada lima kiat yang harus kita lakukan untuk membersihkan jiwa kitaBerikut cara ini Membersihkan Jiwa :


1. Mendirikan Sholat 


 “…dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar…”(Qs. Al Ankabuut:45)


Mendirikan sholat adalah melaksanakan sholat sesuai dengan ketentuannya. Sholat ada dirukun Islam yang ke2, dalam Al Quran menurut para ahli ada 30 perintah mendirikan sholat.


2. Menunaikan Zakat, Inafk dan Shodaqoh

 Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman bagi jaiwa mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”  (QS. At Taubah: 103)

Zakat, infak dan sedekah membuat jiwa kita bersih dari sifat terceladalam kaitan dengan harta seperti kikir, terlalu cinta harta, dan lain-lainnya.

4. Takut kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT.

“Sesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak meloihat-Nya dan mereka yang melaksanakan shalat. Dan barangsiapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya dia menycikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah tempat kembali.”  (Qs. Faathir: 18)

Kekotoran jiwa merupakan akibat dari kemaksiatan, bila takut kepada Allah seseorang tidak melakukannya sehingga jiwanya menjadi bersih, dengan perbanyak Dzikir dan meningkatkan keimanan kita dengan cara takut kepada Allah, ingsyallah jiwa kita akan menjadi bersih .

5. Menerima Dakwah 

 

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika (Allah) mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Quran) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”  (Qs. Al Imran:164)

Karena Dakwah atau pembinaan pribadi yang Islami merupaka proses pembesihan jiwa juga dari segala kekotoran.

6. Menjaga dan Memperkuat Ahlak Islami 

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Qs. An Nuur:30)

Pergaulan antar manusia, apalagi lelaki dan wanita harus menjunjung nilai akhlak agar tetap dalam kesucian.


Wahai Sahabatku, Ingatkah kawan pada Abu Bakr Ash-Shiddiq, ‘Umar bin Khattab, maupun Khalid bin Walid dan shahabat lainnya? Dimana saat masa jahiliyah mereka bukanlah orang yang begitu lembut hati dan tutur perangainya. Mereka bukanlah orang yang beriman. Mereka tidak menyembah kepada Allah yang semestinya. Namun saat islam merasuk dalam sanubari, merekalah sebaik-baik generasi islam.


Tatkala nuranimu ingin menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya. Ikutilah. Ikutilah apa ingin nuranimu, karena dia suci, dia bening sehingga apa yang dia inginkan adalah kebenaran dan kebaikan. Tak perlu ragu. Tak perlu takut. Setiap manusia memiliki kesempatan dan kepantasan untuk menjadi lebih baik, kendati sejahatnya Abu Sufyan sebelum beriman yang begitu menentang dakwah sang nabi ketika di Mekah, namun rumahnya menjadi jaminan keamanan saat peristiwa Fathul Mekah, tatkala ia telah memilih tunduk kepada Allah Ar-Rahman.


  • 0

Apa itu Zakat Profesi . ?

Bismilshhirrohsnnirrohim


Assalammualaikum ukhty dan Akhi, kali ini saya akan berbagi mengenai sebuahMateri tentang Zakat lagi, yaitu Zakat Profesi. Pasti masih banyak yang belum mengetahui dengan jelas zakat tsb kan. Nah Mari Kita bahas.

” Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan) Allah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik, dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (Q.S. al-Baqarah: 267) 

Sebelumnya ini arti dari Zakat Umum yaitu, Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh pemeluk agama Islam untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima, seperti fakir miskin dan semacamnya, sesuai dengan yang ditetapkan oleh syariah.

Zakat termasuk ke dalam rukun Islam dan menjadi salah satu unsur yang paling penting dalam menegakkan syariat Islam. Oleh karena itu hukum zakat adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Zakat juga merupakan bentuk ibadah seperti sholat, puasa, dan lainnya dan telah diatur dengan rinci berdasasti masih banyak yang kan Al-quran dan Sunah.

Menurut Yusuf Qardlawi,  kategori zakat profesi (yang wajib dizakati) adalah segala macam pendapatan yang didapat bukan dari harta yang sudah  dikenakan zakat. Artinya, zakat profesi didapat dari hasil usaha manusia yang mendatangkan pendapatan dan sudah mencapai nishab. Mahjuddin berpendapat, zakat profesi memiliki arti zakat yang dikeluarkan dari sumber usaha profesi atau pendapatan jasa. Dalam bukunya Masail Fiqhiyah, Masjfuk Zuhdi juga memberikan keterangannya tentang zakat profesi, yaitu zakat yang diperoleh dari semua jenis penghasilan yang halal yang diperoleh setiap individu Muslim, apabila telah mencapai batas minimum terkena zakat (nishab) dan telah jatuh tempo / haul-nya .

“Setiap orang muslim wajib bersedekah, Mereka bertanya: “Wahai Nabi Allah, bagaimana yang tidak berpunya?, Nabi menjawab:” Bekerjalah untuk mendapat sesuatu untuk dirinya, lalu bersedekah”. Mereka bertanya kembali: ”Kalau tidak mempunyai pekerjaan?, Nabi menjawab: “Kerjakan kebaikan dan tinggalkan keburukan, hal itu merupakan sedekah.” (H.R Bukhari) 

Mengenai istinbath hukum tentang kewajiban membayar zakat profesi, terlebih dahulu mencari landasan hukumnya pada nash-nash al- Qur’an. Oleh karenanya, ketika mencari landasan hukum kewajiban membayar zakat profesi, Adapun profesi yang wajib zakat adalah profesi yang dilakukan oleh manusia dengan keahlian tertentu yang dilakukan dengan mudah dan mendatangkan hasil (pendapatan) yang cukup melimpah (di atas rata-rata pendapatan penduduk)

Dan taukah kalian bahwa Kewajiban membayar zakat profesi adalah sesuai dengan tuntunan Islam yang menanamkan nilai-nilai kebaikan, kemauan berkorban, belas kasihan, dan suka memberi dalam jiwa seorang Muslim. Sesuai pula dengan prinsip kemanusiaan yang memang harus ada dalam masyarakat; ikut merasakan beban orang lain dan menanamkannya dalam keyakinan beragama juga, sebagai pokok sifat kepribadiaannya


  • 0

Saudaraku Jauhilah sebuah Sihir

Sihir adalah sistem konseptual yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam (termasuk kejadian, objek, orang dan fenomena fisik) melalui mistik, paranormal, atau supranatural. Dalam banyak kebudayaan, sihir berada di bawah tekanan dari, dan dalam kompetisi dengan ilmu pengetahuan dan agama.

Jauhkan dari tujuh dosa yang merusak Mereka berkata Apakah itu ya Rasulullah Dia menjawab Bergaul mitra dengan Allah berlatih sihir mengambil kehidupan yang Allah telah dilarang kecuali untuk tujuan yang benar menurut Hukum Islam makan riba riba memakan kekayaan anak yatim melarikan diri dari medan pertempuran di saat berjuang dengan orang-orang kafir . dan menuduh wanita suci yang tidak pernah memikirkan apa pun yang dapat menyentuh kesucian mereka dan yang percaya baik dari percabulan

Selain itu ahli-ahli sihir akan memanipulasi berpikiran sederhana orang-orang naif untuk percaya kekuasaan mereka dan dengan demikian sihir juga. Ini menyebabkan orang percaya terhadap sihir dan karenanya menuntun mereka jauh dari Allah. Tindakan tersebut dianggap jahat atau setan karena hanya Setan berusaha untuk menghapus orang-orang beriman dari iman mereka kepada Allah.

Sihir terbagi dua macam, yang pertama dilakukan dengan menggunakan bantuan setan, maka ini termasuk dalam syirik Akbar, mengeluarkan pelakunya dari islam. Jenis yang kedua adalah sihir yang menggunakan obat-obatan atau daun-daunan tanpa meminta bantuan dari setan, maka pelaku perbuatan sihir ini jatuh para perbuatan yang haram

Sihir adalah dosa besar, termasuk dalam syirik akbar yang mengeluarkan pelakunya dari islam. Sihir termasuk dalam syirik akbar karena pelakunya bekerjasama dengan setan dalam mempengaruhi sesuatu. Sihir tidak terjadi melainkan pelakunya sudah mempelajari dan mengamalkan perbuatan kekafiran terlebih dahulu, yaitu syarat-syarat yang ditetapkan oleh setan untuk kafir kepada Allah. Adapun tukang sihir maka dalam islam dihukumi kafir karena perbuatannya bekerjasama dengan setan. Allah Ta’ala berfirman (artinya): “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setanlah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 102).

Magic hampir tidak pernah digunakan untuk tujuan yang baik meskipun sebagian orang akan mengklaim bahwa menyebutnya sihir putih. Tetapi bahkan jika sihir digunakan untuk niat baik itu tetap merupakan fakta bahwa itu tergantung pada kekuatan dan kemampuan yang tidak alami sesuatu yang tidak Allah berikan jika tidak Dia tidak akan melarangnya . Belum lagi bahwa praktek sihir putih adalah lereng licin untuk turun ke ilmu hitam yang umumnya merugikan semua dan manfaat tidak ada.

Demikianlah mengenai sihir Semoga Allah menjauhkan kita dari Sihir dan pengaruhnya. Serta menambahkan kita Ilmu yang bermanfaat dan amal-amal shalih yang diterima.


  • 0

Menggapai RidhaNya

“Katakanlah (ya Muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa dosamu.” (Ali Imran:31).


Kata ridha berasal dari bahasa Arab yang makna harfiahnya mengandung pengertian senang, suka, rela, menerima dengan sepenuh hati, serta menyetujui secara penuh , sedang lawan katanya adalah benci atau tidak senang. ]

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah swt,kali ini YMA akan berbagi mengenai Ridho Allah, Ridho itu artinya rela, mencari Ridho Allah artinya mencari apa yang membuat  Allah rela pada kita.yang dimaksud mencari Ridho Allah itu tidak hanya sholat dan ibadah dengan tekun dimasjid. Tidak hanya berzikir atau mengaji, namun memiliki makna yang sangat luas. Ini menyangkut filosofi hidup , menyangkut ideologi .Konskwensinya sangat luas, seorang yang mencari Ridho Allah maka ia akan mengikuti apa yang diinginkan Allah, Ia akan banyak berbuat baik, berhati lembut, tidak suka menyakiti perasaan saudara , menjaga keamanan sosial, banyak berkorban untuk manusia dan titik akhirnya adalah memanifestasikan kehendak Allah. Sikap-sikap baik yang membiaskan rahmat bagi semesta alam inilah yang menjadi ukurannya.

Nah bagaimana cara menggapai Ridha Allah, Berikut ini cara menggapai Ridha Allah swt :

Beriman kepada Allah swt.

  • Syarat mutlak bagi orang yang ingin memperoleh ridha Allah swt.

ialah beriman akan adanya Allah Dzat Yang Mencipta dan Mengatur alam semesta, beriman kepada para rasul, malaikat, kitab-kitab, hari kiamat dan qadla’ serta qadar Allah swt.

فمن كان يرجو لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبادة ربه احدا “Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang (sesuatu apa) pun dalam beribadat kepada-Nya”

  • Beramal Saleh

Jika seorang mukmin hanya beribadah kepada allahs wt sementara tidak berbuat baik kepada sesama umat manusia, maka ia termasuk orang mukmin yang kurang baik. Begitu pula jika ia hanya berbuat baik kepada sesama manusia akan tetapi tidak melakukan shalat, puasa dan kewajiban agama lainnya maka ia juga termasuk orang mukmin yang kurang baik.

Membimbing nafsu ke arah yang positif.

Agar seseorang memperoleh ridha Allah swt., maka ia harus mampu membimbing nafsunya ke arah yang popsitif. Misalnya nafsu makan, dijadikan dorongan untuk bekerja keras mencari rizki yang halal, nafsu ingin marah dijadikan dorongan untuk membangkitkan semangat untuk berjuang membela kebenaran

يا أيتها النفس المطمئنة ارجعي إلى ربك راضية مرضية فادخلي فى عبادي وادخلي جنتي “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku”.

  • Selalu mensyukuri nikmat Allah swt.

Sebagai orang mukmin yang telah banyak memperoleh nikmat Allah, baik berupa nikmat iman dan Islam, nikmat sehat jasmani dan rohani, nikmat kemerdekaan, ketenangan dan ketentraman, maupupn nikmat rizki yang cukup dan sebagainya, maka kita wajib selalu mensyukuri nikmat-Nya dengan memuji-Nya, memanfaatkan nikmat tersebut sesuai dengan perintah-Nya serta meningkatkan takwa kepada-Nya.

  • Sabar dan ridha terhadap ketetapan Allah.

Ridha (ikhlas) menerima semua ketetapan Allah merupakan syarat mutlak mendapatkan ridha Allah. Seseorang yang mampu melembagakan sikap suka rela atas perintah dan ketetapan Allah akan disambut oleh ridha Allah pula. Seseorang yang melaksanakan perintah-perintah Allah secara terpaksa tidak akan memperoleh ridha Allah:

لا إكراه فى الدين قد تبين الرشد من الغي

“Tidak ada paksaan dalam (memasuki) agama. Telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah…”  (QS. al-Baqara: 256)

Demikianlah mengenai ridha allah ini, semoga artikel ini bermanfaat dan senantiasa kita semua mendapat ridha dari Aklah Swt


  • 0

Mari Kita Belajar Menjadi Muslimah yang baik

Bismilahhirrohmannirrohim

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah, Kali ini saya akan berbagi mengenai Bagaimana cara kita untuk belajar menjadi seorang Muslimah yang lebih baik, Muslim yang berarti “seseorang yang berserah diri kepada Allah“, termasuk segala makhluk yang ada di langit dan bumi. sedangkan Muslimah menurut islam adalah wanita yang menganut agama islam dan menjalankan segala kewajiban serta perintah Allah SWT yang terkandung dalam agama islam. Dalam suatu pepatah disebutkan bahwa wanita muslimah adalah perhiasan dunia dan ia lebih mulia daripada bidadari di surga.

“Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.” (Al-Imran 3:52)

Dan Bagaimana cara untuk menjadi Wanita Muslimah yang Baik, ? Simak berikut ini caranya :

1. Beriman dan Bertakwa
Seorang wanita sebagai muslimah sejati adalah beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Wanita muslimah adalah mereka yang senantiasa melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar dan menjalankan segala perintah Allah SWT.

2. Menjaga Perkataan
Masalah ini disebutkan pula di akhir hadits yang berisi wasiat Nabi kepada Muadz yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 2616 yang sekaligus dia komentari sebagai hadits yang hasan shahih. Dalam hadits tersebut Rasulullah bersabda.

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَ مَنَا خِرِهِِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
“Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya ?”
Perkataan Nabi di atas adalah sebagai jawaban atas pertanyaan Mu’adz.
يَا نَبِّيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَا خَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ
“Wahai Nabi Allah, apakah kita kelak akan dihisab atas apa yang kita katakan ?”
Al-Hafidz Ibnu Rajab mengomentari hadits ini dalam kitab Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam (II/147),
“Yang dimaksud dengan buah lisannya adalah balasan dan siksaan dari perkataan-perkataannya yang haram. Sesungguhnya setiap orang yang hidup di dunia sedang menanam kebaikan atau keburukan dengan perkataan dan amal perbuatannya. Kemudian pada hari kiamat kelak dia akan menuai apa yang dia tanam. Barangsiapa yang menanam sesuatu yang baik dari ucapannya maupun perbuatan, maka dia akan menunai kemuliaan. Sebaliknya, barangsiapa yang menanam Sesuatu yang jelek dari ucapan maupun perbuatan maka kelak akan menuai penyesalan”.

 

Beliau juga berkata dalam kitab yang sama (hal.146), “Hal ini menunjukkan bahwa menjaga lisan dan senantiasa mengontrolnya merupakan pangkal segala kebaikan. Dan barangsiapa yang mampu menguasai lisannya maka sesungguhnya dia telah mampu menguasai, mengontrol dan mengatur semua urusannya”.

3. Menutup Aurat Sesuai Syariat
Wanita muslimah sebaiknya tidak menunjukkan aurat. Padahal Allah Subhanahu wa ta’ala telah berfirman pada surat An – Nur ayat 31 sebagai berikut :

Katakanlah kepada wanita yang beriman:
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
4. Berakhlaqul Karimah
Kita bisa mencontoh perilaku Rasulullah Muhammad Shallalahu Wa Alaihi Wassalam. Akhlaq dari Beliau adalah akhlak yang terbaik yang bisa dijadikan suri tauladan untuk seluruh umat manusia, bukan hanya untuk wanita muslimah. Untuk memulainya ini bisa dengan mempelajari bagaimana akhlak Beliau dari sejak kecil hingga Beliau wafat. Dari kehidupan beliau kita bisa mengambil contohna dengan cara memuliakan orang tua. Seperti yang Beliau lakukan pada orang tua, paman dan kakeknnya terdahulu.

Wanita muslimah hendaknya memiliki akhlak yang mulia, tutur kata yang sopan dan perilaku yang santun. Wanita muslimah juga seharusnya memiliki perkataan yang lembut dan tidak berlaku kasar kepada orang lain. Selain itu wanita muslimah juga harus selalu bersabar terhadap apa yang menimpanya dan selalu merasa malu jika berbuat sesuatu yang tidak baik.

Demikianlah Mengenai belajar menjadi Muslimah yang baik, Karena sebaik-sebaiknya Wanita, adalah wanita yang Sholehah .


  • 0

Belajar Untuk Mengenal Sebuah Keistiqomahan

Bismilahhirrohmannirrohim
Para saudara ku yang senantiasa di rahmati Allah SWT, kali ini saya akan membahas mengenai Istiqomah , Sering kali kita mendengar kata istiqomah tetapi kita tidak mengetahui makna dari istiqomah tersebut, dan kali ini kami akan berbagi mengenai beberapa Definisi dari para Ulama mengenai Istiqomah, Berikut :
  • Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A: Istiqomah itu tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga.
  • Umar bin Khattab R.A: Istiqomah itu hendaknya untuk bertahan dalam satu perintah atau larangan dan tidak berpaling dari yang lain layaknya seekor musang.
  • Dari Ar Raaghib: Istiqomah itu tetap di atas jalan yang lurus.
  • Dari An Nawawi: Tetap dalam ketaatan (Kitab Riyadusshalihin). Jadi istiqomah mengandung pengertian bahwa: “Tetap dalam ketaatan dan di atas jalan yang lurus dalam beribadah kepada Allah SWT”.
  • Dari Mujahid: Istiqomah adalah komitmen terhadap kalimat syahadat dan tauhid sampai bertemu dengan Allah ‘Azza wa Jalla
Demikianlah mengenai Definisi Istiqomah, Selanjtnya kami akan berbagi lagi mengenai Sebuah Cara-cara / Tips-tips unutk menjaga keistiqomahan kita sebagai seorang Muslim, Cara apasajakah itu, Mari Simak cara-caranya :
1. Menjiwai syahadat, Ashadu an laa illaha illAllah wa ashadu anna Muhammadarrosululloh. Syahadat yang bagus adalah hatinya benar-benar tidak menuhankan apapun selain Allah. Kalau sudah bulat hati ke Allah, maka mahluk, harta, kedudukan duniawi, popularitas tidak jadi sandaran. Makanya, setiap orang yang hatinya masih menganggap ada selain Allah yang bisa memberi nikmat, memberi karunia, memberikan manfaat maka amalnya ditujukan untuk sesuatu, ini sulit untuk istiqomah, karena sesuatunya itu akan berhenti juga, bisa berhenti memperhatikan, bisa berhenti memberi, dan sebagainya.
Berkahnya orang istiqomah itu dicintai Allah, selain dijaga malaikat dicintai Allah. Orang yang istiqomah itu kalaupun suatu saat Allah menahannya dari beramal, pahalanya insya Allah dapat. Misalnya kita istiqomah sholat jama’ah, lalu Allah menakdirkan sakit atau hujan lebat, itu pahalanya tetap dapat. Atau kita istiqomah tiap malam tahajud, suatu saat Allah memberikan tidur yang pulas karena capek habis belajar, habis kerja, itu tetap dapat pahala tahajud.
2. Pelajari ibadah yang paling membuat kita nyaman dan memahami ilmunya dengan baik. Ada orang yang mampu menghapal Al Quran dengan baik, ada orang yang bagus tahajudnya, ada yang bagus shaum Senin-Kamis atau shaum Daud-nya kuat, ada yang bagus wiridnya, ada yang bagus sedekahnya. Lakukan ibadah secara bertahap saja karena Allah juga sudah tahu persis keterbatasan kita, yang penting kualitasnya terjaga.
3. Pelajari dalil (ibadahnya) dengan baik dan amalkan, mencontoh Rasulullah yang saat mau tidur membaca doa, baca ayat Kursi, surat Al- Fatihah, Al- Ikhlas, Al- Falaq, An- Nas, lalu usap ke wajah. Gunanya melakukan itupun untuk keselamatan diri. Atau menjaga wudhu. Ini amalan para kekasih Allah, selalu menjaga diri suci. Siapa tahu nanti waktu sholat masuk kita tidak dapat air, kalau dalam keadaan wudhu kan lebih mudah.
4. Sering membaca kisah orang-orang soleh yang inspiratif, kisah para sahabat, ulama atau orang- orang yang memang memiliki ketenangan. Seperti Sayid Qutub yang menjelang wafat, sikapnya tetap tenang, jernih, wajahnya jernih walaupun dipukul, dicabuk, hanya menyebut nama Allah ketika mau diseret ke tiang gantungan.
5. Tidak bosan bertaubat. Dengan taubat, nanti hati makin bening, makin adem, makin ajeg, makin banyak yang bisa kita lihat dalam hidup ini. Kalau taubatnya bagus, rezeki nanti kelihatan, jalan keluar juga kelihatan. Persoalan pasti banyak, tapi jangan takut. Tidak ada yang harus kita takuti dengan persoalan kita, orang yang gelisah tuh pasti sebanding dengan tingkat kecintaannya kepada duniawi.


Dan Orang yang Istiqomah akan mendapat sebuah Keutamaan, yaitu

“Sesungguhnya orang- orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah’ dan mereka istiqomah pada pendirian mereka maka para malaikat akan turun kepada mereka dan mengatakan jangan merasa takut dan jangan kamu merasa sedih, bergembiralah kamu memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

Sesungguhnya orang yang mengatakan, Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Merekalah orang-orang yang mewarisi surga, kekal didalamnya sebagai balasan apa yang sudah dilakukan.” (QS Al- Ahqof: 13-14)
Dalam salah satu hadits, salah satu sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya, Rasul ajarkan kepadaku agama Islam, ucapan yang mencakup seluruhnya sehingga aku tidak bertanya lagi kepadamu sesudah ini.” Beliau menjawab, “Yakinlah kepada Allah dan istiqomah.” (HR. Muslim)
Kalau orang sudah dapat keyakinan kepada Allah kemudian dia istiqomah dalam keyakinannya, istiqomah dalam amalnya, istiqomah dalam keikhlasannya, dapatlah dunia berikut isinya. Insya Allah derajatnya bisa mencapai derajat kekasih Allah.
Sumber : Darut tauhid
– Amin Ya Allah Ya Robbalalamin

  • 0

Pentingnya Menjaga Sebuah Amanah

Bismilahhirrohmannirrohim


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan juga janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui,” (Q.S al-Anfaal : 27).Ayat ini menegaskan syariat luhur bernama amanah. Berasal dari kata amuna, ya’munu, amanatan, amanah berarti jujur dan dapat dipercaya. Berkembang menjadi kata aminah yang berarti aman tenteram. Lalu muncul derivasi lain, ‘aamanah’, artinya ‘saling percaya’. 


Para pembaca yang di rahmati Allah, bahwasannya Amanah adalah suatu siafat yang mulia . Allah Subhanauhu wa Ta’ala dan RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kepada setiap muslim untuk menunaikan amanah. Manusia diperintah Allah untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya (Q.S. 4 : 58), hal ini berkaitan dengan tatanan berinteraksi sosial (muamalah) atau hablun min al-nas. Sifat dan sikap amanah harus menjadi kepribadian atau sikap mental setiap individu dalam komunitas masyarakat agar tercipta harmonisasi hubungan dalam setiap gerak langkah kehidupan.

 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menandakan orang-orang munafik yakni apabila berkata, dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkari dan apabila diberi amanah dia khianat. Sedang Allah memberikan adzab kepada orang-orang munafik seperti yang tertulis dalam Qur’an surat Al-Ahzab ayat 73 yang artinya, “Sehingga Allah mengazdab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan…”

Dan ada suatu kisah yang diceritakan Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘Anhu, ketika perang Khaibar datanglah sekelompok orang dari sahabat Nabi sambil berteriak, “Fulan telah (mati) syahid, Fulan telah syahid, hingga mereka melewati seseorang lalu berkata, “Fulan telah syahid”. Nabi pun lalu menyela, seraya bersabda, “Sekali-kali tidak! Sesungguhnya aku melihat orang itu ada di neraka disebabkan sebuah baju jubah yang dikorupsinya,” (HR Muslim, no. 323)

Di antara indikator seseorang yang sukses dalam hidup adalah ketika dia mampu menjaga harkat dan martabat dirinya. Dan itu artinya ia cerdas mengelola amanah. Ia jujur dengan kata hatinya. Apa yang ada di hati ia ucapkan. Dan apa yang diucapkan, sudah ia pikirkan dan istiqamah untuk diamalkan. “Jika engkau miliki empat hal, engkau tidak akan rugi dalam urusan dunia: menjaga amanah, jujur dalam berkata, berakhlak baik, dan menjaga harga diri dalam (usaha, bekerja) mencari makan.” (HR Ahmad).


Menjaga amanah memang berat, bahkan mahaberat. Makhluk langit, bumi, dan gunung pernah ditawari untuk mengemban amanah-Nya, tapi semua menolaknya. Semua makhluk Allah yang notabene jauh lebih besar dari makhluk manusia ini merasa berat dan sangat khawatir kalau nanti tidak akan kuat mengembannya. (QS al-Ahzab [33]: 72).Lalu, bagaimana  sahabat agar kita bisa menjaga amanah? Jawabannya adalah Laa mulkiyyah Tugas hidup ini mengakui semua mililk-Nya, lalu menggunakannya di jalan Allah dengan rasa syukur dan rendah hati (QS Ibrahim [14]: 7).


  • 0

Waqaf Hijab untuk Majelis Taklim yang berada di pelosok Kota Bogor

Bismilahhirrohmannirrohim

Para sahabat rahimakumullah, Hari ini saya akan berbagi mengenai Beberapa Dokumentasi dari Kegiatan yang YMA lakukan yaitu Wakaf Hijab , Wakaf Hijab yang kami persembahkan para jamaah majelis taklim Riyadul Huda pimpinan kyai sepuh Desa Sukamulya kec. Sukamakmur Kab. Bogor.

Mandiri Amanah memberikan semangat bagi para jamaah majelis taklim Riyadul Huda pimpinan kyai sepuh Desa Sukamulya kec. Sukamakmur Kab. Bogor Kyai Mamat di daerah ke tinggian 950 Meter DPL, Sebanyak 140 ibu ibu yang terdaftar sebagai jamaah pagi ini yang hadir mengikuti pengajian rutin ba’da Subuh sepertinya hanya setengah dari jumlah keseluruhan yang ada mungkin di pengaruhi kondisi cuaca yang memang dari kemarin tak henti henti nya sebagian daerah Bogor di guyur rintik hujan juga kaum ibu ibu di desa sukamulya mempuyai keyakinan saat Haid maka tidak boleh ikut ke dalam majelis taklim meski hanya sekedar mendengarkan di serambi pengajian.

Alhamdulilah ada 140 kerudung Baru untuk di bagikan ke jamaah dengan Gratis untuk yang hadir hari ini di dalam pengajian , Rasa Syukur yang selalu kami panjatkan kepada Allah SWT, dengan izin dan Ridhanya menghantarkan kami dari serangkaian demi serangkaian kegiatan yang kami lakukan bersama-sama ini mengenai Wakaf Hijab berjalan dengan lancar dan penuh Hikmah. Dan kami para Tim bersyukur menjalani tugas penyebaran Wakaf Hijab yang lagi dan lagi alhamdulilah memberikan Manfaat bagi para penerima Wakaf Hiijab ini, Serta kami bersyukur dapat secara langsung meyaksikan bagaimana kekhusyukan ibu ibu jamaah yang hadir dalam majelis tolabul ilmu dengan penuh semangatnya meski jalanan mereka melewati persawahan dan tegal.

Demikianlah mengenai Sedikit Rangkaian serta Dokumentasi dari Yayasan Mandiri Amanah yang kami bagikan. Dan Semoga semua yang sudah memberikan donasinya mendapatkan pahala yang besar dari setiap helai benang Hijab yang di pakai untuk tolabul Ilmi Jamaah Pengajian Riyadul Huda. Amin Ya Robbal Alamin


  • 0

Amalan-amalan dan Pahala yang tidak akan berhenti Mengalir setelah Kematian

Bismilahhirrohmanniroohim

“Sesungguhnya Kami yang menghidupkan orang mati, Kami catat semua yang telah mereka lakukan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan semuanya kami kumpulkan dalam kitab (catatan amal) yang nyata.” (QS. Yasin: 12)

Saat manusia telah meninggal dunia, segala amal ibadahnya di dunia telah terputus. Manusia telah terbebas dari segala urusan duniawi. Namun, bukan berarti manusia yang telah meninggal tersebut telah terbebas dari segala pertanggung jawabannya. Mereka kelak tetap harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan selama hidup di dunia di hadapan sang khaliq, Allah SWT.

Berikut ini merupakan Amalan-amalana yang tidak akan terputus Pahalanya yang Terus Mengalir Setelah Kematian :

  1. Jejak kaki mereka ketika melangkah menuju ketaatan atau maksiat

Ini merupakan pendapat Mujahid dan Qatadah sebagaimana yang di riwayatkan oleh Ibnu Abi Najih.

Diantara dalil yang menguatkan pendapat ini adalah hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ada Bani Salamah ingin berpindah membuat perkampungan yang dekat dengan masjid nabawi. Karena mereka terlalu jauh jika harus berangkat shalat jamaah setiap hari ke masjid nabawi. Ketika informasi ini sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

“ Wahai Bani Salamah, perjalanan dari rumah kalian ke masjid akan dicatat jejak-jejak kali kalian. (HR. Muslim 1551, dan Ahmad 14940)”

  1. Ilmu yang Bermanfaat

Ilmu yang bermanfaat adalah satu dari tiga amalan yang pahalanya tidak akan terputus. Oleh sebab itu, Nabi Muhammad sampai menerangkan bahwa sebaiknya umatnya menuntut ilmu sampai ke negeri China, di mana maksudnya adalah umat muslim hendaknya menuntut ilmu yang setinggi tingginya, supaya dapat diamalkan dan ditularkan kepada umat yang lain. Ilmu Allah yang disebar di dunia ini tidak akan pernah habis walaupun diambil sampai kapan pun.

  1. Menghadiahkan mushaf al-Quran

Menghadiahkan al-Quran berarti memberi fasilitas orang lain untuk bisa mendapatkan pahala sebanyak huruf yang dibaca dalam al-Quran. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Siapa yang membaca satu huruf dalam al-Quran maka dia mendapatkan satu pahala. Dan satu pahala dilipatkan 10 kali. (HR. Turmudzi 3158).”

Terutama ketika hadiah al-Quran itu tepat sasaran. Benar-benar diberikan kepada mereka yang rajin membaca al-Quran atau mereka yang menghafalkan al-Quran.

  1. Membangun masjid.

Masjid adalah tempat yang paling dicintai Allah.

Dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.” (HR. Muslim 1560)

Karena itu, orang yang membangun masjid, dia akan memperoleh pahala dari setiap aktivitas kebaikan yang dilakukan di masjid tersebut. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena mengharap wajah Allah, maka Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.” (Muttafaqun ‘alaihi)

  1. Shodaqoh Jariyah 

Shodaqoh jariyah merupakan bagian yang sangat penting dalam amalan yang tidak akan pernah terputus. Shodaqoh jariyah yang dilakukan secara tepat, manfaatnya akan tetap kembali kepada pelakunya walaupun ia sudah meninggal dunia. Manfaat yang ditimbulkan dari shodaqoh tersebut akan memberikan pahala yang tak akan terputus

  1. Anak Soleh dan Solehah 

Anak soleh dan solehah pun juga akan memberikan pahala yang tidak akan terputus, dengan doa doa yang mereka panjatkan kepada kedua orang tua yang telah meninggal. Maka dari itu, orang tua diharapkan mendidik putra putri mereka ingga kelak menjadi anak anak yang soleh dan solehah yang dapat mendoakan orang tua.

Demikianlah mengenai Penjelasan Amalan-amalana yang tidak akan terputus Pahalanya yang Terus Mengalir Setelah Kematian , Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembacanya . Amin Yra

Refrensi : Konsultasisyariah, Beritamuslim