Kasih sayang yang indah di dalam Islam

  • 0

Kasih sayang yang indah di dalam Islam

Bismilahhirrohmannirrohim

“Kami tidaklah mengutusmu (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat (kasih sayang) bagi seluruh alam”. QS. Al-Anbiya’: 107.

kasih sayang di dalam islam sebenarnya telah lama di kumandangkannya dengan sempurna dan indah Namun, kebanyakan dari manusia tidak menyadari apa arti sesungguhnya dari kasih sayang itu sendiri, sehingga dapat terhenti dan menyimpang dari aturan-aturan yang telah di firmankan oleh Allah SWT dan sabda-sabda Rasul-Nya. Dalam makna lain Kasih Sayang adalah rasa yang didamba setiap insan di dunia, kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, sebaliknya kasih sayang seorang anak kepada Orang Tuanya. Kasih sayang akan muncul ketika ada perasaan simpatik dan iba dari dalam diri kepada yang dikasihi, namun kemunculan kasih sayang sangat alamiah dan tidak bisa dibuat-buat atau direkayasa.

Dalam menebarkan kasih sayang, Islam tidak hanya berhenti dalam wilayah sesama muslim saja, namun juga merambah hubungan dengan non muslim, Sebagaimana Allah Ta’alla berfirman :

“لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ، وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ، إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ”.

Artinya: “Allah tidak melarang kalian berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (kafir) yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kalian dari kampung halaman. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil”. QS. Al-Mumtahanah: 8.

Dan Rasulullah saw. bersabda, “Man laa yarhaminnaasa laa yarhamhullaah” Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya. (H.R. Turmudzi).

Sebuah kisah lain yang menarik ketika Amr bin Ash menaklukkan kota Mesir, saat itu datanglah seekor burung merpati di atas kemahnya.

Melihat kejadian ini, kemudian Amr bin Ash membuat sangkar untuk merpati tersebut di atas kemahnya. Tatkala ia mau meninggalkan perkemahannya, burung dan sangkar tersebut masih ada. Ia pun tidak mau mengganggunya dan dibiarkan burung merpati itu hidup bersama sangkar yang ia buat. Maka kota itu dijuluki sebagai kota fasthath (kemah).

Sudah jelas bukan bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi akan kasih sayang. Kita perlu mencontoh teladan Nabi saw. dan para sahabatnya yang benar-benar merealisasikan makna kasih sayang yang tanpa batas itu, tentunya untuk mencapai keridaan Allah semata yang bukan untuk mencari kesenangan dunia.


  • 0

Mari kita membersihkan Jiwa kita yang tak luput dari sebuah dosa

Bismilahhirrohmanirrohim


“Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketaqwaannya, sungguh bweruntung orang yang menucikannya (jiwa) itu, dan sungguh rugi orang yang mengotorimya.”  (QS.  Asy-Syam: 8-10)


Jiwa atau Jiva berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya “benih kehidupan”. Dalam berbagai agama dan filsafatjiwa adalah bagian yang bukan jasmaniah (immaterial) dari seseorang. Biasanya jiwa dipercaya mencakup pikiran dan kepribadian dan sinonim dengan roh, akal, atau awak diri.


Tiada manusia yang akan luput dari khilaf dan dosa. Karena memang Allah menciptakan manusia sebagai tempatnya itu semua. Ingatkah kawan pada firman Allah dalam Q.S Abasa? Dimana Allah menegur langsung sang Rasul khotimul anbiya, Muhammad bin Abdullah karena khilafnya. Namun kita bukanlah Rasulullah yang selalu dibimbing oleh Allah, setiap perkataan dan tindakannya dituntun langsung oleh Rabb semesta alam. Kita hanyalah manusia biasa yang tidak mungkin terlepas dari ancaman dosa.


Dan kali ini kami akan berbagi mengenai bagaimana cara Membersihkan Jiwa, Buruknya masa lalu, kelamnya hidup di waktu terdahulu tidak layak menghentikan langkah mu untuk terus maju memperbaiki dirimu. Hingga dirimu pun pantas untuk mendapatkan tempat di surga, bersama para orang sholih dan para kekasih-Nya.  di dalam Al Quran Allah SWT, paling tidak disebutkan ada lima kiat yang harus kita lakukan untuk membersihkan jiwa kitaBerikut cara ini Membersihkan Jiwa :


1. Mendirikan Sholat 


 “…dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar…”(Qs. Al Ankabuut:45)


Mendirikan sholat adalah melaksanakan sholat sesuai dengan ketentuannya. Sholat ada dirukun Islam yang ke2, dalam Al Quran menurut para ahli ada 30 perintah mendirikan sholat.


2. Menunaikan Zakat, Inafk dan Shodaqoh

 Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman bagi jaiwa mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”  (QS. At Taubah: 103)

Zakat, infak dan sedekah membuat jiwa kita bersih dari sifat terceladalam kaitan dengan harta seperti kikir, terlalu cinta harta, dan lain-lainnya.

4. Takut kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT.

“Sesungguhnya yang dapat engkau beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada (azab) Tuhannya (sekalipun) mereka tidak meloihat-Nya dan mereka yang melaksanakan shalat. Dan barangsiapa yang menyucikan dirinya, sesungguhnya dia menycikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah tempat kembali.”  (Qs. Faathir: 18)

Kekotoran jiwa merupakan akibat dari kemaksiatan, bila takut kepada Allah seseorang tidak melakukannya sehingga jiwanya menjadi bersih, dengan perbanyak Dzikir dan meningkatkan keimanan kita dengan cara takut kepada Allah, ingsyallah jiwa kita akan menjadi bersih .

5. Menerima Dakwah 

 

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika (Allah) mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Quran) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”  (Qs. Al Imran:164)

Karena Dakwah atau pembinaan pribadi yang Islami merupaka proses pembesihan jiwa juga dari segala kekotoran.

6. Menjaga dan Memperkuat Ahlak Islami 

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Qs. An Nuur:30)

Pergaulan antar manusia, apalagi lelaki dan wanita harus menjunjung nilai akhlak agar tetap dalam kesucian.


Wahai Sahabatku, Ingatkah kawan pada Abu Bakr Ash-Shiddiq, ‘Umar bin Khattab, maupun Khalid bin Walid dan shahabat lainnya? Dimana saat masa jahiliyah mereka bukanlah orang yang begitu lembut hati dan tutur perangainya. Mereka bukanlah orang yang beriman. Mereka tidak menyembah kepada Allah yang semestinya. Namun saat islam merasuk dalam sanubari, merekalah sebaik-baik generasi islam.


Tatkala nuranimu ingin menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya. Ikutilah. Ikutilah apa ingin nuranimu, karena dia suci, dia bening sehingga apa yang dia inginkan adalah kebenaran dan kebaikan. Tak perlu ragu. Tak perlu takut. Setiap manusia memiliki kesempatan dan kepantasan untuk menjadi lebih baik, kendati sejahatnya Abu Sufyan sebelum beriman yang begitu menentang dakwah sang nabi ketika di Mekah, namun rumahnya menjadi jaminan keamanan saat peristiwa Fathul Mekah, tatkala ia telah memilih tunduk kepada Allah Ar-Rahman.


  • 0

Kisah Rasulallah SAW : 8 Uang Dirham

Bismilahhirrohmannirrohim

Kisah Rasulullah SAW, bahwasanya Rasulullah pagi itu sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat. baju satu-satunya dan itupun ternyata sudah usang. baju yang setia menutup aurat beliau. meringankan tubuh beliau dari terik matahari dan dinginnya udara. Baju yang tidak pernah beristirahat.

Tetapi beliau tak mempunyai uang sepeser pun. Dengan apa beliau harus membeli baju? Padahal baju yang ada sudah waktunya diganti. Rasulullah sebenarnya dapat saja menjadi kaya mendadak, bahkan terkaya di dunia ini. Tapi sayang, beliau tak mau mempergunakan kemudahan itu. Jika beliau mau, Allah dalam sekejap bisa mengubah gunung dan pasir menjadi butir-butir emas yang berharga. Beliau tak sudi berbuat demikian karena kasihnya kepada para fakir yang papa. siapakah yang akan menjadi teladan jika bukan beliau..?

Contoh untuk menahan derita, menahan lapar dan dahaga, menahan segala coba dan uji Allah dengan kesabaran. Selalu mensyukuri nikmat Allah berapa pun besarnya. Siapa lagi kalau bukan beliau yang menyertai umatnya dalam menjalani iradat yang telah ditentukan Allah. Yaitu kehidupan dalam jurang kedukaan dan kemiskinan. Siapa pula yang harus menghibur mereka agar selalu bersabar dan rela dengan yang ada selain beliau? Juga siapa pula yang harus menanamkan keyakinan akan pahala Allah kelak di akhirat jika bukan beliau?

Yah,…hanya beliaulah yang mampu menjalankan berbagai hal diatas. benar,…baliaulah satu-satunya manusia yang mendapatkan amanat dari Allah untuk semua umat manusia. Tugas yang lebih murni dan mulia daripada intan berlian serta butiran emas yang lain. Lebih halus dari sutera serta lebih indah dari segala keindahan yang dikenal manusia di dunia ini. lebih megah dari segala kedudukan dan derajad kehidupan manusia yang katanya sudah megah. Semua itu hanyalah merupakan kesenangan dunia sedang di sisi Allah yang paling baik dan sebaik-baik tempat kembali

Perjuangan itu tidak mudah. bahkan sangat berat bagi beliau. Menegakkan yang hak hanya dapat dicapai dengan penuh keimanan dan kekuatan. sabar dalam menghadapi setiap malapetaka yang menimpa, bersyukur yang dilakukan dengan hati bersih. dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam duka maupun suka, bersyukur dan keimanan harus selalu menyertai. Itulah pokok risalah yang dibawa Rasulullah saw.

Allah Maha Bijaksana, tidak akan membiarkan hamba-Nya terkasih kebingungan. Rasulullah diberinya rezeki sebanyak delapan dirham. Bergegas beliau melangkah ke pasar. Tentunya kita maklum. uang sekian itu dapat dibelikan apa. Apakah cukup untuk membeli makan, minum, serta pakaian penutup badan? Oleh sebab itu, bergembiralah hai para fakir dan miskin! Nabi kita, Muhammad saw telah memberikan contoh begitu jelas.

Nabi yang kita cintai, hamba kesayangan Allah pergi ke pasar dengan uang sedikit seperti yang kita miliki. Tetapi nabi kita ini, hamba Allah yang di bumi bernama Ahmad, sedang dari langit bernama Muhammad dengan ridha pergi ke pasar berbekal uang delapan dirham untuk berbelanja. Manusia penuh nur dan inayah Allah yang dilahirkan di makkah. meskipun beliau miskin, beliau senang sekali hidup. beliau belum ingin mati meski kemiskinan menjerat setiap hari.

Di tengah perjalanan menuju pasar, beliau menemukan seorang wanita yang menangis. Ternyata wanita yang kehilangan uang. Segera beliau memberikan uangnya sebanyak dua dirham. Beliau berhenti sejenak untuk menenangkan wanita itu.

Rasulullah bergegas menuju ke pasar yang semakin ramai. Sepanjang lorong pasar banyak sekali masyarakat yang menegur beliau dengan hormat. Selalu menjawab dan memberikan salam yang mengingatkan akan kebesaran Allah semata. Beliau langsung menuju tempat di mana ada barang yang diperlukannya. Dibelinya sepasang baju dengan harga empat dirham. beliau segera pulang.

Di perjalanan beliau bertemu dengan seorang tua yang telanjang. Orang tersebut dengan iba memohon sepotong baju untuk dipakainya. Rasulullah yang memang pengasih itu tidak tahan melihat. Langsung diberikannya baju yang baru dibeli. Beliau kembali ke pasar utnuk membeli baju lagi seharga dua dirham. Tentu saja lebih kasar dan jelek kualitasnya daripada yang empat dirham. dengan gembira beliau pulang membawa bajunya.

Langkahnya dipercepat karena sengatan matahari yang semakin terik. Juga angin malam yang telah mulai berhembus pelan-pelan. Beliau tidak ingin kemalaman di jalan. Tak lama beliau melangkah ke luar pasar, ditemuinya lagi wanita yang menangis tadi. Wanita itu kelihatan bingung dan sangat gelisah. Rasulullah saw mendekat dan bertanya mengapa. Wanita itu ternyata ketakutan untuk pulang. Dia telah terlambat dari batas waktu, dan takut dimarahi majikannya jika pulang nanti. Rasululah saw langsung menyatakan akan mengantarkannya.

Wanita itu berjalan yang diikuti Rasulullah saw dari belakang. Hatinya tenang karena Rasulullah saw pasti akan melindungi dirinya. Dia yakin majikannya akan memaafkan, karena kepulangan yang diantarkan oleh manusia paling mulia di dunia ini. Bahkan mungkin akan berterima kasih karena pulang membawa kebaikan bersama dengan kedatangan nabi dan rasul mereka. Mereka terus berjalan hingga sampai ke perkampungan kaum Anshari. Kebetulan saat itu yang ada hanyalah para isteri mereka.

Assalamu’alaikum warahmatullah, sapa Rasulullah saw keras. Mereka semuanya diam tak menjawab. Padahal mereka mendengar. Hati mereka diliputi kebahagiaan karena kedatangan Nabi. Mereka menganggap salam Rasulullah saw sebagai berkah dan seperti lebaran saja. Mereka masih ingin mendengarnya lagi. Ketika tak terdengar jawaban, Rasulullah saw memberi salam lagi. Tetap tak terdengar jawaban. Rasulullah saw mengulang untuk yang ketiga kali dengan suara lantang, Assalamu’alaikum warahmatullah. Serentak mereka menjawab.

Rasulullah sangat heran dengan semua itu. Beliau menanyakan pada mereka apa sebabnya. Mereka mengatakan, Tidak ya Rasulullah. Kami sudah mendengar sejak tadi. Kami memang sengaja, kami ingin mendapatkan salam lebih banyak. Rasulullah melanjutkan, Pembantumu ini terlambat pulang dan tidak berani pulang sendirian. Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerimanya.

Ucapan ini sangat mengejutkan mereka. Kasih sayang Nabi begitu murni, budi pekerti yang utama, yang indah tampak dihadapan mereka. Beliau menempuh perjalanan begitu panjang dan jauh hanya untuk mengantarkan seorang budak yang takut dimarahi majikannya. Lagipula hanya karena terlambat pulang. Bahkan memohonkan maaf baginya pula. Sehingga karena harunya, mereka berkata, Kami memaafkan dan bahkan membebaskannya. Kedatangannya kemari bersama anda karena untuk mengharap ridha Allah semata. Budak itu tak terhingga rasa terima kasihnya. Bersyukur atas karunia Allah swt dan kebebasannya karena dari Rasulullah saw.

Rasulullah saw pulang dengan hati gembira. Telah bebas satu perbudakan dengan mengharap ridha Allah swt sepenuhnya. Beliau juga tak lupa mendoakan para wanita itu agar mendapatkan berkah dari Allah swt. Semoga semua harta dan turunan serta semoga selalu tetap dalam keadaan iman dan islam. Beliau sibuk memikirkan peristiwa sehari tadi. Hari yang penuh berkah dan karunia Allah swt semata. Akhirnya beliau berujar dengan, Belum pernah kutemui berkah angka delapan sebagaimana hari ini. Delapan dirham yang mampu mengamankan seseorang dari ketakutan, dua orang yang membutuhkan serta memerdekakan seorang budak. Bagi seseorang muslim yang memberikan pakaian pada saudara sesama muslim, Allah akan memelihara selama pakaian itu masih melekat.

sumber : Kabarmuslimah


  • 0

Pelajarilah… Karakter yang menghantarkan kita kepada Kesuksesan Dunia dan Akhirat

Bismillahhirohmannirrohim


Para Sahabat Mandiri Amanah yang senantiasa membaca artikel” inspirasi dari Mandiri Amanah, Kali ini saya akan membahas mengenai Sebuah karakter yang akan menghantarkan kita kepada sebuah Kesuksesan Dunia dan Akhirat, pasti semua orang menginginkan itu bukan, Menjadi seorang Khalifah yang sukses Dunia, Akhirat. Di dalam Al-Quran menjelaskan bahwa :


وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) 


“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3) 


Agar kita tidak menjadi Manusia yang merugi di kehidupan Dunia yang fana ini, kita harus menjadi manusia yang beriman, beramal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran karena dari apa yang sudah di jelaskan di dalam Al-Quran akan menghantarkan kita juga kepada Kehidupan Akhirat yang kita idamkan yaitu Surga. 


Balik lagi ke sebuah Karakter, Kalian harus tau ini, karakter apa saja yang akan menghantarkan kita kepada sebuah Kesuksesan Dunia dan Akhirat, Mari kita bahas karakter tsb .


1. Kejujuran

Kejujuran adalah sebuah akhlak yang sangat mulia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian wajib untuk jujur. Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebaikan. Dan kebaikan akan mengantarkan kepada surga” (HR. Muslim). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Kejujuran adalah jalan yang lurus dimana orang yang tidak menempuh jalan tersebut, dia akan celaka dan binasa. 


Beliau bersabda : 

Hati-hatilah kalian dari dusta. Sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada maksiat, dan maksiat akan mengantarkan kepada neraka” (HR. Muslim).


2. Amanah

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya” (QS. An Nisaa : 58). Syaikh Ibnu ‘Utsaiminrahimahullah mengatakan, “Amanah itu pembahasannya luas sekali. Dan pada intinya, amanah ada pada dua hal : amanah yang berkaitan dengan hak-hak Allah, yakni amanah yang diemban seorang hamba untuk beribadah kepada Allah dan amanah yang berkaitan dengan hak manusia” (Syarh Riyadhus Shalihin, 2/463).


3.Memenuhi Janji

Memenuhi janji adalah diantara sifat seorang mukmin. Adapun tidak memenuhi janji adalah diantara sifat munafik. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga : Jika berkata maka berdusta, jika diberi amanah maka berkhianat, dan jika berjanji maka melanggar” (HR. Bukhari dan Muslim).


4. Menjaga Pndangan

Ibnul Qayyim mengatakan, “Pandangan adalah penunjuk jalan serta utusan syahwat. Menjaga pandangan adalah modal pokok untuk menjaga kemaluan. Siapa yang tidak menjaga pandangannya, dia telah menempatkan dirinya ke tempat kehancuran” (Al Jawaabul Kaafi, hal. 216). Oleh karena itu, menjaga kemaluan tergantung kepada menjaga pandangan. Orang yang mampu menjaga pandangannya, akan mampu menjaga kemaluannya dengan izin Allah.


5. Dermawan (berbagi/shodaqoh)

Ahli tafsir menerjamahkan “Pinjaman yang baik” dengan makna “Menafkahkan harta di jalan Allah”, yakni menyumbangkan hartanya untuk kebaikan dan meringankan beban orang lain, seperti kaum dhuafa dan mendanai orang yang berjihad di jalan Allah.

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik dia laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah akan melipat gandakan (pembayarannya oleh Allah) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Q.S.Al-Hadid : 18).

6. Sabar

Seorang muslim harus memiliki sifat sabar, karena sabar merupakan salah satu inti kunci sukses dunia akhirat dan seorang muslim harus menahan dirinya dari kesusahan serta menghadapinya sesuai ajaran islam, menjaga lisan dari celaan, menahan amarah dan badan dari perbuatan dosa.

7. Husnudzan

Selalu berprasangka baik/husnudzan dalam kehidupan merupakan kunci sukses dunia akhirat yang berikutnya, berprasangka baikbertujuan agar tidak terciptanya penyakit hati. Jika setiap orang menerapkan perilaku husnudzan, maka akan terciptanya masyarakat yang harmonis dan saling menjaga. Tidak akan ada masalah yang timbul karena prasangka-prasangka buruk (su’uzan) tidak ada dalam hati mereka.

Adapun bentuk-bentuk dari husnudzan sebagai berikut:

  • Berhusnudzan kepada Allah
  • Berhusnudzan kepada diri sendiri
  • Berhusnudzan kepada orang lain

8. Iklas

Ikhlas adalah menerima apa yang ada dan mampu menjalankannya tanpa perlu pujian dari orang lain, hanya mengharapkan ridho Allah. Menggantungkan harapan hanya kepada Allah, dengan mengikhlaskan dan meluruskan niat untuk mengharapkan ridho Allah. 

9. Bersyukur

Bersyukur merupakan kunci sukses dunia akhirat yang sangat penting, dengan menerima apa yang ada, tentunya kita harus mensyukurinya dengan mengucapkan “Alhamdulillah”, diikuti dengan hati dan di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.


sumber : buletin muslim, belajar islam .

Demikianlah mengenai Karakter/sifat-sifat ini Semoga kita semua dapat menjadi seorang Khalifah yang sukses di Dunia dan Ahkirat. dan Semoga Allah agar memberikan kepada kita taufik-Nya serta membantu kita untuk melaksanakan sifat” tsb yang menghantarkan kita pada ke suksesan yang di ridhai Allah


  • 0

Menggapai Surga Bersama Anak Yatim

Bismillahhirrohmannirrohim

Semoga Allah senantiasa memasukan kita semua kedalam JannahNya bersama Rasullullah SAW beserta Anak Yatim yang kita cintai .

Tidak sekali-kali, bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim.” (QS Al Fajr, 89:17)

Teguran Allah tersebut tertuju kepada orang-orang yang bersikap individualistis dan tidak peduli terhadap kebutuhan orang lain khususnya anak yatim

Anak-anak yatim merupakan salah satu pos untuk kepedulian dan kebaikan yang diperintahkan oleh Allah Swt. Ibnu Katsir memahami ayat ini sebagai perintah dari Allah Swt. untuk memuliakan anak yatim walaupun pernyataan firman-Nya sendiri dengan kalimat negasi dan pengingkaran. (tafsir Ibnu Katsir: 4/473).

Tahukan kalian dengan merawat Anak Yatim Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Saya dan perawat anak yatim di surga seperti ini”

Berbuat baik kepada anak-anak yatim merupakan salah saru sebab menggapai surga yang tertinggi, di dalam As-Shahihain dari Sahl bin Sa’d rodhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Saya dan perawat anak yatim di surga seperti ini” (Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah kemudian meregangkannya)

An-Nawawy rohimahullah menjelaskan,”perawat anak yatim: yang mengurusi keperluan-keperluannya”.
Dalam penjelasannya Ibnu Baththol rohimahullah mengatakan,”Sudah semestinya bagi siapa saja yang mendengarkan hadits ini untuk mengamalkannya, agar menjadi pendamping nabi di surga, dan tidak ada kedudukan yang lebih baik dari itu”.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah bersabda,”Perawat anak yatim miliknya atau orang lain, saya dan dia seperti ini di surga”.
An-Nawawi rohimahullah menjelaskan,”anak yatim miliknya atau orang lain maksudnya : kerabatnya ataupun bukan siapa-siapanya, kerabat dengan arti yang merawatnya (si anak yatim) adalah seperti ibunya, kakeknya, saudaranya,atau selain mereka yang masih termasuk karib kerabatnya, wallahu a’lam”.
 

Sungguh mulia balasan bagi pengasuh anak yatim. Rasulullah Saw. bersabda; “sebaik-baik rumah kaum muslimin adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik. Dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim, namun diasuh dengan buruk. Kemudian beliau menunjukkan dengan jari tengah dan telunjuknya sambil bersabda; “aku dan pengasuh anak yatim seperti ini di surga”. (HR. Abu Daud)

Dalam  riwayat yang lain disebutkan ”Bila engkau ingin agar hati menjadi lembut dan damai dan Anda mencapai keinginanmu, sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berilah dia makanan seperti yang engkau makan. Bila itu engkau lakukan, hatimu akan tenang serta lembut dan keinginanmu akan tercapai. (HR Thabrani).

 

 

Dan Betapa perhatian Nabi s.a.w. sangat besar sekali terhadap yatim piatu. Beliau prihatin, melindungi, dan menjamin keperluan hidup mereka, dan selalu dipesankan dan dianjurkan kepada umatnya dalam tiap keadaan. “Aku dan pemelihara anak yatim, akan berada di surga kelak“, sambil mengisyaratkan dan mensejajarkan kedua jari tengah dan telunjuknya. (H.R. Bukhari) Dalam hadis yang lain baginda s.a.w. bersabda “Sebaik-baik rumah tangga muslim ialah yang di dalamnya ada anak yatim yang dilayani dengan baik” (H.R. Ibnu Majah)

 

 

Dan tahukan kalian ada  Banyak sekali ayat-ayat Al-qur’an dan hadits-hadits Nabi saw yang menerangkan tentang berbuat baik dan memuliakan anak yatim. Diantaranya:

 

Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak dan kaum kerabat serta anak-anak yatim dan orang-orang miskin.” (QS Al Baqoroh,2:83)

 

Dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin.” (Al Baqoroh,2:177)

 

Katakanlah, “Apa saja harta benda (yang halal) yang kamu infakkan, maka berikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat dan anak-anak yatim.” (QS Al Baqoroh,2:215)

 

Dan mereka bertanya kepadamu mengenai anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amat baik bagimu.” (QS Al Baqoroh,2:220

 

Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dan kaum kerabat dan anak-anak yatim.” (QS An Nisaa,4:127)

 

 

Demikianlah uraian di atas mengenai penjealsan Menggapai surga bersama dengan Anak Yatim . “Sebaik-baik rumah tangga muslim ialah yang di dalamnya ada anak yatim yang dilayani dengan baik” (H.R. Ibnu Majah) Semoga Allah senantiasa memberikan Rahmat serta RidhaNya kepada kita yang senantiasa senang membantu serta menyantuni Anak Yatim .

 


  • 0

Apa itu Dakwah .?

Assalammualaikum wr wb

Bismillahhirrohmannirrohim

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah , kali ini saya akan membahas mengenai dakwah . Apa itu dakwah, ?

“Serulah oleh kalian (umat manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasihat yang baik, dan berdebatlah dengan mereka secara baik-baik…” (QS. An-Nahl:125).

Penggunaan kata Dakwah sendiri di dalam Al-Qur’an memiliki fungsi dan peranan yang berbeda. Kata Dakwah di dalam Al-Qur’an digunakan sebanyak 198 kali dan Dakwah sendiri tidak merujuk pada satu arti akan tetapi merujuk pada beberapa arti kata. Kata Dakwah dalam Al-Qur’an digunakan dalam bentuk :

  1. Dakwah sebagai Ajakan
  2. Dakwah sebagai Doa
  3. Dakwah sebagai Tuduhan

Selain dari ketiga kata di atas, di dalam Al-Qur’an juga dijelaskan mengenai kata dakwah sebagai bentuk:

  1. Aduan atau memanggil seseorang untuk menyampaikan keluh dan kesahnya.
  2. Permintaan atau memiliki makna yang hampir sama dengan do’a namun pendekatan kata yang lebih umum.
  3. Mengundang atau seruan yang bersifat ajakan yang mengajak seseorang menghadiri acara.
  4. Merujuk pada kejadian dimana Malaikat Israfil yang mengundang manusia untuk berkumpul di Padang Masyhar
  5. Gelar dan Sebutan yang digunakan untuk memanggil seseorang
  6. Merujuk pada anak yang angkat yang tidak bukan berarti anak kandung sendiri.

SECARA etimologis, menurut para ahli bahasa, dakwah berakar kata da’a-yad’u-da’watan, artinya ”mengajak” atau ”menyeru”.

Sedangkan pengertian Dakwah Secara Terminologis. Dalam artian terminologies lebih cenderung diartikan sebagai usaha yang dilakukan oleh seorang pendakwah agar kembali ke jalan yang benar. Dalam pembahasan ini pendakwa merujuk pada seseorang muballigh atau penceramah yang menyampaikan Dakwah*. Penggunaan kata dakwah hanya merujuk pada ajakan yang disampaikan oleh penceramah dalam agama Islam karena asala bahasa Arab yang sangat erat dikaitkan sebagai asal dan tempat agama Islam berkembang.

Tahukan kalian mengenai Jenis – jenis Dakwah, Dakwah di bagi menjadi 7 bagian apa sajakah itu, ?

  1. Fiqhud-dakwah

Fihud Dakwah artinya adalah suatu proses memahami aspek serta tatacara yang berhubungan dengan dakwah, Tujuan ini adalah menyampaikan suatu kabar atau seruan dengan cara-cara yang benar sehingga terhindar dari perbuatan Fasiq. Anjuran dalam menyampaikan dakwah yang sesuai dengan kebenaran Islam dalam menyampaikan Risalah al islamiyah.

  1. Dakwah fardiah

Dakwah fardiah adalah suatu metode dakwah yang ditujukan kepada kelompok kecil orang dan disampaikan secara terbatas. Dakwah Fardiah disampaikan tanpa terencana sehingga proses penyampaian tidak terstruktur dengan baik dari segi tata tertib. Metode dakwah seperti dapat berupa menasehati orang lain ketika melakukan kesalahan secara langsung dalam bentuk teguran, anjuran atau contoh dalam melakukan sesuatu.

  1. Dakwah ammah

Dakwah Ammah adalah berdakwah dengan cara menyampaikan sesuatu secara lisan keapad orang banyak. tujuan dari Dakwah Amma adalah menanamkan sebuah faham agar orang yang mendengar terpengaruh dengan ucapan yang disampaikan.

  1. Dakwah bil-Haal

Dakwah bil al-hal merupakan metode dakwah dengan memberikan contoh melalui perbuatan secar a langsung. Dakwah bil Hal ini bertujuan agar orang-orang mengikuti jejak dari si pendakwah atau Da’i.

  1. Dakwah bit-tadwin

Dakwah bit-tadwin adalah sebuah metode dakwah yang dilakukan melalui tulisan. Metode dakwah ini disampaikan dengan cara menuliskan penjelasan mengenai seruan yang hendak disampaikan

  1. Dakwah bil hikmah

Dakwah bil hikmah adalah menyampaikan seruan secara arif dan juga bijaksana. Memberikan kesempatan bagi para pendengar untuk mengambil keputusan sendiri dan tidak dengan melalui paksaan sehingga pelaku benar-benar melakukan karena Allah. Menyampaikan dakwah secara persuasif dan membuat tersadar dengan sendirinya.

Demikianlah Uraian di atas mengenai Apa itu dakwah dan di bagi menjadi beberapa bagiankah dakwah tersebut .Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi setiap para pembacanya .

Wasslammualaikum


  • 0

Dalil- dalil di dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang Amanah

Assalammualaikumwr .wb

Bismillahhirohmannirrohim

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…”

Para Sahabat Muslim yang di cintai Allah, Sebagaimana Pengertian dan Makna Amanah yang sudah di jelaskan di blog sebelumnya  dan kali ini Yayasan Mandiri Amanah akan melanjutkan penjelasan lebih dalam lagi mengenai amanah yaitu, memahami dalil-dalil di dalam Al-Qur’an yang menjelaskan tentang Amanah

Beberapa Dalil-dalil di dalam Al-Qur’an  yang menjelaskan tentang Amanah,Sebagai berikut :

  1. Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah di dalam Tafsir al Qur’an al ‘Azhim (2/338-339) berkata : Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengabarkan bahwa sesungguhnya Ia memerintahkan (kepada kita) untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya. Dalam sebuah hadits dari al Hasan, dari Samurah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْـتَمَنَكَ، وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ

“Tunaikanlah amanah kepadaorang yang engkau dipercaya (untuk menunaikan amanah kepadanya), dan jangankhianati orang yang telah mengkhianatimu”. [Diriwayatkan oleh al Imam Ahmad dan Ahlus Sunan

Ini mencakup seluruh jenis amanah yang wajib ditunaikan oleh seseorang yang dibebani dengannya. Baik (amanah itu) berupa hak-hak Allah atas hambanya, seperti (menunaikan) shalat, zakat, kaffarat, nadzar, puasa, dan lain-lainnya yang ia terbebani dengannya dan tidak terlihat oleh hamba-hamba Allah lainnya. Ataupun berupa hak-hak sesama manusia, seperti barang-barang titipan, dan yang semisalnya, yang mereka saling mempercayai satu orang dengan yang lainnya tanpa ada bukti atasnya. Maka, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkannya untuk menunaikannya. Barangsiapa yang tidak menunaikannya, akan diambil darinya pada hari Kiamat kelak

2.Surat al Anfal/8 ayat 27 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”

  1. Surat al Mu’minun/23 ayat 8, atau surat al Ma’arij/70 ayat 32:

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya”.

Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir al Qur’an al ‘Azhim (8/227) berkata: “Maksudnya, apabila mereka dipercaya (dalam suatu urusan), mereka tidak berkhianat. Dan apabila mereka mengadakan perjanjian, mereka tidak menyelisihinya. Demikianlah sifat orang-orang yang beriman.

  1. Surat al Baqarah/2 ayat 283:

اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ

“…Maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah Tuhannya…”.

Dari Uraian di atas  kita dapat lebih mengetahui dalil-dalil mengenai Makna Amanah di dalam Al – Qur’an yang suda di jelaskan dengan Firman ALLAH .

 

Zadanallah ilman wa hirsna

Wasalammualaikum wr . wb