Membuat hidup menjadi Pribadi yang Bermanfaat

  • 0

Membuat hidup menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Bismilahhiroohmanirrohim

 

Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan2 dunia, Allah akan menyelesaikan kesulitan2nya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat (HR. Muslim)

Manusia adalah makhluk sosial,manusia tidak bisa hidup normal tanpa orang lain, mereka akan saling membutuhkan, memberi dan diberi, menghargai dan dihargai, serta sederet aktivitas sosial yang lain. Semuanya itu untuk memenuhi kebutuhan sosial, dan aktivitas sosial yang kita lakukan seharusnya memberikan manfaat kepada orang lain.

Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim. Seorang Muslim lebih diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya mencari manfaat dari orang atau memanfaatkan orang lain. Ini adalah bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi. Selain itu, manfaat kita memberikan manfaatkan kepada orang lain, semuanya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri.

Saudaraku yang di rahmati Allah swt, agar kita benar-benar mendapatkan manfaat yang kita berikan kepada orang lain, seorang muslim diwajibkan untuk beribadah, bekerja, berkarya, berinovasi atau dengan kata lain beramal saleh. Melakukan pekerjaan yang menantang akan lebih banyak memberi manfaat kepada orang lain. Dan yang terpenting adalah kita harus ikhlas, karena ikhlas adalah salah satu kunci diterimanya amalan kita.

Demikianlah mengenai penjelasan membuat hidup lebih bermanfaat , semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembacanya dan hanya amalan yang diterima Allah Jalla fii ‘Ulaah yang akan memberikan manfaat kepada kita baik di dunia maupun di akhirat kelak.


  • 0

7 Sahabat Rasulallah yang di kenal sebagai Penghafal Al-Quran

Bismilahhhorrohmannirrohim

 

Dari Abi Hurairah Radiyallahu ‘anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: :”Penghafal Al Qur’an akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Qur’an akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Qur’an kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Qur’an memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2916), Ibnu Khuzaimah, al hakim, ia meninalinya hadits sahih, serta disetujui oleh Adz Dzahabi(1/533).)

 

Berikut ini 7 orang yang di kenal sebagai penghafal al-Qur’an di zaman Rasulullah SAW :

 

  1. Ali Bin Abi Thalib RA
    Ali merupakan seorang sahabat penghafal al-Qur’an yang kuat, dan termasuk di antara orang yang pertama kali mendapat hidayah islam. Ali berislam di usia belia. Beliau di kenal zuhud, wara, dan dermawan, dan menganggap rendah dunia, selalu beramal untuk keridhaan Allah swt. Ia sangat memahami ilmu al-Qur’an. Abu Abdurrahman as-Sulmi berkata “aku tidak pernah melihat seorang yang lebih pandai dalam al-Qur’an daripada Ali”.

    Kehidupan Ali selalu di warnai dengan al-Qur’an. Ali berkata tentang dirinya dan karunia Allah kepadanya, “Demi Allah tidak satupun ayat yang di turunkan kecuali aku telah mengetahui tentang apa dan di mana di turunkan. Sesungguhnya Allah telah memberikan kecerdasan hati dan lidah yang fasih”.

  2. Abumusa Al-Asy’ari RA
    Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Qais bin Sulaim. Ia merupakan salah seorang sahabat Rasulullah saw yang menghafal al-Qur’an. Ia mempunyai perhatian yang besar terhadap al-Quran
    Abu Musa di anugrahkan oleh Allah swt berupa suara yang merdu. Suara merdunya mampu menembus tirai hati orang-orang mukmin dan melenakannya, sehingga menembus kebesaran Allah SWT

    Rasulullah pun pernah memuji suaranya yang merdu itu, “Ia (Abu Musa) benar-benar telah diberi seruling Nabi Daud”, begitu kata Rasulullah SAW. Sampai-sampai banyak para sahabat yang menanti-nanti Abu Musa untuk menjadi imam pada setiap kesempatan shalat.
    Abu Musa telah mempelajari al-Qur’an langsung dari Rasulullah SAW, ia mengajarkan dan menyebarkannya pada umat setiap negeri yang ia kunjungi. Perjalanan hidup dan kisah mulianya banyak terekam dalam kitab-kitab tarikh. Abu Musa wafat di usia 63 tahun pada tahun 44 hijriah. Ia telah meriwayatkan 365 hadits.

 

  1. Abu Darda RA
    Abu Darda adalah seorang hafidzh yang bijaksana. Ia termasuk orang yang mengumpulkan al-Qur’an dan menjadi sumber bagi para pembaca di Damaskus pada masa khalifah Utsman bin Affan.
    Ia memiliki kedudukan yang tinggi dalam hal ilmu dan amal dari para sahabat yang lainnya. Selama hidupnya ia mengajarkan kepada umat apa yang ia pelajari dari Rasulullah. Ia guru yang selalu di nani-nanti murid-muridnya.

    Dalam pengakuan Suwaid bin Abdul Aziz dikatakan, jika Abu Darda shalat di masjid Damaskus , ribuan manusia mengelilinginya untuk mempelajari al-Qur’an. Ia membagi-bagikan satu kelompok dengan sepuluh orang dan di pilih satu orang ketua. Ia hanya mengawasinya di mihrab. Jika ada yang salah mereka kembali kepada ketuanya.
    Jika ketua yang salah maka ketua tersebut menghadap Abu Darda untuk bertanya. Jumlah penghafal al-Qur’an dalam majlis Abu Darda mencapai 1.600 orang. Beliau wafat tahun 32 hijriah pada masa khalifah Utsman di Syam. Ia telah meriwayatkan 179 hadits.

 

  1. Zaid Bin Tsabit RA
    Zaid mempunyai nama lengkap Abu Said al-Khazraji al-Anshari. Ia merupakan sahabat anshar yang cerdas, penulis, penghafal dan mengusai ilmu. Ia mengalahkan orang lain dalam pengusaan ilmu al-Qur’an dan faraid.
    Ia juga mampu mempelajari kitab yahudi dalam waktu yang relatif singkat atas permintaan Rasulullah SAW. Selain itu Zaid juga di kenal sebagai sekretaris kepercayaan Rasulullah SAW dalam menerima wahyu. Apabila Rasulullah SAW menerima wahyu, Zaid selalu di panggil untuk menulisnya.

    Zaid sebagai penghimpun al-Qur’an dan menguasai informasi tentang al-Qur’an. Jasa Zaid dalam upaya kodifikasi al-Qur’an sangatlah mulia. Tiada yang mampu menandinginya dalam menulis kalamullah.
    Zaid wafat tahun 45 hijriah. Kepergiannya di tangisi seluruh penduduk Madinah. Banyak orang yang merasa kehilangan, di antaranya Ibnu Abbas RA yang berkata, “hari ini telah pergi seorang ulama besar dan tokoh cendekia”

 

  1. Abdullah Bin Mas’ud RA
    Ia memiliki nama lengkap Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil Abdirrahman al-Hadzali al-Maki al-Muhajiri. Ia merupakan seorang penghimpun al-Qur’an di masa Rasulullah saw dan membacakan di hadapannya. Ia pernah berkata “Aku telah menghafal dari mulut Rasulullah SAW tujuh puluh surat”
    Abdullah selalu mengikuti Rasulullah SAW sejak usia belia. Pendengarannya selalu di hiasi dengan ayat-ayat al-Qur’an sejak turun kepada Rasulullah SAW. Kiprahnya dalam memelihara al-Qur’an tidak di ragukan lagi. Ia hidup bersama dan untuk al-Qur’an.

    Abdullah menjadi ulama yang paling tahu tentang al-Qur’an. Tak heran jika Rasulullah memujinya dan menganjurkan para sahabat dan orang setelahnya untuk mempelajari kandungan al-Qur’an dari Abdullah bin Mas’ud. Abdullah bin Mas’ud wafat pada tahun 32 hijriyah dalam usia 65 tahun. Ia wafat di madinah dan telah meriwayatkan 840 hadits.

 

  1. Utsman Bin Affan RA
    Nama lengkapnya adalah Utsman bin Affan bin Abi al-Ash Abu Amr Abu Abdillah al-Quraisy al-Amawi. Ia dikenal sebagai sahabat Rasulullah SAW yang hatinya selalu terkait dengan al-Qur’an.
    Di masa kekhalifaannya ia berhasil menghimpun al-Qur’an dalam satu mushaf dan menyebarkannya pada beberapa kota. Ali bin Abi Thalib pun memujinya “kalaulah Utsman tak melakukannya maka pasti akan kulakukan”.

    Selain itu, Utsman juga mampu menyatukan al-Qur’an yang tujuh jenis huruf atau di alek sehingga terhindarlah malapetaka dan fitnah perpecahan umat. Di akhir kekhalifaannya (tahun 35 hijriah) terjadi kekacauan, Utsman di sekap di rumahnya selama empat puluh hari. Ia syahid terbunuh saat membaca al-Qur’an diusia 82 tahun.

 

  1. Ubai Bin Ka’ab RA
    Ia memiliki nama lengkap Ubai bin Ka’ab bin Qais Abu al-Mudzir al-Anshari al-Madani. Ubai hidup dalam naungan al-Qur’an. Ia selalu menyempatklan diri membaca al-Qur’an siang malam dan khatam dalam delapan malam. Umar bin Khattab pernah berkata “Qari paling baik di antara kami adalah Ubai”.
    Umar juga pernah berkutbah di Jabiyah sembari menyatakan tentang pengetahuan Ubai terhadap al-Qur’an. Umar berkata “barang siapa yang hendak menanyakan tentang al-Qur’an datanglah ke Ubai”. Ubai telah menjadikan al-Qur’an sebagai sumber kebaikan dalam ucapan serta perbuatannya. Ubai selalu menasehati orang-orang untuk menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap perbuatan. Ubai termasuk sekretaris Rasulullah SAW sebelum Zaid bin Tsabit.

    Ia bersama Zaid adalah sahabat yang paling tekun menulis wahyu dan menulis banyak surat. Keduanya menulis wahyu dalam pengawasan Rasulullah SAW. Ubai wafat di madinah tahun 20 hijriah. Di hari wafatnya Umar berkata “hari ini telah meninggal seorang tokoh Islam, semoga Allah meridhainya”.

    (Desastian/Islampos) By Afdhel.

 

Demikianlah mengenai Tujuh sahabat penghafal Al-Quran Rasulallah Saw, Semoga artikel ini selalu bermanfat bagi seluruh pembaca untuk selalu semangat menghafal Al-Quran.


  • 0

Keutamaan Menjadi Tahfidz Qur”an

Bismilahhirrohamanirrohim

 

Para saudraku yang senantiasa di cintai Allah SWT, kali ini kami akan membahas mengenai Keutamaan menjadi seorang Hafidz atau pun Hafidzah, dan Apa itu Tahfidz. ?

Tahfidz Al-Qur’an terdiri dari dua kata yaitu tahfidz dan Al-Qur’an. Kata tahfidz merupakan bentuk masdar ghoir mim dari kata yang mempunyai arti menghafalkan Tahfidz mempunyai artinya menghafal, adalah proses mengulang sesuatu, baik dengan membaca atau mendengar. Pekerjaan apapun jika sering diulang, pasti menjadi hafal.

Menurut Imam Nawawi hukum menghafal Al-Qur’an adalah fardu kifayah. Termasuk hukumnya fardu kifayah, ilmu-ilmu syara’ yang mesti diperoleh oleh seorang muslim untuk menegakkan agamanya seperti menghafal Al-Qur’an.

 

  • Menjadi keluarga Allah di dunia

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

  • Lebih diutamakan untuk dihormati dan didahulukan

“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)

 

Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)

“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur’an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)

  • Mendapat syafaat dari Alquran

“Penghafal Quran akan datang pada hari kiamat dan AlQuran berkata: “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia. Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). AlQuran kembali meminta: Wahai Tuhanku, ridhailaih dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Tirmidzi)Termasuk sebaik-baik manusia

“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

  • Dimuliakan oleh Allah

“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)

  • Orang lain boleh iri padanya

“Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ’Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat” (HR. Bukhari)

  • Mampu menyelamatkan kedua orangtua

Sabda rasulullah s.a.w : “Daripada Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah s..a.w bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: “Apakah anda mengenalku?”.

Penghafal tadi menjawab; “saya tidak mengenal kamu.” Al Quran berkata; “saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan.

Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya.

Kedua orang tua itu lalu bertanya: “kenapa kami di beri dengan pakaian begini?”. Kemudian di jawab, “kerana anakmu hafal Al Quran.”

Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, “bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya.” Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil)

 

Demikian Uraian di atas Semoga Allah selalu memberi RidhaNya kepada kita yang senantiasa untuk menjadi Hafiz ,Hafizah serta mencintai Al Qur’an dengan jiwa dan raga.

 

 

 

 

 

 

 

 


  • 0

Kisah Rahman Hafidz Quran cilik yang mempunyai doa istimewah untuk Alm.Bapaknya

Bismilahhirrohmannirrohim

 

Seorang Anak yang kehilangan sosok pahlawan yang seharusnya membimbing mereka sebelum mereka mengenal hal – hal baru di masa mereka. Siapakah mereka , ? Para Anak Yatim yang belum sempat merasakan hangatnya pelukan sang Ayah .

Di dalam dunia yang luas ini ada begitu banyak Anak Yatim yang sangat merindukan Sosok Ayah yang sangat iya dambakan, ia merindukan seseorang sosok yang sangat tangguh di dalam kehidupannya . Saudaraku yang senantiasa di cintai Allah swt , Hari ini YMA akan berbagi Sebuah Kisah nyata yang kami temui pada seorang Anak Yatim di sebuah Desa yang berada tepat di Pengunungan . Mari simak kisahnya .!!

Hari demi hari berjalan , Bulan demi bulan menghabiskan harinya dimana Bulan yang terus berjalan mendekati suatu Bulan yang sangat istimewa Bulan apakah itu , ? Yaitu Bulan Muharram yang bertepatan 10 Muharram, Sebuah bulan yang sangat di nanti-nanti begitu banyak anak yatim, mereka menunggu kehadiran para saudara untuk berbagi senyum keberkahan serta kebahagiaan kepada mereka .

Kami pun selaku Yayasan Mandiri Amanah sudah mempersiapkan sebuah Acara yang memang di peruntukan untuk Anak – Anak Yatim Yatim yaitu Lebaran Yatim dengan tema “ Berbagi kebahagiaan bersama Anak Yatim, Dhuafa, dan Hafidz”

Di suatu ketika tibalah hari tersebut yaitu 10 Muharram 1439 H, Jika di lihat dari kalender Masehi yaitu tanggal 5 Oktober 2017, Seluruh Tim dari Yayasan Mandiri Amanah Sudah mempersiapkan segala kebutuhan untuk Acara Lebaran Yatim yang YMA adakan. Santunan Lebaran Yatim di adakan di Desa Sinarjaya, Ponpes Tahfidz Al- Barokah Bogor yang di Ikuti dengan para Anak Yatim,/Piatu, Dhuafa, serta para Hafidz dan Hafizah Tahfidz Al- Barokah. Alhamdulilah atas ridha Allah Acara Santunan Lebaran Yatim berjalan dengan lancar dan penuh Hikmat, di sela” kegiatan dari susunan acara yang kami adakan kami mewawancarai beberapa Anak- Anak Yatim/Piatu, Dhuafa, serta para Hafiz dan hafizah. Di antara perbincangan kami dengan anak-anak ada suatu hal yang membuat kami sangat tertarik yaitu di saat wawancara kami bersama Seorang Anak Yatim yang Bernama “ Rahman ” . Rahman adalah Seorang Anak Yatim yang berumur 7 tahun , yang Tinggal Sebuah Pesantren Al- Barokah di Desa Sinarjaya, Bogor .

Rahman memulai hidupnya di Pesantren Al- Barokah Bogor, menjadi Seorang Hafidz Quran yang akan sangat di banggakan oleh Ibu dan alm.Bapaknya , Seorang Anak Hafidz Quran yang berhasil menghafal Juz 30 di masa belianya dimana di masa yang harus memaksakan dirinya untuk medewasakan diri tanpa sosok sang bapak membimbingnya . Rahman seorang Anak ayng sangat mempunyai Hati sangat tulus yang mempunyai cita-cita menjadi seorang Kyiai di saat ia mulai tumbuh dewasa. Cita – cita yang sangat mulia yang di persembahkan untuk sang Bapak tercinta. Disaat kami bertanya Apa doa-doa Rahman setiap rahman habis mengaji dan solat untuk alm. Bapak ? dan Rahman menjawab, Semoga Bapak di lapangkan kuburannya, Semoga bapak di masukan ke dalam surga, dan semoga Rahman dan Ibu di pertemukan sama bapak di surga, itu Jawaban Rahman. Sungguh jawaban itu sungguh sangat menyentuh hati kami, seorang Anak soleh yang sangat merindukan sosok Bapaknya, yang belajar mendewasakan diri tanpa Bapaknya dan mempunyai doa yang sagat istimewa yang ia pinta pada tuhannya Yaitu Allah , Sebuah Doa yang akan menjadi penghantar utnuk dirinya bertemu sang Bapak di Surga .

Demikianlah mengenai Uraian Kisah Rahman seorang Hafidz ini, Semoga dengan adanya cerita ini, membuat kita untuk selalu mencintai dan menyayagi dengan tulus Orang tua kita selagi masih ada ,serta semoga kisah ini menjadi bermanfaat bagi para pembacanya. Amin YRA


  • 0

Riwayat Kisah Seorang Janda dan Anak Yatim dari Kaum Alawiyyin

Bismilahhirrohmannirrohim

  

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah swt, Hari ini YMA akan barbagi sebuah Riwayat Kisah yang sangat Hikmah yaitu Allah akan memberikan Surga kepada Seseorang yang Menolong janda dan anak Yatim ,  Riwayat mengenai kaum Alawiyyin, Apa itu kaum Awaliyyin. ? mari kita membahasnya .

Kata Alawiyyin memiliki dua pengertian, pengertian pertama ialah keturunan Sayyidina Ali bin Abi Thalib sedangkan pengertian kedua menunjukan keturunan Alawi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa ar-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin Ali al-Uraidhi bin Ja’far Ash-shadiq  Sebutan lain untuk Alawiyyin adalah Ba’ Alawi.  

Alawiyyin adalah sebutan bagi kaum atau sekelompok orang yang memiliki pertalian darah dengan Nabi Muhammad. Setelah kita mengentahui arti dari awalyyin tersebut Mari kita menyimak kisah dari kaum tersebut.  

Di awali dari Sebuah riwayat tentang seseorang dari kaum alawiyyin bahwa dia singgah di daerah ‘ajam (selain bangsa Arab). Dia mempunyai seorang istri alawiyah dan beberapa anak perempuan. Mereka hidup dengan kenikmatan yang melimpah. Kemudian sang suami meninggal dunia. Setelah itu, istri dan putri-putrinya mengalami kefakiran dan sangat membutuhkan. Lantas perempuan tersebut bersama putri-putrinya keluar ke daerah lain lantaran khawatir musuh-msuhnya merasa gembira dengan musibah yang menimpanya. Lantaran udara yang terlalu dingin, perempuan tersebut membawa anak-anaknya singgah ke beberapa masjid yang dimuliakan.

Tatkala perempuan tersebut berjalan untuk mencari makanan, dia melewati dua orang, yaitu seorang muslim yang merupakan sesepuh daerah tersebut dan orang Majusi yang merupakan penanggung jawab daerah tersebut. Perempuan itu menemui lelaki muslim tadi, dia bercerita kepadanya mengenai kondisi dirinya dan bahwa dia merupakan golongan alawiyah dan syarifah. Dia ingin mendapat makanan untuk anak-anaknya. Lalu si muslim berkata, “Tunjukkan bukti dan saksi bahwa engkau seorang alawiyah dan syarifah.”

Perempuan tersebut menjawab, “Saya perempuan asing. Di daerah ini tidak ada orang yang mengenali saya.”

Lalu si muslim berpaling darinya. Perempuan itu pun berjalan meninggalkannya dalam keadaan kecewa dan bersedih.

Kemudian dia mendatangi orang Majusi dan menceritakan kondisi dirinya kepadanya, lantas si Majusi bangkit dan mengutus pembantunya untuk menjemput putri-putri perempuan itu, lalu putri-putri perempuan tersebut dibawa ke rumahnya. Dia memberi makan kepada mereka dengan makanan yang paling enak dan memberi mereka pakaian dengan pakaian yang paling membanggakan. Semalaman mereka bersama si Majusi dengan penuh kenikmatan dan kemuliaan.

Pada saat tengah malam, sesepuh yang muslim bermimpi dalam tidurnya seakan-akan kiamat telah datang. Dia memegang bendera di atas kepala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba tampak sebuah istana dari zamrud hijau, terasnya terbuat dari mutiara dan Yaqut. Di dalamnya terdapat kubah-kubah terbuat dari mutiara dan marjan. Lalu dia bertanya, “Untuk siapakah gedung ini?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Bagi seorang muslim yang bertauhid.”

Dia berkata, “Wahai Rasulullah! Saya seorang muslim yang bertauhid.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tunjukkan bukti dan saksi bahwa engkau seorang muslim yang bertauhid.”

Dia pun kebingungan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi, “Ketika seorang perempuan alawiyah minta tolong kepadamu, engkau berkata kepadanya, ‘tunjukkan bukti kepadaku bahwa kamu seorang alawiyah.’ Demikian pula engkau. Tunjukkan bukti kepadaku bahwa engkau seorang muslim.”

Lantas dia terbangun dari tidurnya sambil bersedih karena telah menolak perempuan alawiyah dalam keadaan kecewa. Kemudian dia berkeliling di daerah dan menanyakan tentang perempuan tersebut hingga akhirnya dia tahu bahwa perempuan tersebut berada di tempat Majusi. Lalu dia mendatanginya.

Dia berkata kepada Majusi, “Saya menghendaki perempuan syarifah alawiyah serta putri-putrinya dari dirimu?”

Si Majusi menjawab, “Tidak ada jalan bagiku melakukan hal ini. Sungguh, saya telah memperoleh berkah dari mereka.”

Dia berkata lagi, “Sialakan ambil seribu dinar dari diriku, tetapi serahkan perempuan tersebut kepadaku!”

Si Majusi menjawab, “Saya tidak akan melakukannya.”

Dia berkata, “Harus.”

Si Majusi berkata, “Hal yang engkau inginkan itu sayalah yang lebih berhak sedangkan gedung yang engkau lihat di dalam mimpi memang diciptakan untukku. Apakah engkau menunjukkan Islam kepadaku? Demi Allah, semalam saya dan keluarga saya tidak tidur sebelum kami masuk Islam melalui tangan perempuan syarifah ini. Saya juga bermimpi ketika tidur sebagaimana yang engkau impikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Apakah perempuan alawiyah serta putri-putrinya bersama kamu?’ Saya menjawab, ‘Iya. Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Gedung itu untukmu dan keluargamu. Kamu dan keluargamu termasuk penduduk surga. Di dalam Azali, Allah Subhanahu wa Ta’ala memang menciptakanmu sebagai orang mukmin.’ Kemudian orang muslim tersebut pulang dengan membawa kesedihan dan kesusahan yang hanya diketahui oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, lihatlah berkah dan kemuliaan berbuat baik kepada para janda dan anak yatim.

Sumber , Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan

 

Demikian mengenai Uraian Riwayat Kisah Alawiyyin seseorang yang menolong  janda dan Anak Yatim di atas , Semoga dengan adanya kisah ini manjadi sebuah teguran untuk kita dalam hal menolong , karena Allah sudah menjanjikan keberkahan dan kemuliaan untuk yang berbuat baik kepada para janda dan anak yatim sudah.

 


  • 0

Program Sigap Bencana Yayasan Mandiri Amanah

Bismilahhirrohmannirrohim

 

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah swt, Hari ini manriri amanah akan berbagi mengenai Program dari Yayasan kami lagi, Program apakah itu, ?

Yaitu Program Sigap Bencana, Mari kita simak pemaparannya. !!!

Tahukan kalian apa yang di maksud Sigap Bencana .?

Sigap yang berarti tangkas,cepat dan kuat ( penuh semangat dan meyakinkan ) dan bencana yang berarti peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan/atau faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Maka Sigapa Bencana Adalah tangkasan atau tindakan yang di lakukan secepat mungkin untuk membantu parakorban yang terkena peristiwa Bencana Alam maupun bencana yang di akibatkan Oleh faktor manusia.

Maksuddan Tujuan Sigap Bencana YMAB

Sigap Bencana ini di lakukan untuk membantu para korban yang tertimpa Bencana Alam maupun dari factor manusia, Membantu dengan sigap dan segera dalam memberi bantuan kepada para korban ,Tetapi Tahukanh Anda Program ini begitu sangat berarti karena masih banyak Para Donatur yang sangat dermawan ,Iklas dan mempunyai JIwa yang besar untuk membantu para saudara yang membutuhkan .

Apa saja yang dilakukan Tim Yayasan Mandiri Amanah dalam Sigap Bencana.?

  1. Menyusun Rencana untuk menjalankan Proses Penanganan Sigap Bencana
  2. Mempersiapkansegala keperluan untuk para korban Bencana
  3. Mengordinasikan para Tim untuk Penanganan Bencana
  4. Mengirim Tim dari YMAB untuk terjun langsung membantu Para korban yang terkena Bencana

Demikian Uraian di atas mengenai Program Generasi Berdaya dari Yayasan Mandiri Amanah , Semoga Allah senantiasa memberikan RahmatNya serta ridhanya kepada Program Generasi Berdaya YMA agar Program ini dapat  berjalan dengan lancar atas ridha dari Allah swt

 

 

 


  • 0

Generasi Berdaya Mandiri Amanah

Bismilahhirrohmanirrohim

 

Para saudaraku yang senantiasa di rahmati Allah swt, YMA akan berbagi mengenai Program dari Yayasan Mandiri kami yaitu Program Generasi Berdaya. Apa itu Generasi berdaya. ?

Manusia yang Berdaya adalah manusia yang mampu menjalankan harkat martabatnya sebagai manusia,merdeka dalam bertindak sabagai manusia dengan didasari akal sehat serta hati nurani.

Generasi Muda berdaya adalah kelompok besar di tengah satu bangsa semestinya dibentuk menjadi Generasi Unggul (khairaUmmah) yang akanmemikul amanah peran pelopor perubahan (agent of changes) berbekal keyakinan dan keimanan kepada Allah SWT selalu melaksanakan misi amarmakrufnahyunanilmunkar.

Generasi Berdaya harus tumbuh  menjadi kelompok  muda  yang penuh dengan keimanan kepada Allah dan Allah lengkapkan mereka lagi dengan hidayah. (QS.al Kahfi).

Maksud dan Tujuan dari Program Generasi Berdaya, Beberapa cara yang perlu di ajarkan pada generasi muda berdaya antara lain :

  1. Membangun sikap Kejujuran
  2. Membangun sikap Loyalitas dan dapat diandalkan
  3. Membangun sikap Hormat
  4. Mewujudkan sikap Baik hati dan pertemanan
  5. Mewajubkan sikap Keberanian
  6. Mewujudkan sikap Kedamaian
  7. Membangun sikap Mandiri dan Potensial
  8. Mengajarkan sikap Disiplin diri dan Moderasi
  9. Memilikisikap Kesetiaan dan kemurnian, Keadilan serta kasih sayang .

Demikian Uraian di atas mengenai Program Generasi Berdaya dari Yayasan Mandiri Amanah , Semoga Allah senantiasa memberikan RahmatNya serta ridhanya kepada Program Generasi Berdaya YMA agar Program ini dapat sesuai berjalan


  • 0

Pemuda yang sangat istimewah di mata Rasullallah Saw

Bismilahhirrohmannirrohim

 

 

Para saudaraku yang senantiasa di Rahmati Allah swt, Kali ini YMA akan berbagi sebuah kisah yang sangat istimewa mengenai sebuah kebaikan, Kebaikan yang Allah perintahkan kepada kita semua sebagai Khalifah di bumi ini . Kisah seorang pemuda yang bernama Uwais Al Qarni yang sangat istimewah di Mata Rasulaallah Saw.

“Belum dikatakan berbuat baik kepada Islam, orang yang belum berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tuanya.” Syaikhul Jihad Abdullah Azza

Di Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak. Karena penyakit itu tubuhnya menjadi belang-belang. Walaupun cacat tapi ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersamamu. Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan haji,” pinta sang ibu.

Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang sangat miskin dan tidak memiliki kendaraan?

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seekor anak lembu, kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkin pergi haji naik lembu. Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. “Uwais gila… Uwais gila..” kata orang-orang yang melihat tingkah laku Uwais. Ya, banyak orang yang menganggap aneh apa yang dilakukannya tersebut.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik-turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahukah sekarang orang-orang, apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari? Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya.

Uwais menggendong Ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa.

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais.

“Bagaimana dengan dosamu?” tanya sang Ibu keheranan.

Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga.”

Itulah keinginan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah subhanahu wata’ala pun memberikan karunia untuknya. Uwais seketika itu juga sembuh dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuknya Uwais tersebut? Ituah tanda untuk Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat Rasulullah untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari di sekitar Ka’bah karena Rasulullah berpesan, “Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kalian berdua, pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman.”

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan).” (HR Bukhari dan Muslim)

Demikianlah mengenai kisah tersebut, Semoga kisah ini mengispirasi kalian mengenai sebuah kebaikan dan ketaatan kita kepada Orang Tua, kisah ini masih berlanjut ya saudaraku akan kami lanjutkan di post berikutnya.

 

 

 


  • 0

Indahnya Hikmah dari menyantuni Kaum Dhuafa

” Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan ( hartamu ) secara boros. “
“ Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Isra’  : 26 – 27)

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah, kali ini YMA akan membahas mengenai apa itu Menyantuni Kaum duafa serta Hikmah apa yang kita dapat dari menyantuni dhuafa tersebut, ? Mari kita simak pembahasannya

Dhuafa adalah orang yang lemah dari bahasa Arab (duafa) atau orang yang tidak punya apa-apa, serta mereka harus disantuni bagi kewajiban muslim untuk saling memberi, Sedangkan Menyantuni kaum duafa ialah memberikan harta atau barang yang bermanfaat untuk duafa,  sebagai bentuk ibadah kepada Allah Swt

Kalian harus tau bahwasannya memberi tidaklah harus uang malah kita berikan makanan bisa tapi nanti ibadahnya akan mengalir terus seperti halnya infak

Serta Taukah kalian bahwa menurut para ulama menyantuni kaum duafa akan menyelamatkan diri kita dari api neraka, tapi sekarang banyak manusia yang segan megeluarkan hartanya untuk berinfak pada kaum duafa, bukan saja yang berarti duafa pada orang miskin juga bisa pada : Sebuah panti asuahan, membangun masjid, anak yang putus sekolah  dan kita biayai pendidikannya hingga selesai.

Di dalam Surah Al- Isra ayat 26 terdapat isi Kandungan mengenai isi surat tersebut seperti Allah memerintahkan manusia untuk berbakti dan berbuat baik tidak hanya kepada orang tua saja, namun masih harus berbakti kepada tiga golongan yang lain, yaitu:

  1. kepada kaum kerabat
  2. kepada orang miskin
  3. kepada orang terlantar dalam perjalanan.

Serta Pada ayat 27, Allah mengingatkan bahwa betapa buruknya sifat orang yang boros. Mereka dikatakan sebagai saudaranya setan. Orang yang boros bermakna orang yang membelanjakan hartanya dalam perkara yang tidak mengandung manfaat berarti.

Wahai saudaraku betapa bahagianya kita bila kita mendapatkan Hikmah dari menyantuni Kaum Dhuafa, Bukankah Allah Berfirman :

“ Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang tumbuh menjadi tujuh bulir, dan pada tiap-tiap bulir menghasilkan seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (Al-Baqarah[2]:261)

Hikmah yang kita dapat dari Menyantuni Kaum Dhuafa adalah Kita di ajarkan untuk menjadi lebih social, Menumbuhkan rasa empati kepada sesama manusiaagar kita membantu para saudara kita yang membutuhkan pertolongan kita, membantu meringankan penderitaanya saudara kita , Kita termaksud mengikuti tuntunan agama, kita dapat berbagi kebahagiaan kepada saudara kita, Serta kita lebih menjadi peka dan peduli terhadap seluruh saudara kita .

Yayasan Mandiri Amanah menerima pembayan Zakat, Infak, Sedekah, Serta Amanah Yatim bagi para saudara yang ingin berbagi kepada Adik-adik Yatim serta para saudara kami kaum dhuafa Dapat juga melalui :

  • Bank Mandiri
    Rek. 133 00 1283 0303 a/n Yayasan Mandiri Amanah
    Hotline (021) 8945 2133
  • Yayasan Mandiri Amanah
    https://mandiriamanah.or.id/

Demikian dari Uraian di atas mengenai Menyantuni Kaum Dhuafa serta Hikmah yang dapat kita ambil dari menyantuni kaum dhuafa, Semoga allah melipatgandakan dari apa yang kita berikan kepada Saudara kita Amin Yra

 


  • 0

Sebuah Kisah yang sangat Memotivasi kita untuk saling berbagi

Bismilahirrohmannirrohim

 

Para saudaraku yang senantiasa di Cintai Aallah swt, Kali ini kami akan berbagi mengenai sebuah kisah yang dapat memotivasi kita mengenai Berbagi serta di tambah dengan sebuah penjelasan agar kita memahaminya,

Allah Swt berfirman : “ Dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah Menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah).”, Al-Hadid 7

Setelah Allah meyakinkan bahwa harta itu milik-Nya dan dititipkan kepada manusia, Allah memintanya untuk membagikan harta titipan itu kepada orang lain. Itupun, Allah tidak meminta untuk membagikan semua harta yang ia miliki, hanya sebagian saja yang perlu untuk dibagikan kepada orang lain. Allah swt berfirman:

“Dan menginfakkan sebagian rezeki yang kami Berikan kepada mereka”, Al-Baqarah 3

Setelah kita tahu pasti bahwa harta ini hanyalah titipan ilahi dan kita diperintahkan untuk memanfaatkannya dalam kebaikan dan bukan di jalan yang keliru, maka sudah sepatutnya kita mengetahui manfaat dari berinfak di jalan Allah.

Tahukah sahabatku ada sebuah Kisah Motivasi dari Abud Dahdaa mengenai Berinfaq di Jalan Allah, Mari simak Kisahnya .!!!

Suatu kisah yang bisa jadi pelajaran bagi kita semua adalah kisah sahabat Abud Dahdaa radhiyallahu ‘anhu.‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa tatkala turun firman Allah Ta’ala,

“ Barangsiapa memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasan pinjaman itu untuknya dan dia akan memperoleh pahala yang banyak” (QS. Al Hadid: 11)

Abud Dahdaa Al Anshori mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah Allah menginginkan pinjaman dari kami?

” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Betul, wahai Abud Dahdaa.”

Kemudian Abud Dahdaa pun berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah tanganmu.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyodorkan tangannya. Abud Dahdaa pun mengatakan, “Aku telah memberi pinjaman pada Rabbku kebunku ini. Kebun tersebut memiliki 600 pohon kurma.”

Ummud Dahda, istri dari Abud Dahdaa bersama keluarganya ketika itu berada di kebun tersebut, lalu Abud Dahdaa datang dan berkata, “Wahai Ummud Dahdaa!”

“Iya,” jawab istrinya.

Abud Dahdaa mengatakan, “Keluarlah dari kebun ini. Aku baru saja memberi pinjaman kebun ini pada Rabbku.”

Dalam riwayat lain, Ummud Dahdaa menjawab, “Engkau telah beruntung dengan penjualanmu, Wahai Abud Dahdaa.” Ummu Dahda pun pergi dari kebun tadi, begitu pula anak-anaknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun terkagum dengan Abud Dahdaa.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Begitu banyak tandan anggur dan harum-haruman untuk Abud Dahdaa di surga.”

Dalam lafazh yang lain disebutkan, “Begitu banyak pohon kurma untuk Abu Dahdaa di surga. Akar dari tanaman tersebut adalah mutiara dan yaqut (sejenis batu muliaa)

Lihatlah wahai saudaraku! Bagaimanakah balasan untuk orang yang menginvestasikan hartanya di jalan Allah. Lihatlah Abud Dahdaa radhiyallahu ‘anhu, di saat Allah melimpahkan padanya nikmat harta yang begitu melimpah, ia pun tidak melupakan Sang Pemberi Nikmat

Dan Rasulullah pun berpesan bahwa harta yang menjadi sebenar-benarnya milik kita adalah yang telah kita infakkan sementara yang masih ada di tangan kita tidak bisa menjamin akan menjadi milik kita Nanti. Demikian mengenai Uraian di atas semoga Kisah ini dapat memotivasi para saudaraku yang membacanya , serta semoga Allah senantiasa memberikan Barokahnya kepada kita semua agar senantiasa selalu berinfak,bersedekah dan membayar zakat. Amin YRA