Kisah Si Buta ynag penuh dengan Rasa Syukur

  • 0

Kisah Si Buta ynag penuh dengan Rasa Syukur

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah Saw pernah menceritakan sebuah kisah bahwa ada tiga orang dari bani Israil menderita penyakit belakang, botak dan buta. Allah hendak menguji mereka, maka Allah pun mengutus malaikat kepada mereka bertiga.

Malaikat itu pun mendatangi ketiga orang tersebut satu persatu. Orang pertama yang didatangi oleh malaikat adalah di belang. “Apakah yang paling kamu dambakan?” tanya malaikat “Saya mendambakan paras yang tampan dan kulit yang bagus serta hilang penyakit yang menjadikan orang – orang jijik kepadaku,” ucap si belang kepada malaikat.

Malaikat pun langsung mengusap si belang, maka hilanglah penyakit yang menjijikan itu dari tubuhnya, bahkan ia diberi paras yang tampan. “Harta apakah yang paling kamu senangi?” tanya malaikat lagi. “Unta,” Jawab si belang.

Dan ia diberi unta yang mengandung sepuluh bulan oleh malaikat tersebut. “Semoga Allah memberi berkah atas apa yang kamu dapatkan ini.” ucap malaikat itu kemudian.

Setelah mendatangi si belang, malaikat itu kemudian datang kepada si botak dan bertanya dengan pertanyaan yang serupa. “Saya mendambakan rambut yang bagus dan hilangnya penyakit yang menjadikan orang – orang jijik kepadaku ini,” jawab si botak. Malaikat itu pun memenuhi permintaannya. dan si botak juga diberikan seekor sapi yang bunting sebagai hartanya.

Tak jauh berbeda dengan si buta, “Saya mendambakan agar Allah mengembalikan penglihatanku sehingga aku dapat melihat lagi,” jawab si buta ketika ditanya oleh malaikat. Malaikat pun mengembalikan penglihatannya.

Dan seperti kedua temannya ia pun diberikan harta berupa kambing yang bunting.

Allah menguji mereka

Pada suatu ketika, si belang, si botak dan si buta sudah punya harta yang banyak. Malaikat mendatangi mereka hendak mengujinya. Malaikat itu pun mendatangi si belang dengan menyerupai orang yang berpenyakit belang. Malaikat itu hendak meminta bantuan harta kepada si belang.

Namun, si belang tampaknya tak mengindahkan permintaan malaikat tersebut. Dan ia pun mengingkari kalau harta yang dimilikinya diberikan oleh Allah. Si belang lupa atas pertolongan Allah kepadanya.

“Harta kekayaanku ini adalah warisan dari nenek moyangku,” jawab si belang ketika hendak dimintai sedekah oleh Malaikat yang mengujinya.

“Jika kamu berdusta, semoga Allah mengembalikanmu seperti keadaan semula,” kata malaikat.

Malaikat pun mendatangi si botak yang telah Allah berikan kesembuhan dan harta berupa Sapi. Namun, jawaban sikap si botak tak jauh berbeda dengan si belang, keduanya sama – sama mengingkari nikmat yang telah Allah berikan kepada mereka berdua.

Kemudian malaikat tadi mendatangi si buta dengan menyerupai orang buta seperti keadaan si buta waktu itu dan berkata, “Saya adalah orang miskin yang kehabisan bekal di tengah perjalanan. Sampai hari ini tidak ada yang mau memberi pertolongan kecuali Allah? Kemudian engkau. Saya meminta kepadamud engan menyebut Zat yang telah mengembalikan penglihatanmu seekor kambing untuk bekal dalam perjalanan saya,” ucap malaikat.

“Saya dahulu adalah orang yang buta kemudian Allah mengembalikan penglihatan saya. Maka ambillah apa yang kamu ingin dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu senangi. Demi Allah, sekarang saya tidak akan memberatkan sesuatu kepadamu yang kamu ambil karena Allah Yang Mahamulia,” Jawab si buta kemudian.

“Peliharalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu itu diuji dan Allah telah rida kepadamu dan murka kepada kedua temanmu (si belang dan si botak),” ucap malaikat (HR Al Bukhari dan Muslim).

Sumber : http://www.akuislam.id/


  • 0

Suasana dan Dokumenter Aksi Bela Palestina 17122017 #Savepalestine

Jakarta, MA ( Mandiri Amanah )-News Regional Terkini.  17 Desember 2017 adalah  Sebuah hari dimana semua masyakarat Islam yang berasal dari berbagai daerah berkumpul dan bersatu untuk mengemukakan Aksi dalam Membela Palestina, Diawali dari kebijakan Donald Trump, yaitu Presiden Amerika Serikat yang mengakui bahwa Yerusalem adalah Ibukota dari Israel, Sontak dengan pengakuan tersebut membuat banyak masyarakat di dunia khususnya Negara-negara Islam menjadi Geram. Mengapa ? karena keputusan tersebut di anggap pengakuan sepihak itu melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB dan dapat mengguncang stabilitas keamanan dunia.


Bahkan Gelombang demonstrasi terus digelar di berbagai penjuru negara, baik di Amerika Serikat, Eropa, Arab, dan Asia. Termaksud Persiden Indonesia, yaitu Pak Jokowi langsung memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk memanggil Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta untuk menyampaikan sikap Indonesia. Serta Mentri Agama, yaitu Pak Lukman Hakim Saifuddin menuturkan, konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel sangat bersinggungan dengan masalah kemanusiaan. Klaim Israel atas wilayah Palestina di Yerusalem Timur merupakan bentuk penjajahan. Oleh sebab itu Indonesia akan selalu memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui langkah diplomatik dan politik luar negeri.


Ahad, 17 Desember 2017 – Kembali kepada Suasana Aksi Membela Palestina di waktu menjelang malam Seluruh masyakat mulai bertadangan ke Masjid Istiqlal dengan Bus, mobil dan kendaraan lainnya, untuk melaksanakan Solat Shubuh berjamaah dan paginya di lanjutkan dengan Aksi Membela Palestina ( Yarusalem / al-quds adalah Ibu Kota Palestina ), di Ahad pagi Aksi ini di mulai selepas Sholat Shubuh berjamaah di Istiqlal, Seluruh masyakarat yang berdatangan dari seluruh daerah berjalan bersama-sama menuju Monas,  dan di ikuti masyarakat yang terus berdatangan untuk mengemukakan Aksi membela Palestina tsb. 

Meski sempat kawasan MONAS di guyur hujan sebentar, tetap tidak mematahkan sedikit pun semangat mereka dan mereka tetap bertahan saat hujan turun. Sementara itu sejumlah tokoh-tokoh besar masih terus menyampaikan orasinya kepada para masyarakat yang membela Palestina.


 Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengatakan umat muslim terluka dengan keputusam Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Yerusalem. Meski begitu dia mengajak agar umat muslim tidak ‘panas’ dan menjaga sikap.


“Jaga lisan, jaga setiap ucapan kita tiru setiap ucapan. Pernah rasul berkata kotor, pernah keji? Pernah dengan kata busuk dan hina? Mudah mudahan kita jaga. Setiap ucapan kita akan pertanggungjawabkan,” urainya.

Di mana Suasana tsb penuh dengan Gelora Semangat yang tiada hentinya, Semangat yang selalu tertaman kuat di dalam seluruh Jiwa-jiwa masyarakat Islam. Serta di akhir Aksi Membela Palestina itu di tutup dengan begitu banyak Doa-doa untuk Kelelamatan saudara kita yang ada di palestina, Semua umat muslim yang berada di kawasan Monas itu benar-benar khusyu dalam mengAminkan doa-doa yang di panjatkan oleh para Ulama. 

Demikianlah, Dan Semoga Allah menjabah/mengabulkan Doa-doa kita semua Amin Ya Allah Ya Robbal Alamin.


  • 0

Kisah Pedangang Roti yang Patut kita Contoh

Istighfar adalah tindakan meminta maaf atau memohon keampunan kepada Allah yang dilakukan oleh umat Islam. Hal ini merupakan perbuatan yang dianjurkan dan penting di dalam ajaran Islam. Tindakan ini secara harfiah dilakukan dengan mengulang-ulang perkataan dalam bahasa Arab astaghfirullah, yang berarti “Saya memohon ampunan kepada Allah“.

Seorang Muslim menyebut perkataan ini beberapa kali, bukan saja ketika meminta ampun dari Allah sebagai doa, malah juga ketika dia sedang berbicara dengan orang lain. Apabila seorang Muslim hendak mencegah dari melakukan perbuatan yang salah, atau saat ia mau membuktikan bahwa dia tidak bersalah pada satu peristiwa dia menggunakan pernyataan ini. Setelah salat, seorang Muslim dianjurkan melafalkan perkataan ini sebanyak tiga kali.

Allah Berfirman :

” Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kamu membuat kesalahan pada waktu malam dan siang, dan Aku mengampuni dosa-dosa semuanya, maka memohon ampunlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu. ” 

Taukah engkau sebuah Kisah mengenai Istigfar yaitu, Kisah Ajaib Pedagang Roti, Mari Kisa Simak Kisahnya. !

Imam Ahmad rahimahullah merupakan salah satu ulama madzhab 4 yang namanya mahsyur hingga saat ini. Pada zamannya, Ia begitu dielu-elukan oleh banyak orang. Dalam sebuah kisah yang ditulis Imam al Jauzi rahimahullah dalam buku tentang Imam Ahmad dikisahkan bahwa saat sang Imam memasuki usia senja beliau begitu ingin pergi ke Negeri Syam.

Namun anehnya Imam Ahmad sama sekali tidak memiliki tujuan yang jelas kenapa Ia ingin pergi ke tempat itu. Padahal Ia harus menempuh perjalanan jauh dari kediamannya di Baghdad menuju Syam. Sesampainya di Syam, Imam Ahmad berhenti untuk menunaikan salat dzuhur. Tidak ada yang mengenalinya, mengingat zaman dahulu teknologi tidak secanggih saat ini.

Ia menunggu di masjid tersebut hingga menjelang salat Ashar. Setelah Ashar, sang Imam membaca Alquran untuk menunggu waktu Magrib dan Isya. Setelah habis malam, Imam Ahmad kemudian ingin tidur dan beristirahat di masjid tersebut.

Namun penjaga masjid tidak mengizinkan Ia tidur disana. 

“Wahai syekh, anda tidak boleh tidur disini, ini peraturan silahkan pergi,” kata penjaga

Namun Imam Ahmad menolak, “Saya musafir, saya ingin istirahat disini” jawab sang Imam.

Namun sang penjaga tetap menolak dan memintanya untuk keluar lalu kemudian mengunci pintu masjid. Setelah penjaga tersebut pergi, Imam Ahmad kembali beristirahat di pelataran masjid.

Tapi, sang penjaga kembali datang dan lagi-lagi mengusirnya hingga mendorongnya menuju ke jalanan. Lalu ada tukang roti yang rumahnya tidak jauh dari masjid melihat kondisi tersebut. Tukang Roti tersebut memanggilnya

“Hai syekh, kemarilah beristirahatlah di toko ku, ” 

Kemudian Iman Ahmad masuk ke toko roti tersebut. “Rumahku tidak jauh dari sini, ini toko roti ku, dibelakang sana, ada ruangan  untuk beristirahat. Beristirahatlah malam ini dan besok pagi engkau bisa melanjutkan perjalanan lagi”

Setelah masuk ke toko tersebut, Imam Ahmad kemudian memperhatikan aktivitas sang penjual roti. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian beliau dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.

Imam Ahmad yang kagum lalu bertanya “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti seperti ini?”

Ia menjawab, “Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”

Lalu Imam Ahmad bertanya lagi “Lantas apa hasilnya”

“Ya, Allah mengabulkan semua permintaan ku” Jawabnya. 

“Lalu apa permintaanmu yang belum dikabulkan Allah?” tanya Sang Imam.

Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hanbal!”

“Allahu Akbar! karena  Istighfarmu lah Allah SWT mendatangkan saya datang ke kota mu ini tanpa alasan yang jelas, karena Istighfarmu lah Marbot Masjid melarang saya tidur di Masjid, karena Istighfarmulah engkau menawarkan aku istirahat ditempatmu. Saya lah Ahmad bin Hanbal…

Masya Allah, Allah SWT mendatangkan Imam Ahmad ke rumahnya karena Istighfarnya. 


  • 0

Begitu banyak Manfaat dari Berzikir

Secara bahasa zikir memiliki arti “menyebut”, “mengingat” atau “berdoa”, kata zikir juga berarti memori, pengajian. Imam Muhammad Abdurrauf Al Munawi menjelaskan dalam kitab “Faidhul Qadir Syarh Al Jami’ Ash Shaghir”, ketika menerangkan hadits Yusairah: Hadits ini merupakan dasar terhadap sunahnya subhah (untaian biji tasbih) yang sudah dikenal. Hal itu dikenal pada masa sahabat, Abdullah bin Ahmad telah meriwayatkan bahwa Abu Hurairah memiliki benang yang memiliki seribu himpunan, dia tidaklah tidur sampai dia bertasbih dengannya. Dan Taukah kalian bahwasannya Orang yang berzikir kepada Allah subhanahu wata’ala akan mendapatkan shalawat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para malaikat-Nya. Tentunya dengan itu ia mendapat keberuntungan yang besar. Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman:  “Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberikan shalawat atas kalian dan juga para malaikat, yang dengan sebab itu Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan kepada cahaya yang terang-benderang. Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Al-Ahzab: 41-43)


Dan Taukah kalian bahwasannya berzikir membawa berbagai Manfaat untuk Kehidupan kita :


1.Berzikir akan memberikan kebahagiaan dan ketenangan bagi hati seorang hamba,

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman:  “Orang-orang yang beriman dan menjadi tenang hati-hati mereka dengan berzikir kepada Allah, ketahuilah dengan berzikir kepada Allah hati akan tenang.” (Ar-Rad: 28).  Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah t berkata, “Permisalan zikir bagi hati adalah seperti air bagi ikan. Apa jadinya keadaan ikan yang berpisah dengan air?” (Al-Wabilush Shayyib, hal. 85)
2. Dari Berzikir kita mendapat pahala yang besar 


Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Siapa yang mengucapkan:  “La ilaha illallah wahdahu la syarika lah. Lahul mulku wa lahu hamdu wa huwa ‘ala kulli syay’in qadir” (maaf, tulisan arabnya gagal tertulis disini karena masalah teknis, red)  dalam sehari sebanyak seratus kali, maka ganjaran baginya seperti membebaskan sepuluh budak, dicatat untuknya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus kesalahan dan ia mendapatkan perlindungan dari setan pada hari tersebut hingga sore hari. 


3. Berzikir merupakan tanaman Surga 

Abdullah bin Mas’ud z berkata: Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam  bersabda:  “Pada malam aku diisra’kan, aku berjumpa dengan Nabi Ibrahim Al-Khalil q. Ia berkata, ‘Wahai Muhammad, sampaikan salamku kepada umatmu dan beritahu mereka bahwa surga itu bagus tanahnya, segar airnya (tidak asin), dan di surga tersedia tanah yang kosong tanpa pepohonan, dan yang akan ditanam untuk menutupi tanah kosong tersebut adalah ucapan:  “Subhannallah Walhamdulillah Wala ilaha illallah Allahu Akbar 


4. Berzikir membuat hati dan Jiwa kita menjadi tenang 

seringnya berdzikir kepada Allah adalah tenang dan tenteramnya hati, jiwa dan pikiran orang tersebut. Hal itu bisa didapat jika Anda berdzikir dengan tenang, khusyu’ dan tidak terburu – buru. Jadi bisa dibilang dzikir itu merupakan cara umat Islam merefresh hati dan pikirannya


5 . Hidupnya dipenuhi dengan optimis.

Seseorang yang sering berdzikir dalam kehidupannya sehari – hari akan selalu optimis dalam menjalani hidupnya di dunia ini. Hal itu didasarkan pada rasa yakinnya kepada Allah SWT. Bahwa Allah akan selalu menolong dan memberikan yang terbaik untuk hamba – hamba Nya yang selalu mengingatnya. Dan bahwa Allah akan selalu memudahkan urusan hamba yang selalu berdzikir tersebut.

6. Akan selalu diingat oleh Allah SWT

Allah berfirman dalam surat Al baqarah ayat 152 yang mana di dalamnya dijelaskan bahwa Allah juga akan mengingat semua hamba yang selalu ingat (berdzikir) kepada Nya. Begitu pula dalam satu hadits Qudsi Nya, Allah berfirman yang artinya, “Aku senantiasa bersama seorang hamba selama dia mengingat Ku dan bibirnya senantiasa bergerak karena Aku”. (HR. Baihaqi dan Hakim).


  • 0

Membuat hidup menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Bismilahhiroohmanirrohim

 

Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan2 dunia, Allah akan menyelesaikan kesulitan2nya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat (HR. Muslim)

Manusia adalah makhluk sosial,manusia tidak bisa hidup normal tanpa orang lain, mereka akan saling membutuhkan, memberi dan diberi, menghargai dan dihargai, serta sederet aktivitas sosial yang lain. Semuanya itu untuk memenuhi kebutuhan sosial, dan aktivitas sosial yang kita lakukan seharusnya memberikan manfaat kepada orang lain.

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Seorang Muslim lebih diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya mencari manfaat dari orang atau memanfaatkan orang lain. Ini adalah bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi. Selain itu, manfaat kita memberikan manfaatkan kepada orang lain, semuanya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.

Saudaraku yang di rahmati Allah swt, agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, seorang muslim diwajibkan untuk beribadah, bekerja, berkarya, berinovasi atau dengan kata lain beramal saleh. Melakukan pekerjaan yang menantang akan lebih banyak memberi manfaat kepada orang lain. Dan yang terpenting adalah kita harus ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita.

Demikianlah mengenai penjelasan membuat hidup lebih bermanfaat , semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembacanya dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.