Belajar menumbuhkan sifat Qona’ah di dalam kehidupan

  • 0

Belajar menumbuhkan sifat Qona’ah di dalam kehidupan

Bismilahhirrohmannirrohim


Qana’ah adalah sikap rela menerima dan merasa cukup atas hasil yang diusahakannya serta menjauhkan diri dari dari rasa tidakpuas dan perasaan kurang. Orang yang memiliki sifat qana’ah memiliki pendirian bahwa apa yang diperoleh atau yang ada didirinya adalah kehendak allah .


Qona’ah ynag berfungsi untuk seorang muslim yaitu akan selalu berlapang dada, berhati tenteram, merasa kaya dan berkecukupan, dan bebas dari keserakahan. kekuatan batin yang mendorong seseorang untuk meraih kemengan hidup berdasarkan kemandirian dengan tetap bergantung kepada karunia  Allah swt.

Qanaah tidak lain adalah bersikap ikhlas dan bisa menerima apa yang ada. Sikap qanaah selalu identik dengan bisa mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepadanya, sekecil apapun rejeki yang diterimanya. Qanaah menyuruh manusia untuk bersabar dalam menerima ketentuan Illahi jika ketentuan itu menyedihkan dan menyuruh manusia untuk bersyukur jika ketentuan itu berupa kenikmatan yang menyenangkan. Manusia harus ingat bahwa yang menentukan segala sesuatu atasnya adalah Dzat yang menguasai seluruh kehidupan.

Akan tetapi, Qanaah bukan berarti menyerahkan sepenuhnya kepada Allah lalu menunggu rejeki turun begitu saja. Namun dalam sikap qanaah manusia masih harus dituntut untuk selalu berikhtiar dan berikhtiar. Karena kebahagian tidak sepenuhnya disebabkan berlimpahnya materi, kebahagiaan datang dari hati dengan bersikap qanaah, selalu bersyukur dan tidak silau dengan kemewahan duniawi. 

Disebutkan dari riwayat Al-Miswar bin Syaddad, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda:

ما الدنيا في الاخرة الا كمثل ما يجعل احدكم اصبعه في اليم فلينظر بما ترجع رواه مسلم والترمذي وابن ماجاه

Artinya: “dunia itu dibanding akhirat tidak lain hanyalah seperti jika seseorang di antara kalian mencelupkan jarinya ke lautan, maka hendaklah dia melihat air yang menempel di jarinya setelah dia menariknya kembali.”

Allah pun berfirman: “….dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

 (QS. Ali Imran: 185)


Qana’ah adalah salah satu dari perintah atau petunjuk-Nya untuk kebaikan kehidupan hamba-hambaNya. Maka sebagai hambaNya, sudah seharusnya untuk menjalankan perintahNya. Karena dengan qana’ah, orang akan selalu bahagia dalam keadaan apapun. Baik miskin atau kaya ia akan selalu merasa tercukupi dan puas dengan apa yang ada. Qana’ah merupakan pemberian Allah SWT yang sangat berharga, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

القناعة كنز لا يفنى

Artinya: “Qana’ah merupakan kekayaan yang tiada pernah sirna.”[9] 

Dalam kitab Zabur difirmankan: “Orang yang qana’ah adalah orang kaya walaupun ia lapar”. Allah SWT menjadikan lima perkara dalam lima tempat:

Kemuliaan dalam taat,

Kehinaan dalam maksiat,

Kharisma dalam sahalat malam,

Hikmah dalam batin yang sunyi, dan

Kaya dalam qana’ah.[10]

Orang yang beriman dan melakukan amal shalih menghadapi keberuntungan dengan rasa syukur dan sikap yang membuktikan kesungguhan syukur itu. jika menghadapi bencana maka ia akan bersabar dan berperilaku yang membuktikan kesungguhan kesabaran itu. Dengan demikian, hal itu dapat membuahkan di hatinya kesenangan kegembiraan dan hilangnya kegundahan, kesedihan, kegelisahan, kesempitan dada dan kesengsaraan hidup. Selanjutnya, kehidupan bahagia akan benar-benar menjadi realita baginya di dunia ini.


  • 0

OKI Mendeklarasikan Yarusalem Timur Sebagai Ibu Kota Palestina

Bekasi, MA ( Mandiri Amanah )-News Regional Terkini. Sebelumnya OKI adalah sebuah organisasi internasional dengan 57 negara anggota yang memiliki seorang perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsaadalah sebuah organisasi internasional dengan 57 negara anggota yang memiliki seorang perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

OKI didirikan di RabatMaroko pada 12 Rajab 1389 H (25 September 1969) dalam Pertemuan Pertama para Pemimpin Dunia Islam yang diselenggarakan sebagai reaksi terhadap terjadinya peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsapada 21 Agustus 1969 oleh pengikut fanatik Kristen dan Yahudi di Yerusalem. 
Dan kali ini Para pemimpin negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Berkumpul kembali di Istanbul Turki untuk mendeklarasikan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina. Yang menjadi luar biasa lagi adalah Negara Turki menjadi Tuan Rumah Utama dalam Deklarasi Yarusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, seperti yang kita tau dalam Organisasi Besar OKI sebagaimana di hadiri lebih dari 20 kepala negara serta para Petinggi Negara Kementrian Luar Negri yang tergabung dalam Organisasi OKI tsb, termasuk Presiden RI Joko Widodo di Istanbul, Turki.

Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan dalam pidato sambutannya, status Yerusalem adalah “garis merah” bagi kaum Muslim dalam konflik Israel-Palestina. Dia menegaskan, Yerusalem timur adalah ibukota Negara Palestina Merdeka yang akan dibentuk. Dia sekaligus menyerukan kepada 57 anggota OKI agar mengakui Negara Palestina dan Yerusalem timur sebagai ibukotanya.


Deklarasi itu juga menolak dan mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump “yang tidak sesuai hukum. “(Keputusan Trump soal Yerusalem) tidak berlaku dan batal berdasarkan sejarah, hukum dan hati nurani,” demikian Deklarasi Istanbul.

“Kami meminta PBB, Uni Eropa dan masyarakat internasional untuk menjaga Resolusi PBB soal status Yerusalem.”