Membangun Silaturahmi yang Indah

  • 0

Membangun Silaturahmi yang Indah

Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim” (Muttafaqun ‘alaihi)

Silaturahmi (shilah ar-rahim dibentuk dari kata shilah dan ar-rahim. Kata shilah berasal dari washala-yashilu-wasl(an)wa shilat(an), artinya adalah hubungan. Adapun ar-rahim atau ar-rahm, jamaknya arhâm, yakni rahim atau kerabat. Asalnya dari ar-rahmah (kasih sayang); ia digunakan untuk menyebut rahim atau kerabat karena orang-orang saling berkasih sayang, karena hubungan rahim atau kekerabatan itu. Di dalam al-Quran, kata al-arhâm terdapat dalam tujuh ayat, semuanya bermakna rahim atau kerabat.
Dengan demikian, secara bahasa shilah ar-rahim (silaturahmi) artinya adalah hubungan kekerabatan dan Arti silaturahim yang memiliki arti menyambungkan rasa kasih sayang.
Allah SWT berfirman :
“Dan sesungguhnya pada kehidupan hewan itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu”.
(QS.An-Nahl (16) : 66).
Dalam hal bersilaturrahmi misalnya kita bisa mencontoh semut dan lebah. Semut binatang kecil pemakan gula tapi tidak pernah sakit gula (diabetes). Resepnya, pertama karena semut senang bersilaturrahmi. Tengoklah setiap berpapasan antara sesama semut sejenis mereka saling “bersalaman” yang terlihat dari kedua kepalanya saling ketemu. Kedua, bila seekor semut menemukan rezeki, mereka tidak mau makan sendiri tapi memberi tahu semut-semut lainnya.
Setelah berkumpul, baru makanan itu mereka bawa kesatu tempat dan dinikmati bersama.
Menjalin hubungan baik dengan sesama manusia merupakan salah satu tanda ketakwaan seorang hamba kepada Tuhan-Nya. Allah bahkan menjanjikan keberkahan hidup bagi hamba-Nya yang selalu menjaga tali silaturahmi dengan sesamanya, khususnya dengan orang tua dan kerabat.
Dan taukah kalian Manfaat dari kita Berislaturahmi, ini ada tiga manfaat dari silaturahmi :
Silaturahmi Dapat Menjadi Kunci Masuk Surga
Allah Swt. menjanjikan pahala dan keberkahan bagi setiap hamba-Nya yang senantiasa menjaga tali silaturahmi. Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
Balasan bagi siapa saja yang mampu menunaikan kewajibannya sebagai seorang hamba adalah ia didekatkan kepada surga dan dijauhkan dari panasnya api neraka.
Silaturahmi tidak hanya memberikan keberkahan dan kebahagiaan bagi pelakunya. Para kerabat dan keluarga yang dikunjungi pun tidak luput dari rasa bahagia ketika mendapati bahwa keluarganya masih peduli dan memegang teguh rasa persaudaraan.
Silaturahmi Mampu Memperluas Rezeki Seseorang
Silaturahmi mempermudah kita untuk membantu kerabat atau anggota keluarga jika suatu saat ada salah satu dari mereka yang membutuhkan bantuan. Membantu keluarga yang sedang kesulitan dapat kita anggap sebagai sedekah. Allah Swt. pun menjanjikan kemudahan dan pahala bagi siapa saja yang mampu memperpanjang tali silaturahmi dan memudahkan urusan saudaranya. Janji Allah tersebut tertuang dalam sabda r yang diriwayatkan Abu Hurairah: “Siapa yang suka dilapangkan rezekinya  dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung tali silaturahmi.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).
Silaturahmi Mampu Mendekatkan Diri Kepada Allah Swt.
Menyambung tali silaturahmi merupakan salah satu bentuk kecintaan dan ketakwaan seorang hamba. Hal tersebut dibuktikan dengan sabda Rasulullah: “Allah ‘azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar-Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga hak-Nya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus darinya.” (Hadis Riwayat Ahmad).
Dari hadis tersebut jelas bahwa Allah Swt. memerintahkan setiap hamba-Nya agar selalu menjaga keutuhan antar sesamanya. Allah juga menjanjikan pahala bagi siapa saja yang mampu menjaganya dan Dia juga tidak segan memberikan peringatan bagi mereka yang memutus keutuhan tali silaturahmi, Silaturahmi sebagai tanda keimanan juga diungkapkan melalui sabda Rasulullah: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya