Mari Kita Belajar Menjadi Muslimah yang baik

  • 0

Mari Kita Belajar Menjadi Muslimah yang baik

Bismilahhirrohmannirrohim

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah, Kali ini saya akan berbagi mengenai Bagaimana cara kita untuk belajar menjadi seorang Muslimah yang lebih baik, Muslim yang berarti “seseorang yang berserah diri kepada Allah“, termasuk segala makhluk yang ada di langit dan bumi. sedangkan Muslimah menurut islam adalah wanita yang menganut agama islam dan menjalankan segala kewajiban serta perintah Allah SWT yang terkandung dalam agama islam. Dalam suatu pepatah disebutkan bahwa wanita muslimah adalah perhiasan dunia dan ia lebih mulia daripada bidadari di surga.

“Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.” (Al-Imran 3:52)

Dan Bagaimana cara untuk menjadi Wanita Muslimah yang Baik, ? Simak berikut ini caranya :

1. Beriman dan Bertakwa
Seorang wanita sebagai muslimah sejati adalah beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Wanita muslimah adalah mereka yang senantiasa melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar dan menjalankan segala perintah Allah SWT.

2. Menjaga Perkataan
Masalah ini disebutkan pula di akhir hadits yang berisi wasiat Nabi kepada Muadz yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 2616 yang sekaligus dia komentari sebagai hadits yang hasan shahih. Dalam hadits tersebut Rasulullah bersabda.

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَ مَنَا خِرِهِِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
“Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya ?”
Perkataan Nabi di atas adalah sebagai jawaban atas pertanyaan Mu’adz.
يَا نَبِّيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَا خَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ
“Wahai Nabi Allah, apakah kita kelak akan dihisab atas apa yang kita katakan ?”
Al-Hafidz Ibnu Rajab mengomentari hadits ini dalam kitab Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam (II/147),
“Yang dimaksud dengan buah lisannya adalah balasan dan siksaan dari perkataan-perkataannya yang haram. Sesungguhnya setiap orang yang hidup di dunia sedang menanam kebaikan atau keburukan dengan perkataan dan amal perbuatannya. Kemudian pada hari kiamat kelak dia akan menuai apa yang dia tanam. Barangsiapa yang menanam sesuatu yang baik dari ucapannya maupun perbuatan, maka dia akan menunai kemuliaan. Sebaliknya, barangsiapa yang menanam Sesuatu yang jelek dari ucapan maupun perbuatan maka kelak akan menuai penyesalan”.

 

Beliau juga berkata dalam kitab yang sama (hal.146), “Hal ini menunjukkan bahwa menjaga lisan dan senantiasa mengontrolnya merupakan pangkal segala kebaikan. Dan barangsiapa yang mampu menguasai lisannya maka sesungguhnya dia telah mampu menguasai, mengontrol dan mengatur semua urusannya”.

3. Menutup Aurat Sesuai Syariat
Wanita muslimah sebaiknya tidak menunjukkan aurat. Padahal Allah Subhanahu wa ta’ala telah berfirman pada surat An – Nur ayat 31 sebagai berikut :

Katakanlah kepada wanita yang beriman:
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
4. Berakhlaqul Karimah
Kita bisa mencontoh perilaku Rasulullah Muhammad Shallalahu Wa Alaihi Wassalam. Akhlaq dari Beliau adalah akhlak yang terbaik yang bisa dijadikan suri tauladan untuk seluruh umat manusia, bukan hanya untuk wanita muslimah. Untuk memulainya ini bisa dengan mempelajari bagaimana akhlak Beliau dari sejak kecil hingga Beliau wafat. Dari kehidupan beliau kita bisa mengambil contohna dengan cara memuliakan orang tua. Seperti yang Beliau lakukan pada orang tua, paman dan kakeknnya terdahulu.

Wanita muslimah hendaknya memiliki akhlak yang mulia, tutur kata yang sopan dan perilaku yang santun. Wanita muslimah juga seharusnya memiliki perkataan yang lembut dan tidak berlaku kasar kepada orang lain. Selain itu wanita muslimah juga harus selalu bersabar terhadap apa yang menimpanya dan selalu merasa malu jika berbuat sesuatu yang tidak baik.

Demikianlah Mengenai belajar menjadi Muslimah yang baik, Karena sebaik-sebaiknya Wanita, adalah wanita yang Sholehah .


  • 0

Kisah Wanita Menjadi Ahli Surga karena Sabar dalam Penyakitnya

Bismilahhirrohmanirrohim

Para sahabatku yang senantiasa di Cintai Allah, Kali ini saya akan berbagi sebuah kisah di dalam Al-Quran yang sangat menarik dan penuh dengan Hikmah, Ini cerita seorang ibu Masuk Surga dikarnakan kesabarannya menanggung penyakit ayan atau ( Epilepsi ) di zaman Rasulallah Saw. Mari kita simak ceritanya
Dari Abu Sa’id Al-Khudry dan Abu Hurairah Radhiyallahu anhuma, keduanya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salam berkata:

“Tidaklah seoarang Mukmin ditimpah sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya.”

Sabar menghadapi sakit, menguasai diri karena kekhawatiran dan emosi, menahan lidahnya agar tidak mengeluh, merupakan bekal bagi orang Mukmin dalam perjalanan hidupnya didunia. Maka dari itu sabar merupakan sebagian dari Iman, sama seperti kedudukannya kepala bagi badan. Tidak ada iman bagi orang yang tidak sabar, sebagaimana badan tiada arti tanpa kepala. Andaikata engkau mengetahui tentang pahala dan berbagai cobaan yang telah dijanjikan Allah bagimu tentu engkau bisa bersabar dalam menghadapi sakit. sperti riwayat di bawah ini:

Dari Atha’ bin Rabbah, dia berkata.” Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku,”Maukah kutunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni surga.”
Aku menjawab .”Ya.”
Ibnu Abbas berkata,” Wanita berkulit hitam itu pernah mendatangi Nabi saw. seraya berkata: ,”Sesungguhnya aku sakit ayan dan auratku terbuka. Maka berdoalah bagi diriku.”
Beliau saw. berkata: ,” Apabila engkau menghendaki, maka engkau bisa bersabar dan bagimu adalah surga. Dan, apabila engkau menghendaki, engkau bisa berdoa sendiri kepada Allah hingga Dia memberimu afiat.”
lalu wanita itu berkata :,”Aku akan bersabar.”
dan ia berkata lagi:,”Sesungguhnya auratku terbuka. Maka doakanlah aku agar auratku tidak terbuka.”
Maka Nabi saw. berdoa untuk wanita itu.

Ternyata wanita itu memilih untuk bersabar menghadi panyakitnya dan diapun masuk surga. Begitulah semestinya yang engkau ketahui, bahwa sabar menghadapi cobaan dunia akan mewarisi surga.
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata. Rasulullah saw. bersabda :
,” Cobaan akan tetap menimpah atas diri orang Mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya sehingga ia bersua Allah dan pada dirinya tidak ada lagi suatu kesalahanpun.”

Dari Ummu Al-Ala, dia berkata, Rasulullah saw. menjengukku takala aku sedang sakit, lalu beliau berkata:
,”Gembiralah wahai Ummu Al-Ala, sesungguhnya sakitnya orang muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahannya, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak.”

,”Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar,” (Ali Imran: 146)

,”Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas (Az-Zumar: 10).

,”Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” ( Al-Baqarah:177).

Allah mengujimu menurut bobot iman yang engkau miliki. Apabila bobot imanmu berat, maka Allah akan memberikan cobaan yang lebih keras. Apabila ada kelemahan dalam agamamu, maka cobaan yang diberikan kepadamu lebih ringan.

Dari Sa’id bin Abi Waqqash ra. di berkata, aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw.


,”Wahai Rasulullah saw. siapakah orang yang paling keras cobaannya.”
Beliau saw. menjawab: ,”Para Nabi, kemudian orang pilihan, dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan agama yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan apabila di agamanya ada kelemahan, maka ia akan di uji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan diatas bumi dan tidak ada satu kesalahanpun pada dirinya.


Demikianlah, Semoga dari cerita ini banyak Hikmah yang di Ambil,  Begitu banyak sebuah kisah di zaman Rasulallah yang perlu kita ketahui dan renungi untuk belajar di Kehidupa ini yang akan tetap berlanjut.