Menumbuhkan Rasa Takut kita kepada Allah SWT

  • 0

Menumbuhkan Rasa Takut kita kepada Allah SWT

Bismilahhirrohmannirrohim


Sesungguhnya, orang-orang yang takut kepada Tuhan-Nya yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Mulk: 12)

Rasa takut kepada Allah muncul dari pemahaman dan penghargaan akan kebesaran dan kekuatan-Nya. Seseorang yang memahami kebesaran kuasa Allah dan kekuatan abadi-Nya, akan mengetahui bahwa ia bisa saja menghadapi murka dan hukuman-Nya sebagai bagian keadilan Ilahi jika ia tidak mampu mengarahkan hidupnya sesuai dengan keinginan Allah.

Kesengsaraan yang disiapkan oleh Allah dalam kehidupan duniawi dan akhirat untuk mereka yang menafikan-Nya, dirinci di dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Semua manusia diperingatkan untuk mewaspadai hal itu. Setiap mukmin sejati selalu menyadari akan hal ini.

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, ”Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah dengan sebenar-benar rasa takut hanyalah para ulama yang memiliki pengetahuan tentang Allah (ma’rifatullah). Hal ini disebabkan semakin bertambah pengenalan seseorang terhadap Dzat Yang Maha Agung, Maha Kuasa, dan Maha Berilmu, Yang memiliki sifat yang Maha Sempurna disertai Asma’ul Husna, maka akan semakin bertambah dan sempurna pengetahuan seseorang kepada Rabbnya. Dengan demikian, ketakutannya kepada Allah akan semakin bertambah dan menguat. (Tafsir al-Qur’an al-`Azhim, 3/697).


Orang seperti itu memiliki rasa takut yang mendalam kepada Allah. Tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk beribadah kepada Allah. Ia tidak akan pernah lupa bahwa Allah mendengar dan melihatnya, selalu dan di mana pun, baik sendiri maupun saat dikelilingi oleh orang banyak. Nah kali kami akan berbagi bagaimana cara menumbuhkan Rasa Takut kita kepada Allah SWT . Mari simak caranya :

  • Menempuh jalan menuntut ilmu syar’i yang bersumber dari al-Quran al-Karim dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih.

Syaikh `Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata, ” Semakin seseorang berilmu tentang Allah Ta`ala, semakin besar juga rasa takutnya kepada Allah. Rasa takutnya kepada Allah tersebut membuatnya meninggalkan perbuatan maksiat dan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Dzat yang dia takuti. Ayat ini sebagai dalil tentang keutamaan ilmu, karena ilmu akan menumbuhkan rasa takut kepada Allah. Orang-orang yang takut kepada Allah adalah orang-orang yang mendapat kemuliaan-Nya, seperti firman Allah Ta`ala (artinya)Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Hal itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya.’ (QS. al-Bayyinah: 8) (Taisir al-Karimir ar-Rahman, hal 656)

  • Mengingat bahwa adzab Allah sangatlah pedih

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya, “Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya ialah orang yang mengenakan dua sandal dari neraka lalu mendidih otaknya karena sangat mencekam panas dua sandalnya.” (HR. Muslim).

Pedihnya adzab Allah, sampai-sampai disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa setan berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya” (QS. Al Anfal: 48).

Allah Ta`ala berfirman (artinya): “hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (QS. An Nuur: 63).

Dan ini juga ada sebuah kisah yang harus kita ketahui mengenai Rasa Takut, yaitu kemasyhuran Ibnul Mubarak. 

Dari Al-Qaasim bin Muhammad rahimahullah ia menceritakan: ”Suatu ketika kami pernah melakukan suatu perjalanan bersama Ibnul Mubarak. Seringkali terlintas dalam benakku (tentang kemasyhuran Ibnul Mubarak) hingga aku berkata pada diriku sendiri : ’Apakah gerangan yang membuat laki-laki ini lebih utama dibandingkan kami sehingga dia begitu terkenal di khalayak ramai? Jika dia shalat, kami pun melakukan shalat. Jika dia berpuasa, kami pun berpuasa. Jika ia berjihad, kami pun berjihad.”

Al-Qaasim rahimahullah pun melanjutkan: “Dalam suatu perjalanan kami kemudian, ketika kami sampai di negeri Syam pada suatu malam. Kami sedang makan malam di sebuah rumah. Tiba-tiba lampu padam. Maka seorang diantara kami pun bangkit untuk mengambil lampu. [keluar untuk beberapa saat untuk menyalakan lampu, kemudian datang membawa lampu yang telah menyala]. (Setelah terang) aku melihat wajah dan jenggot Ibnul Mubarak telah basah karena air mata. Maka aku berujar pada diriku sendiri , “Dengan rasa takut inilah laki-laki ini lebih utama dibandingkan kami. Mungkin tadi ketika lampu padam, dan keadaan menjadi gelap, beliau teringat akan hari kiamat.” (Ayna Nahnu min Akhlaq as-Salaf, hal. 18-19).

Semoga kita senantiasa menjadi seorang mukmin tidak pernah merasa bahwa iman dan rasa takutnya kepada Allah telah cukup. Ia mencoba meningkatkan rasa takut dalam hatinya dan kekuatan untuk menahan diri hingga akhir hidupnya.

Amin amin Ya Allah Ya Robbal Alamin


  • 0

Waqaf Hijab untuk Majelis Taklim yang berada di pelosok Kota Bogor

Bismilahhirrohmannirrohim

Para sahabat rahimakumullah, Hari ini saya akan berbagi mengenai Beberapa Dokumentasi dari Kegiatan yang YMA lakukan yaitu Wakaf Hijab , Wakaf Hijab yang kami persembahkan para jamaah majelis taklim Riyadul Huda pimpinan kyai sepuh Desa Sukamulya kec. Sukamakmur Kab. Bogor.

Mandiri Amanah memberikan semangat bagi para jamaah majelis taklim Riyadul Huda pimpinan kyai sepuh Desa Sukamulya kec. Sukamakmur Kab. Bogor Kyai Mamat di daerah ke tinggian 950 Meter DPL, Sebanyak 140 ibu ibu yang terdaftar sebagai jamaah pagi ini yang hadir mengikuti pengajian rutin ba’da Subuh sepertinya hanya setengah dari jumlah keseluruhan yang ada mungkin di pengaruhi kondisi cuaca yang memang dari kemarin tak henti henti nya sebagian daerah Bogor di guyur rintik hujan juga kaum ibu ibu di desa sukamulya mempuyai keyakinan saat Haid maka tidak boleh ikut ke dalam majelis taklim meski hanya sekedar mendengarkan di serambi pengajian.

Alhamdulilah ada 140 kerudung Baru untuk di bagikan ke jamaah dengan Gratis untuk yang hadir hari ini di dalam pengajian , Rasa Syukur yang selalu kami panjatkan kepada Allah SWT, dengan izin dan Ridhanya menghantarkan kami dari serangkaian demi serangkaian kegiatan yang kami lakukan bersama-sama ini mengenai Wakaf Hijab berjalan dengan lancar dan penuh Hikmah. Dan kami para Tim bersyukur menjalani tugas penyebaran Wakaf Hijab yang lagi dan lagi alhamdulilah memberikan Manfaat bagi para penerima Wakaf Hiijab ini, Serta kami bersyukur dapat secara langsung meyaksikan bagaimana kekhusyukan ibu ibu jamaah yang hadir dalam majelis tolabul ilmu dengan penuh semangatnya meski jalanan mereka melewati persawahan dan tegal.

Demikianlah mengenai Sedikit Rangkaian serta Dokumentasi dari Yayasan Mandiri Amanah yang kami bagikan. Dan Semoga semua yang sudah memberikan donasinya mendapatkan pahala yang besar dari setiap helai benang Hijab yang di pakai untuk tolabul Ilmi Jamaah Pengajian Riyadul Huda. Amin Ya Robbal Alamin


  • 0

Keutamaan serta Keistimewahan di Hari Jumat

Bismilahhirrohmannirrohim

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah SWT, Hari ini YMA akan berbagi mengenai Keistimewahan hari ini yaitu Hari Jumaat. Hari Jum’at adalah hari yang paling utama (afdhal) dari semua hari dalam sepekan. Yaitu hari yang penuh barakah. Allah Ta’ala mengkhususkan hari Jum’at ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari ummat-ummat terdahulu. Apa saja keutamaan serta keistimewahan hari Jumaat, Mari simak sebagai berikut :

 

  1. Hari paling utama di dunia

Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada hari jum’at ini, antara lain:

  • Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya.
  • Hari Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga.
  • Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi.
  • Hari akan terjadinya kiamat.

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim)

 

  1. Hari yang paling mulia dan merupakan penghulu dari hari-hari

Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari jum’at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari jum’at terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum’at juga Adam dimatikan, di hari jum’at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jum’at pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jum’at.” (HR. Ahmad)

  1. Waktu yang mustajab untuk berdo’a

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari jum’at lalu beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Di hari jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari Muslim)

  1. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.

 

Ibnu Qayyim berkata: “Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya“. Hadits dari Ka’ab menjelaskan: “Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya”. (Mauquf Shahih)

  1. Hari tatkala Allah SWT menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.

Sahabat Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: “Dan Kami memiliki pertambahannya” (QS.50:35) mengatakan: “Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum’at”.

  1. Hari dihapuskannya dosa-dosa

 

Salman Al Farisi berkata : Rasulullah bersabda: “Siapa yang mandi pada hari Jum’at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at”. (HR. Bukhari).
 

Demikianlah mengenai Penjelasan Hari ini yang istimewah ini, Semoga dengan kita mengetahui Keistimewahan hari ini membuat kita menjadi lebih memaksimalkan beribadah kita pada hari ini, dan untuk para saudaraku jangan lupa baca surah Al- Kafhi ya …

 

 

 

 


  • 0

Keutamaan Menjadi Tahfidz Qur”an

Bismilahhirrohamanirrohim

 

Para saudraku yang senantiasa di cintai Allah SWT, kali ini kami akan membahas mengenai Keutamaan menjadi seorang Hafidz atau pun Hafidzah, dan Apa itu Tahfidz. ?

Tahfidz Al-Qur’an terdiri dari dua kata yaitu tahfidz dan Al-Qur’an. Kata tahfidz merupakan bentuk masdar ghoir mim dari kata yang mempunyai arti menghafalkan Tahfidz mempunyai artinya menghafal, adalah proses mengulang sesuatu, baik dengan membaca atau mendengar. Pekerjaan apapun jika sering diulang, pasti menjadi hafal.

Menurut Imam Nawawi hukum menghafal Al-Qur’an adalah fardu kifayah. Termasuk hukumnya fardu kifayah, ilmu-ilmu syara’ yang mesti diperoleh oleh seorang muslim untuk menegakkan agamanya seperti menghafal Al-Qur’an.

 

  • Menjadi keluarga Allah di dunia

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

  • Lebih diutamakan untuk dihormati dan didahulukan

“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)

 

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)

“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)

  • Mendapat syafaat dari Alquran

“Penghafal Quran akan datang pada hari kiamat dan AlQuran berkata: “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia. Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). AlQuran kembali meminta: Wahai Tuhanku, ridhailaih dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Tirmidzi)Termasuk sebaik-baik manusia

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

  • Dimuliakan oleh Allah

“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)

  • Orang lain boleh iri padanya

“Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ’Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat” (HR. Bukhari)

  • Mampu menyelamatkan kedua orangtua

Sabda rasulullah s.a.w : “Daripada Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”.

Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Quran berkata; “saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan.

Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya.

Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Quran.”

Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil)

 

Demikian Uraian di atas Semoga Allah selalu memberi RidhaNya kepada kita yang senantiasa untuk menjadi Hafiz ,Hafizah serta mencintai Al Qur’an dengan jiwa dan raga.

 

 

 

 

 

 

 

 


  • 0

Kisah Rahman Hafidz Quran cilik yang mempunyai doa istimewah untuk Alm.Bapaknya

Bismilahhirrohmannirrohim

 

Seorang Anak yang kehilangan sosok pahlawan yang seharusnya membimbing mereka sebelum mereka mengenal hal – hal baru di masa mereka. Siapakah mereka , ? Para Anak Yatim yang belum sempat merasakan hangatnya pelukan sang Ayah .

Di dalam dunia yang luas ini ada begitu banyak Anak Yatim yang sangat merindukan Sosok Ayah yang sangat iya dambakan, ia merindukan seseorang sosok yang sangat tangguh di dalam kehidupannya . Saudaraku yang senantiasa di cintai Allah swt , Hari ini YMA akan berbagi Sebuah Kisah nyata yang kami temui pada seorang Anak Yatim di sebuah Desa yang berada tepat di Pengunungan . Mari simak kisahnya .!!

Hari demi hari berjalan , Bulan demi bulan menghabiskan harinya dimana Bulan yang terus berjalan mendekati suatu Bulan yang sangat istimewa Bulan apakah itu , ? Yaitu Bulan Muharram yang bertepatan 10 Muharram, Sebuah bulan yang sangat di nanti-nanti begitu banyak anak yatim, mereka menunggu kehadiran para saudara untuk berbagi senyum keberkahan serta kebahagiaan kepada mereka .

Kami pun selaku Yayasan Mandiri Amanah sudah mempersiapkan sebuah Acara yang memang di peruntukan untuk Anak – Anak Yatim Yatim yaitu Lebaran Yatim dengan tema “ Berbagi kebahagiaan bersama Anak Yatim, Dhuafa, dan Hafidz”

Di suatu ketika tibalah hari tersebut yaitu 10 Muharram 1439 H, Jika di lihat dari kalender Masehi yaitu tanggal 5 Oktober 2017, Seluruh Tim dari Yayasan Mandiri Amanah Sudah mempersiapkan segala kebutuhan untuk Acara Lebaran Yatim yang YMA adakan. Santunan Lebaran Yatim di adakan di Desa Sinarjaya, Ponpes Tahfidz Al- Barokah Bogor yang di Ikuti dengan para Anak Yatim,/Piatu, Dhuafa, serta para Hafidz dan Hafizah Tahfidz Al- Barokah. Alhamdulilah atas ridha Allah Acara Santunan Lebaran Yatim berjalan dengan lancar dan penuh Hikmat, di sela” kegiatan dari susunan acara yang kami adakan kami mewawancarai beberapa Anak- Anak Yatim/Piatu, Dhuafa, serta para Hafiz dan hafizah. Di antara perbincangan kami dengan anak-anak ada suatu hal yang membuat kami sangat tertarik yaitu di saat wawancara kami bersama Seorang Anak Yatim yang Bernama “ Rahman ” . Rahman adalah Seorang Anak Yatim yang berumur 7 tahun , yang Tinggal Sebuah Pesantren Al- Barokah di Desa Sinarjaya, Bogor .

Rahman memulai hidupnya di Pesantren Al- Barokah Bogor, menjadi Seorang Hafidz Quran yang akan sangat di banggakan oleh Ibu dan alm.Bapaknya , Seorang Anak Hafidz Quran yang berhasil menghafal Juz 30 di masa belianya dimana di masa yang harus memaksakan dirinya untuk medewasakan diri tanpa sosok sang bapak membimbingnya . Rahman seorang Anak ayng sangat mempunyai Hati sangat tulus yang mempunyai cita-cita menjadi seorang Kyiai di saat ia mulai tumbuh dewasa. Cita – cita yang sangat mulia yang di persembahkan untuk sang Bapak tercinta. Disaat kami bertanya Apa doa-doa Rahman setiap rahman habis mengaji dan solat untuk alm. Bapak ? dan Rahman menjawab, Semoga Bapak di lapangkan kuburannya, Semoga bapak di masukan ke dalam surga, dan semoga Rahman dan Ibu di pertemukan sama bapak di surga, itu Jawaban Rahman. Sungguh jawaban itu sungguh sangat menyentuh hati kami, seorang Anak soleh yang sangat merindukan sosok Bapaknya, yang belajar mendewasakan diri tanpa Bapaknya dan mempunyai doa yang sagat istimewa yang ia pinta pada tuhannya Yaitu Allah , Sebuah Doa yang akan menjadi penghantar utnuk dirinya bertemu sang Bapak di Surga .

Demikianlah mengenai Uraian Kisah Rahman seorang Hafidz ini, Semoga dengan adanya cerita ini, membuat kita untuk selalu mencintai dan menyayagi dengan tulus Orang tua kita selagi masih ada ,serta semoga kisah ini menjadi bermanfaat bagi para pembacanya. Amin YRA


  • 0

Program Sigap Bencana Yayasan Mandiri Amanah

Bismilahhirrohmannirrohim

 

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah swt, Hari ini manriri amanah akan berbagi mengenai Program dari Yayasan kami lagi, Program apakah itu, ?

Yaitu Program Sigap Bencana, Mari kita simak pemaparannya. !!!

Tahukan kalian apa yang di maksud Sigap Bencana .?

Sigap yang berarti tangkas,cepat dan kuat ( penuh semangat dan meyakinkan ) dan bencana yang berarti peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan/atau faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Maka Sigapa Bencana Adalah tangkasan atau tindakan yang di lakukan secepat mungkin untuk membantu parakorban yang terkena peristiwa Bencana Alam maupun bencana yang di akibatkan Oleh faktor manusia.

Maksuddan Tujuan Sigap Bencana YMAB

Sigap Bencana ini di lakukan untuk membantu para korban yang tertimpa Bencana Alam maupun dari factor manusia, Membantu dengan sigap dan segera dalam memberi bantuan kepada para korban ,Tetapi Tahukanh Anda Program ini begitu sangat berarti karena masih banyak Para Donatur yang sangat dermawan ,Iklas dan mempunyai JIwa yang besar untuk membantu para saudara yang membutuhkan .

Apa saja yang dilakukan Tim Yayasan Mandiri Amanah dalam Sigap Bencana.?

  1. Menyusun Rencana untuk menjalankan Proses Penanganan Sigap Bencana
  2. Mempersiapkansegala keperluan untuk para korban Bencana
  3. Mengordinasikan para Tim untuk Penanganan Bencana
  4. Mengirim Tim dari YMAB untuk terjun langsung membantu Para korban yang terkena Bencana

Demikian Uraian di atas mengenai Program Generasi Berdaya dari Yayasan Mandiri Amanah , Semoga Allah senantiasa memberikan RahmatNya serta ridhanya kepada Program Generasi Berdaya YMA agar Program ini dapat  berjalan dengan lancar atas ridha dari Allah swt

 

 

 


  • 0

Pemuda yang sangat istimewah di mata Rasullaallah saw Part II

Bismilahhirromannirrohim

Para saudaraku yang senantiasa di Rahmati Allah swt, kami akan melanjutkan sebuah kisah yang sangat istimewa mengenai sebuah kebaikan Uwais Al Qarni, Kebaikan yang Allah perintahkan kepada kita semua sebagai Khalifah di bumi ini . Kisah seorang pemuda yang bernama Uwais Al Qarni yang sangat istimewah di Mata Rasulaallah Saw.

 

  1. Uwais Al Qarni pergi ke Madinah 

Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al Qarni sampai juga di kota Madinah. Segera ia mencari rumah Nabi Muhammad. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al Qarni menyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada di rumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah r.a., istri Nabi. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi, tetapi Nabi tidak dapat dijumpainya.

Dalam hati Uwais Al Qarni bergejolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terniang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu,agar ia cepat pulang ke Yaman, “Engkau harus lepas pulang.”

Akhirnya, karena ketaatanya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah r.a., untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi. Setelah itu, Uwais pun segera berangkat pulang mengayunkan lengkahnya dengan perasaan amat sedih dan terharu.

Peperangan telah usai dan Nabi pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi menanyakan kepada Siti Aisyah r.a., tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais anak yang taat kepada orang ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi, Siti Aisyah r.a. dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah r.a. memang benar ada yang mencari Nabi dan segera pulang ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit itu, kepada sahabatnya, “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih di tengah telapak tangannya.”

Sesudah itu Nabi memandang kepada Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khaththab seraya berkata, “Suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”

Waktu terus berganti, dan Nabi kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khaththab. suatu ketika Khalifah Umar teringat akan sabda Nabi tentang Uwais Al Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu. yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa Khalifah Umar dan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib selalu menanyakan dia?

Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang baru datang dari Yaman, segera Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib segera pergi menjumpai Uwais Al Qarni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang salat. Setelah mengakhiri salatnya dengan salam, Uwais menjawab salam Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib sambil mendekati kedua sahabat Nabi tersebut dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah dengan segera membalikan telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan Nabi. Memang benar! Tampaklah tanda putihdi telapak tangan Uwais Al Qarni.

Wajah Uwais nampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi. Bahwa ia adalah penghuni langit. Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah”. Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al Qarni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. akhirnya Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib memohon agar Uwais membacakan doa dan Istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “Saya lah yang harus meminta do’a pada kalian”.

Mendengar perkataan Uwais, “Khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari Anda”. Seperti dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”

Demikianlah mengenai kisah tersebut, Semoga kisah ini mengispirasi kalian mengenai sebuah kebaikan dan ketaatan kita kepada Orang Tua, kisah ini masih berlanjut ya saudaraku akan kami lanjutkan di post berikutnya.


  • 0

Pemuda yang sangat istimewah di mata Rasullallah Saw

Bismilahhirrohmannirrohim

 

 

Para saudaraku yang senantiasa di Rahmati Allah swt, Kali ini YMA akan berbagi sebuah kisah yang sangat istimewa mengenai sebuah kebaikan, Kebaikan yang Allah perintahkan kepada kita semua sebagai Khalifah di bumi ini . Kisah seorang pemuda yang bernama Uwais Al Qarni yang sangat istimewah di Mata Rasulaallah Saw.

“Belum dikatakan berbuat baik kepada Islam, orang yang belum berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya.” Syaikhul Jihad Abdullah Azza

Di Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak. Karena penyakit itu tubuhnya menjadi belang-belang. Walaupun cacat tapi ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” pinta sang ibu.

Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan?

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seekor anak lembu, kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkin pergi haji naik lembu. Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. “Uwais gila… Uwais gila..” kata orang-orang yang melihat tingkah laku Uwais. Ya, banyak orang yang menganggap aneh apa yang dilakukannya tersebut.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik-turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahukah sekarang orang-orang, apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari? Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya.

Uwais menggendong Ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa.

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais.

“Bagaimana dengan dosamu?” tanya sang Ibu keheranan.

Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga.”

Itulah keinginan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya. Uwais seketika itu juga sembuh dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuknya Uwais tersebut? Ituah tanda untuk Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat Rasulullah untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari di sekitar Ka’bah karena Rasulullah berpesan, “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kalian berdua, pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman.”

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR Bukhari dan Muslim)

Demikianlah mengenai kisah tersebut, Semoga kisah ini mengispirasi kalian mengenai sebuah kebaikan dan ketaatan kita kepada Orang Tua, kisah ini masih berlanjut ya saudaraku akan kami lanjutkan di post berikutnya.

 

 

 


  • 0

1-25 dari 44 Dokumentasi Kegiatan Santunan Amanah Yatim di daerah Pedesaan Jonggol

Bismilahhirrohmannirrohim

 

Para saudaraku yang senantiasa di rahmati Allah Swt , Kami selaku Tim Mandiri Amanah akan membagikan kegiatan dokumentasi Santunan Anak Yatim dan Piatu yang kami adakan di daerah pedalaman Jonggol, Yayasan Mandiri Amanah melakukan kegiatan ini yang bertema “ Berbagi kebahagiaan bersama Anak Yatim dan Piatu.

“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang dinamakan ‘pintu kebahagiaan’, tidak akan memasukinya kecuali mereka yang memuliakan dan membahagiakan anak-anak yatim.”. Alhamdulilah Kegiatan Santunan ini berjalan dengan penuh Hikmat dan gembira,

Wahai saudaraku Tahukan kalian bahwa Rasul pun memerintahkan kita untuk menjadi ayah bagi para yatim dengan sabdanya : “Jadilah seperti ayah yang penyayang bagi para yatim, dan ketahuilah apa yang kamu tanam itulah yg akan kamu petik.”

Sunggguh Indah dan sangat bahagianya kami melihat Kebahagiaan serta kegembiraan yang terpancar dari Wajah mereka, Kebahagiaan serta kegembiraan sangat tulus yang memang seharusnya dimiliki mereka, Dan kami Selaku YMA percaya akan

Sabda Rasullaallah saw : “Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan, dan barang siapa berbuat baik kepada anak yatim perempuan atau laki-laki yang dia asuh, adalah aku bersama dia disurga seperti ini, beliau mensejajarkan dua jari-nya.”

Kesejahteraan yang kita dapat ” tidak saja dimaknai atas sejahteranya pribadi seseorang dalam menjalani hidup ini, akan tetapi kesejahteraan yang sesungguhnya adalah terlihat dalam kesejahteraan sosial. Kebaikan yang di berikan para Donatur kepada anak yatim balasannya adalah kebaikan yang lebih besar kelak di akherat yang telah Allah swt siapkan .

Demikian Uraian di atas mengenai Dokumentasi Kegiatan Santunan yang di lakukan Yayasan Mandiri Amanah untuk Anak Yatim/piatu dan anak – anak Dhuafa yang berada di daerah Pedesaan, Semoga Dengan adanya dokumentasi ini dapat memberikan Respon positif bagi para masyarakat yang belum mengenai Yayasan kami .


  • 0

Indahnya Hikmah dari menyantuni Kaum Dhuafa

” Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan ( hartamu ) secara boros. “
“ Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Isra’  : 26 – 27)

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah, kali ini YMA akan membahas mengenai apa itu Menyantuni Kaum duafa serta Hikmah apa yang kita dapat dari menyantuni dhuafa tersebut, ? Mari kita simak pembahasannya

Dhuafa adalah orang yang lemah dari bahasa Arab (duafa) atau orang yang tidak punya apa-apa, serta mereka harus disantuni bagi kewajiban muslim untuk saling memberi, Sedangkan Menyantuni kaum duafa ialah memberikan harta atau barang yang bermanfaat untuk duafa,  sebagai bentuk ibadah kepada Allah Swt

Kalian harus tau bahwasannya memberi tidaklah harus uang malah kita berikan makanan bisa tapi nanti ibadahnya akan mengalir terus seperti halnya infak

Serta Taukah kalian bahwa menurut para ulama menyantuni kaum duafa akan menyelamatkan diri kita dari api neraka, tapi sekarang banyak manusia yang segan megeluarkan hartanya untuk berinfak pada kaum duafa, bukan saja yang berarti duafa pada orang miskin juga bisa pada : Sebuah panti asuahan, membangun masjid, anak yang putus sekolah  dan kita biayai pendidikannya hingga selesai.

Di dalam Surah Al- Isra ayat 26 terdapat isi Kandungan mengenai isi surat tersebut seperti Allah memerintahkan manusia untuk berbakti dan berbuat baik tidak hanya kepada orang tua saja, namun masih harus berbakti kepada tiga golongan yang lain, yaitu:

  1. kepada kaum kerabat
  2. kepada orang miskin
  3. kepada orang terlantar dalam perjalanan.

Serta Pada ayat 27, Allah mengingatkan bahwa betapa buruknya sifat orang yang boros. Mereka dikatakan sebagai saudaranya setan. Orang yang boros bermakna orang yang membelanjakan hartanya dalam perkara yang tidak mengandung manfaat berarti.

Wahai saudaraku betapa bahagianya kita bila kita mendapatkan Hikmah dari menyantuni Kaum Dhuafa, Bukankah Allah Berfirman :

“ Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang tumbuh menjadi tujuh bulir, dan pada tiap-tiap bulir menghasilkan seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (Al-Baqarah[2]:261)

Hikmah yang kita dapat dari Menyantuni Kaum Dhuafa adalah Kita di ajarkan untuk menjadi lebih social, Menumbuhkan rasa empati kepada sesama manusiaagar kita membantu para saudara kita yang membutuhkan pertolongan kita, membantu meringankan penderitaanya saudara kita , Kita termaksud mengikuti tuntunan agama, kita dapat berbagi kebahagiaan kepada saudara kita, Serta kita lebih menjadi peka dan peduli terhadap seluruh saudara kita .

Yayasan Mandiri Amanah menerima pembayan Zakat, Infak, Sedekah, Serta Amanah Yatim bagi para saudara yang ingin berbagi kepada Adik-adik Yatim serta para saudara kami kaum dhuafa Dapat juga melalui :

  • Bank Mandiri
    Rek. 133 00 1283 0303 a/n Yayasan Mandiri Amanah
    Hotline (021) 8945 2133
  • Yayasan Mandiri Amanah
    https://mandiriamanah.or.id/

Demikian dari Uraian di atas mengenai Menyantuni Kaum Dhuafa serta Hikmah yang dapat kita ambil dari menyantuni kaum dhuafa, Semoga allah melipatgandakan dari apa yang kita berikan kepada Saudara kita Amin Yra