Sebuah Keimanan yang paling Rasulluallah kagumi

  • 0

Sebuah Keimanan yang paling Rasulluallah kagumi

Bismilahhirrohmannirrohim


Para sahabat yang di cintai Allah, Kali ini kami akan berbagi mengenai sebuah kisah yang penuh dengan hikmah dan ispiratis untuk kita semua, yaitu Kisah dari Zman Rasullallah saw. kisa apakah itu, Mari kita simak kisahnya. 


Alkisah, suatu ketika Rasulullah saw bermain tebak-tebakan dengan para sahabat. 


Bertanya Rasulullah,  “Tahukah kalian, mereka-mereka yang keimanannya membuatku kagum?”.

 “Aku tahu ya Rasulullah”, seru salah seorang sahabat. 

“Mereka yang engkau maksud itu tentulah para malaikat“. 

“Mengapa engkau berpikir demikian?”, tanya Rasulullah kembali. 

“Karena para malaikat selalu mematuhi semua perintah Allah.


Mereka tidak sekalipun pernah melanggar aturan Allah”, jawab sahabat. 

“Tapi para malaikat memang ditakdirkan untuk selalu mematuhi perintah Allah. 

Mereka tidak diberi kelengkapan hawa nafsu seperti layaknya kita. 

Dan tempat mereka dekat dengan Allah. Wajar jika mereka selalu beriman. Keimanan para malaikat tersebut, sama sekali tidak membuatku kagum”, bantah Rasulullah. 


Para sahabat termangu-mangu dengan jawaban Rasulullah tersebut. Mereka terdiam sejenak, memikirkan jawaban apa kiranya yang dikehendaki oleh Rasulullah. Tiba-tiba, salah seorang sahabat berseru, “Aku tahu ya Rasulullah, yang Rasulullah maksudkan tentu para nabi dan rasul utusan Allah.


Mereka manusia biasa seperti kita, namun mereka selalu mematuhi apapun yang Allah perintahkan, apapun resikonya”. Rasulullah tersenyum, “Betul mereka manusia biasa seperti kita, namun mereka mendapatkan petunjuk langsung dari Allah swt. 

Mereka menerima wahyu dan mendapatkan mukzizat. Wajar jika karena semua itu, mereka beriman kepada Allah”. “Keimanan mereka sama sekali tidak membuat aku kagum”, bantah Rasulullah sekali lagi. Kembali para sahabat ternganga dengan bantahan Rasulullah tadi. Mereka saling berpandangan lalu kembali tenggelam memikirkan jawaban pertanyaan Rasulullah. “Ah…, sekarang saya tahu ya Rasulullah”, kata salah seorang sahabat dengan muka berseri-seri. 


“Mereka yang Rasulullah maksudkan itu tentulah kami, para sahabatmu. Kami manusia biasa, kami juga tidak menerima wahyu, dan sama sekali tidak dikaruniai mukzizat apapun. Meskipun demikian, kami berjanji untuk selalu mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya”, jelas sahabat tersebut dengan senyum mengembang diwajahnya. Kembali Rasulullah tersenyum mendengar jawaban salah seorang sahabat tadi, “Betul kalian memang tidak menerima wahyu dan sama sekali tidak dikaruniai mukzizat, namun kalian kan melihat dengan mata kepala sendiri, mukzizat yang aku terima. Kalian juga mendengar dengan telinga kalian sendiri ketika wahyu Allah aku bacakan. Wajar jika karena itu, kalian beriman kepada Allah. Keimanan kalian, sama sekali tidak membuatku kagum”. Kali ini para sahabat betul-betul terhenyak dengan bantahan Rasulullah barusan. 


Dengan perasaan putus asa karena sudah kehabisan akal, akhirnya mereka menyerah, “Kiranya hanya Allah dan rasul-Nya saja yang tahu jawaban pertanyaan Rasulullah tadi”, kata salah seorang sahabat. “Sesungguhnya, mereka yang keimanannya membuatku kagum adalah mereka-mereka yang tidak sekalipun pernah berjumpa denganku. Mereka sama sekali tidak pernah melihat diriku dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka juga tidak sekalipun pernah mendengar suaraku. Dan yang lebih hebat lagi, mereka berabad-abad jaraknya dariku. Tapi kecintaan mereka kepadaku, tak sekalipun perlu aku ragukan”, jawab Rasulullah. “Mereka itulah, yang keimanannya sungguh-sungguh membuat aku kagum”, sambung Rasulullah menegaskan.


Sumber : kisahyangpenuhikmah


  • 0

Kita harus lebih mengingatnya, bahwa Kematian itu pasti datang

Bismilahhirrohmannirrohim

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu… (QS. Ali Imran [3] : 185).


Kematian merupakan suatu kepastian, yang akan dialami oleh setiap umat manusia yang hidup dialam dunia ini. Bersama dengan bergulirnya waktu dan bertambahnya usia seseorang, pada dasarnya berarti ia telah bertambah mendekati pada titik akhir dari pada kehidupannya.


Muda maupun tua tidak ada yang tahu kapan ajal akan datang. Sesaat yang lalu, mungkin kita masih melihat saudara atau sahabat kita sehat bugar, ia pun masih muda dan kuat. Namun, saat ini ternyata ia telah pergi meninggalkan kita. Dan kita pun juga tidak tahu kapan kita akan dijemput untuk dikembalikan kepada-Nya.


Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,


 “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al-Anbiyā’ 21 : 35) 


Ketika Malaikat Maut datang menghampiri untuk menjemput seseorang karena ajalnya telah tiba, maka orang itu tidak akan luput dari padanya, kemanapun ia akan berlari untuk bersembunyi, meskipun ia dirawat dan dikelilingi oleh team dokter yang paling ahli sekalipun, dengan peralatan tekhnologi medis yang paling canggih dan mutakhir sekalipun.


Semua itu tidak akan dapat menolong dan menghindar daripada kematiannya. Sebagaimana ditegaskan dalam Qur’an :

  

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Al-Jumuah [62]: 8).



Sebagaimana halnya yang disebutkan dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda :


“Sesungguhnya ruh orang mumin itu tidaklah keluar( mati ), sehingga ia melihat tempatnya di surga. Dan ruh orang kafir itu tidaklah akan keluar(mati), sehingga ia melihat tempatnya di neraka”.



Dari bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu seorang Anshar mendatangi Beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mu’min manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaqnya.” “Lalu mu’min manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (H.R. Ibnu Majah). Semoga kita termaksud muslim dan musliham yang selalu mengingat bahwa kematia akan datang, Karena Dalam Mukhtashar Minhajul Qashidin, Syumaith bin ‘Ajlan berkata, 


“Barangsiapa menjadikan maut di hadapan kedua matanya, dia tidak peduli dengan kesempitan dunia atau keluasannya.”


Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mayit akan diikuti oleh tiga perkara (menuju kuburnya), dua akan kembali, satu akan tetap. Mayit akan diikuti oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap.” (H.R. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan Nasa’i)


  • 0

Kisah Rasulallah SAW : 8 Uang Dirham

Bismilahhirrohmannirrohim

Kisah Rasulullah SAW, bahwasanya Rasulullah pagi itu sibuk memperhatikan bajunya dengan cermat. baju satu-satunya dan itupun ternyata sudah usang. baju yang setia menutup aurat beliau. meringankan tubuh beliau dari terik matahari dan dinginnya udara. Baju yang tidak pernah beristirahat.

Tetapi beliau tak mempunyai uang sepeser pun. Dengan apa beliau harus membeli baju? Padahal baju yang ada sudah waktunya diganti. Rasulullah sebenarnya dapat saja menjadi kaya mendadak, bahkan terkaya di dunia ini. Tapi sayang, beliau tak mau mempergunakan kemudahan itu. Jika beliau mau, Allah dalam sekejap bisa mengubah gunung dan pasir menjadi butir-butir emas yang berharga. Beliau tak sudi berbuat demikian karena kasihnya kepada para fakir yang papa. siapakah yang akan menjadi teladan jika bukan beliau..?

Contoh untuk menahan derita, menahan lapar dan dahaga, menahan segala coba dan uji Allah dengan kesabaran. Selalu mensyukuri nikmat Allah berapa pun besarnya. Siapa lagi kalau bukan beliau yang menyertai umatnya dalam menjalani iradat yang telah ditentukan Allah. Yaitu kehidupan dalam jurang kedukaan dan kemiskinan. Siapa pula yang harus menghibur mereka agar selalu bersabar dan rela dengan yang ada selain beliau? Juga siapa pula yang harus menanamkan keyakinan akan pahala Allah kelak di akhirat jika bukan beliau?

Yah,…hanya beliaulah yang mampu menjalankan berbagai hal diatas. benar,…baliaulah satu-satunya manusia yang mendapatkan amanat dari Allah untuk semua umat manusia. Tugas yang lebih murni dan mulia daripada intan berlian serta butiran emas yang lain. Lebih halus dari sutera serta lebih indah dari segala keindahan yang dikenal manusia di dunia ini. lebih megah dari segala kedudukan dan derajad kehidupan manusia yang katanya sudah megah. Semua itu hanyalah merupakan kesenangan dunia sedang di sisi Allah yang paling baik dan sebaik-baik tempat kembali

Perjuangan itu tidak mudah. bahkan sangat berat bagi beliau. Menegakkan yang hak hanya dapat dicapai dengan penuh keimanan dan kekuatan. sabar dalam menghadapi setiap malapetaka yang menimpa, bersyukur yang dilakukan dengan hati bersih. dalam keadaan bagaimanapun, baik dalam duka maupun suka, bersyukur dan keimanan harus selalu menyertai. Itulah pokok risalah yang dibawa Rasulullah saw.

Allah Maha Bijaksana, tidak akan membiarkan hamba-Nya terkasih kebingungan. Rasulullah diberinya rezeki sebanyak delapan dirham. Bergegas beliau melangkah ke pasar. Tentunya kita maklum. uang sekian itu dapat dibelikan apa. Apakah cukup untuk membeli makan, minum, serta pakaian penutup badan? Oleh sebab itu, bergembiralah hai para fakir dan miskin! Nabi kita, Muhammad saw telah memberikan contoh begitu jelas.

Nabi yang kita cintai, hamba kesayangan Allah pergi ke pasar dengan uang sedikit seperti yang kita miliki. Tetapi nabi kita ini, hamba Allah yang di bumi bernama Ahmad, sedang dari langit bernama Muhammad dengan ridha pergi ke pasar berbekal uang delapan dirham untuk berbelanja. Manusia penuh nur dan inayah Allah yang dilahirkan di makkah. meskipun beliau miskin, beliau senang sekali hidup. beliau belum ingin mati meski kemiskinan menjerat setiap hari.

Di tengah perjalanan menuju pasar, beliau menemukan seorang wanita yang menangis. Ternyata wanita yang kehilangan uang. Segera beliau memberikan uangnya sebanyak dua dirham. Beliau berhenti sejenak untuk menenangkan wanita itu.

Rasulullah bergegas menuju ke pasar yang semakin ramai. Sepanjang lorong pasar banyak sekali masyarakat yang menegur beliau dengan hormat. Selalu menjawab dan memberikan salam yang mengingatkan akan kebesaran Allah semata. Beliau langsung menuju tempat di mana ada barang yang diperlukannya. Dibelinya sepasang baju dengan harga empat dirham. beliau segera pulang.

Di perjalanan beliau bertemu dengan seorang tua yang telanjang. Orang tersebut dengan iba memohon sepotong baju untuk dipakainya. Rasulullah yang memang pengasih itu tidak tahan melihat. Langsung diberikannya baju yang baru dibeli. Beliau kembali ke pasar utnuk membeli baju lagi seharga dua dirham. Tentu saja lebih kasar dan jelek kualitasnya daripada yang empat dirham. dengan gembira beliau pulang membawa bajunya.

Langkahnya dipercepat karena sengatan matahari yang semakin terik. Juga angin malam yang telah mulai berhembus pelan-pelan. Beliau tidak ingin kemalaman di jalan. Tak lama beliau melangkah ke luar pasar, ditemuinya lagi wanita yang menangis tadi. Wanita itu kelihatan bingung dan sangat gelisah. Rasulullah saw mendekat dan bertanya mengapa. Wanita itu ternyata ketakutan untuk pulang. Dia telah terlambat dari batas waktu, dan takut dimarahi majikannya jika pulang nanti. Rasululah saw langsung menyatakan akan mengantarkannya.

Wanita itu berjalan yang diikuti Rasulullah saw dari belakang. Hatinya tenang karena Rasulullah saw pasti akan melindungi dirinya. Dia yakin majikannya akan memaafkan, karena kepulangan yang diantarkan oleh manusia paling mulia di dunia ini. Bahkan mungkin akan berterima kasih karena pulang membawa kebaikan bersama dengan kedatangan nabi dan rasul mereka. Mereka terus berjalan hingga sampai ke perkampungan kaum Anshari. Kebetulan saat itu yang ada hanyalah para isteri mereka.

Assalamu’alaikum warahmatullah, sapa Rasulullah saw keras. Mereka semuanya diam tak menjawab. Padahal mereka mendengar. Hati mereka diliputi kebahagiaan karena kedatangan Nabi. Mereka menganggap salam Rasulullah saw sebagai berkah dan seperti lebaran saja. Mereka masih ingin mendengarnya lagi. Ketika tak terdengar jawaban, Rasulullah saw memberi salam lagi. Tetap tak terdengar jawaban. Rasulullah saw mengulang untuk yang ketiga kali dengan suara lantang, Assalamu’alaikum warahmatullah. Serentak mereka menjawab.

Rasulullah sangat heran dengan semua itu. Beliau menanyakan pada mereka apa sebabnya. Mereka mengatakan, Tidak ya Rasulullah. Kami sudah mendengar sejak tadi. Kami memang sengaja, kami ingin mendapatkan salam lebih banyak. Rasulullah melanjutkan, Pembantumu ini terlambat pulang dan tidak berani pulang sendirian. Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerimanya.

Ucapan ini sangat mengejutkan mereka. Kasih sayang Nabi begitu murni, budi pekerti yang utama, yang indah tampak dihadapan mereka. Beliau menempuh perjalanan begitu panjang dan jauh hanya untuk mengantarkan seorang budak yang takut dimarahi majikannya. Lagipula hanya karena terlambat pulang. Bahkan memohonkan maaf baginya pula. Sehingga karena harunya, mereka berkata, Kami memaafkan dan bahkan membebaskannya. Kedatangannya kemari bersama anda karena untuk mengharap ridha Allah semata. Budak itu tak terhingga rasa terima kasihnya. Bersyukur atas karunia Allah swt dan kebebasannya karena dari Rasulullah saw.

Rasulullah saw pulang dengan hati gembira. Telah bebas satu perbudakan dengan mengharap ridha Allah swt sepenuhnya. Beliau juga tak lupa mendoakan para wanita itu agar mendapatkan berkah dari Allah swt. Semoga semua harta dan turunan serta semoga selalu tetap dalam keadaan iman dan islam. Beliau sibuk memikirkan peristiwa sehari tadi. Hari yang penuh berkah dan karunia Allah swt semata. Akhirnya beliau berujar dengan, Belum pernah kutemui berkah angka delapan sebagaimana hari ini. Delapan dirham yang mampu mengamankan seseorang dari ketakutan, dua orang yang membutuhkan serta memerdekakan seorang budak. Bagi seseorang muslim yang memberikan pakaian pada saudara sesama muslim, Allah akan memelihara selama pakaian itu masih melekat.

sumber : Kabarmuslimah


  • 0

Menumbuhkan Rasa Takut kita kepada Allah SWT

Bismilahhirrohmannirrohim


Sesungguhnya, orang-orang yang takut kepada Tuhan-Nya yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Mulk: 12)

Rasa takut kepada Allah muncul dari pemahaman dan penghargaan akan kebesaran dan kekuatan-Nya. Seseorang yang memahami kebesaran kuasa Allah dan kekuatan abadi-Nya, akan mengetahui bahwa ia bisa saja menghadapi murka dan hukuman-Nya sebagai bagian keadilan Ilahi jika ia tidak mampu mengarahkan hidupnya sesuai dengan keinginan Allah.

Kesengsaraan yang disiapkan oleh Allah dalam kehidupan duniawi dan akhirat untuk mereka yang menafikan-Nya, dirinci di dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Semua manusia diperingatkan untuk mewaspadai hal itu. Setiap mukmin sejati selalu menyadari akan hal ini.

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, ”Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah dengan sebenar-benar rasa takut hanyalah para ulama yang memiliki pengetahuan tentang Allah (ma’rifatullah). Hal ini disebabkan semakin bertambah pengenalan seseorang terhadap Dzat Yang Maha Agung, Maha Kuasa, dan Maha Berilmu, Yang memiliki sifat yang Maha Sempurna disertai Asma’ul Husna, maka akan semakin bertambah dan sempurna pengetahuan seseorang kepada Rabbnya. Dengan demikian, ketakutannya kepada Allah akan semakin bertambah dan menguat. (Tafsir al-Qur’an al-`Azhim, 3/697).


Orang seperti itu memiliki rasa takut yang mendalam kepada Allah. Tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk beribadah kepada Allah. Ia tidak akan pernah lupa bahwa Allah mendengar dan melihatnya, selalu dan di mana pun, baik sendiri maupun saat dikelilingi oleh orang banyak. Nah kali kami akan berbagi bagaimana cara menumbuhkan Rasa Takut kita kepada Allah SWT . Mari simak caranya :

  • Menempuh jalan menuntut ilmu syar’i yang bersumber dari al-Quran al-Karim dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih.

Syaikh `Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata, ” Semakin seseorang berilmu tentang Allah Ta`ala, semakin besar juga rasa takutnya kepada Allah. Rasa takutnya kepada Allah tersebut membuatnya meninggalkan perbuatan maksiat dan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Dzat yang dia takuti. Ayat ini sebagai dalil tentang keutamaan ilmu, karena ilmu akan menumbuhkan rasa takut kepada Allah. Orang-orang yang takut kepada Allah adalah orang-orang yang mendapat kemuliaan-Nya, seperti firman Allah Ta`ala (artinya)Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Hal itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya.’ (QS. al-Bayyinah: 8) (Taisir al-Karimir ar-Rahman, hal 656)

  • Mengingat bahwa adzab Allah sangatlah pedih

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam haditsnya, “Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya ialah orang yang mengenakan dua sandal dari neraka lalu mendidih otaknya karena sangat mencekam panas dua sandalnya.” (HR. Muslim).

Pedihnya adzab Allah, sampai-sampai disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa setan berkata: “Sesungguhnya aku takut kepada Allah. Dan Allah sangat keras siksa-Nya” (QS. Al Anfal: 48).

Allah Ta`ala berfirman (artinya): “hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (QS. An Nuur: 63).

Dan ini juga ada sebuah kisah yang harus kita ketahui mengenai Rasa Takut, yaitu kemasyhuran Ibnul Mubarak. 

Dari Al-Qaasim bin Muhammad rahimahullah ia menceritakan: ”Suatu ketika kami pernah melakukan suatu perjalanan bersama Ibnul Mubarak. Seringkali terlintas dalam benakku (tentang kemasyhuran Ibnul Mubarak) hingga aku berkata pada diriku sendiri : ’Apakah gerangan yang membuat laki-laki ini lebih utama dibandingkan kami sehingga dia begitu terkenal di khalayak ramai? Jika dia shalat, kami pun melakukan shalat. Jika dia berpuasa, kami pun berpuasa. Jika ia berjihad, kami pun berjihad.”

Al-Qaasim rahimahullah pun melanjutkan: “Dalam suatu perjalanan kami kemudian, ketika kami sampai di negeri Syam pada suatu malam. Kami sedang makan malam di sebuah rumah. Tiba-tiba lampu padam. Maka seorang diantara kami pun bangkit untuk mengambil lampu. [keluar untuk beberapa saat untuk menyalakan lampu, kemudian datang membawa lampu yang telah menyala]. (Setelah terang) aku melihat wajah dan jenggot Ibnul Mubarak telah basah karena air mata. Maka aku berujar pada diriku sendiri , “Dengan rasa takut inilah laki-laki ini lebih utama dibandingkan kami. Mungkin tadi ketika lampu padam, dan keadaan menjadi gelap, beliau teringat akan hari kiamat.” (Ayna Nahnu min Akhlaq as-Salaf, hal. 18-19).

Semoga kita senantiasa menjadi seorang mukmin tidak pernah merasa bahwa iman dan rasa takutnya kepada Allah telah cukup. Ia mencoba meningkatkan rasa takut dalam hatinya dan kekuatan untuk menahan diri hingga akhir hidupnya.

Amin amin Ya Allah Ya Robbal Alamin


  • 0

Saudaraku Jauhilah sebuah Sihir

Sihir adalah sistem konseptual yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam (termasuk kejadian, objek, orang dan fenomena fisik) melalui mistik, paranormal, atau supranatural. Dalam banyak kebudayaan, sihir berada di bawah tekanan dari, dan dalam kompetisi dengan ilmu pengetahuan dan agama.

Jauhkan dari tujuh dosa yang merusak Mereka berkata Apakah itu ya Rasulullah Dia menjawab Bergaul mitra dengan Allah berlatih sihir mengambil kehidupan yang Allah telah dilarang kecuali untuk tujuan yang benar menurut Hukum Islam makan riba riba memakan kekayaan anak yatim melarikan diri dari medan pertempuran di saat berjuang dengan orang-orang kafir . dan menuduh wanita suci yang tidak pernah memikirkan apa pun yang dapat menyentuh kesucian mereka dan yang percaya baik dari percabulan

Selain itu ahli-ahli sihir akan memanipulasi berpikiran sederhana orang-orang naif untuk percaya kekuasaan mereka dan dengan demikian sihir juga. Ini menyebabkan orang percaya terhadap sihir dan karenanya menuntun mereka jauh dari Allah. Tindakan tersebut dianggap jahat atau setan karena hanya Setan berusaha untuk menghapus orang-orang beriman dari iman mereka kepada Allah.

Sihir terbagi dua macam, yang pertama dilakukan dengan menggunakan bantuan setan, maka ini termasuk dalam syirik Akbar, mengeluarkan pelakunya dari islam. Jenis yang kedua adalah sihir yang menggunakan obat-obatan atau daun-daunan tanpa meminta bantuan dari setan, maka pelaku perbuatan sihir ini jatuh para perbuatan yang haram

Sihir adalah dosa besar, termasuk dalam syirik akbar yang mengeluarkan pelakunya dari islam. Sihir termasuk dalam syirik akbar karena pelakunya bekerjasama dengan setan dalam mempengaruhi sesuatu. Sihir tidak terjadi melainkan pelakunya sudah mempelajari dan mengamalkan perbuatan kekafiran terlebih dahulu, yaitu syarat-syarat yang ditetapkan oleh setan untuk kafir kepada Allah. Adapun tukang sihir maka dalam islam dihukumi kafir karena perbuatannya bekerjasama dengan setan. Allah Ta’ala berfirman (artinya): “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setanlah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya Kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 102).

Magic hampir tidak pernah digunakan untuk tujuan yang baik meskipun sebagian orang akan mengklaim bahwa menyebutnya sihir putih. Tetapi bahkan jika sihir digunakan untuk niat baik itu tetap merupakan fakta bahwa itu tergantung pada kekuatan dan kemampuan yang tidak alami sesuatu yang tidak Allah berikan jika tidak Dia tidak akan melarangnya . Belum lagi bahwa praktek sihir putih adalah lereng licin untuk turun ke ilmu hitam yang umumnya merugikan semua dan manfaat tidak ada.

Demikianlah mengenai sihir Semoga Allah menjauhkan kita dari Sihir dan pengaruhnya. Serta menambahkan kita Ilmu yang bermanfaat dan amal-amal shalih yang diterima.


  • 0

Wahai saudaraku, Janganlah terlalu Mencintai Dunia


Bismilahhirrohmannirroh

Rasulullah saw bersabda, “Akan tiba suatu saat di mana seluruh manusia bersatu padu melawan kalian dari segala penjuru, seperti halnya berkumpulnya manusia mengelilingi meja makan.”

Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah jumlah Muslim pada saat itu sedikit?”

Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah jumlah Muslim pada saat itu sedikit?” 

Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. 

Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278, shahih kata Syaikh Al Albani)

Cinta dunia dan takut mati adalah dua hal yang menyebabkan umat Islam tidak bermartabat, dan dalam sebuah hadits , Nabi shalallahu’alaihi wa sallam menyebut “penyakit umat” ,karena penyakit itu, umat Islam menjadi seperti buih di lautan yang terombang-ambing ombak. Mereka tidak punya pendirian, mengorbankan idealisme, bersikap pragmatis bahkan oportunistis, terbawa arus, dan menyimpang dari jalan yang sudah digariskan Allah subhanahu wa ta’ala Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda :

سنن أبي داوود ٣٧٤٥: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ بَكْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جَابِرٍ حَدَّثَنِي أَبُو عَبْدِ السَّلَامِ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Sunan Abu Daud 3745: dari Tsauban ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?” beliau menjawab: “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al wahn.” Seseorang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu Al wahn?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”

Mncintai dunia berarti mengagungkan dunia, padahal ia sangat hina di mata Allâh Azza wa Jalla termasuk dosa yang paling besar adalah mengagungkan sesuatu yang direndahkan oleh Allâh Azza wa Jalla . dan taukah kalian bahwasannya tujuan hidup seorang Muslim adalah akhirat, bukan dunia. Akhirat surga) merupakan puncak cita-cita seorang Muslim. Orang yang beriman dan berakal memandang dunia dan akhirat dengan sudut pandang yang benar.

Cinta seseorang kepada akhirat tidak akan sempurna kecuali dengan bersikap zuhud terhadap dunia. Sementara, zuhud terhadap dunia tidak akan terealisasi melainkan setelah ia memandang kedua hal ini dengan sudut pandang yang benar.

Bagaimana cara agar kita senantiasa lebih mencintai kehidupan untuk di akhirat dari pada dunia, Berikut ini caranya :

1. Berdzikir “Laa illaha illallah”

Berdzikirlah sebanyak banyak nya setiap waktu, luangkan waktu kita untuk berdzikir.

2.Jaga Shalat 5 waktu.

Jagalah sholat wajib tersebut dengan baik, amalkan juga sholat tahajjud, dan berdoalah memohon ampunan Allah swt .

3. Sedekah.

Bersedekahlah setiap hari, sedekah bisa berupa harta, makanan, tenaga, buku, pakaian dan lain lainnya.

Yang penting, lakukan dengan kontinu atau istiqomah.

4. Mengharap Ridho Allah swt.

Saat bekerja mencari nafkah, niatkan untuk hanya mencari ridho Allah swt semata.

5. Selalu tersenyum.

Walaupun sedang ada masalah, selalulah tersenyum.

Karena masalah takkan pernah habis selama kita masih hidup didunia ini.

Itulah kehidupan.

Dan, yakinlah bahwa setiap masalah selalu ada solusinya dari Allah swt, yang penting kita tetap ikhtiar.

6. Perbanyaklah berbuat kebaikan.

Semua makhluk hidup pasti merasakan mati.

Sedangkan kita tak pernah tahu kapan kematian akan datang menjemput, bisa hari ini, besok atau lusa.

Jadi, selalulah berbuat baik selagi masih ada kesempatan.

7. Cinta hanya pada Allah swt semata.

Jadikan hati kita selalu mencintai Allah swt diatas segalanya.

Apapun yang kita lakukan atau jalani semua hanya karena Allah swt semata, karena kita hanya mengharapkan ridhoNYA.

Marilah sahabat untuk terus mencoba dan belajar menjadi lebih baik di setiap harinya, karena saya juga masih terus dan terus belajar  mencoba untuk istiqomah. Serta kita kembalikan lagi pada kebaikan niat untuk saling mengajak dan mengingatkan.


  • 0

Suasana dan Dokumenter Aksi Bela Palestina 17122017 #Savepalestine

Jakarta, MA ( Mandiri Amanah )-News Regional Terkini.  17 Desember 2017 adalah  Sebuah hari dimana semua masyakarat Islam yang berasal dari berbagai daerah berkumpul dan bersatu untuk mengemukakan Aksi dalam Membela Palestina, Diawali dari kebijakan Donald Trump, yaitu Presiden Amerika Serikat yang mengakui bahwa Yerusalem adalah Ibukota dari Israel, Sontak dengan pengakuan tersebut membuat banyak masyarakat di dunia khususnya Negara-negara Islam menjadi Geram. Mengapa ? karena keputusan tersebut di anggap pengakuan sepihak itu melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB dan dapat mengguncang stabilitas keamanan dunia.


Bahkan Gelombang demonstrasi terus digelar di berbagai penjuru negara, baik di Amerika Serikat, Eropa, Arab, dan Asia. Termaksud Persiden Indonesia, yaitu Pak Jokowi langsung memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk memanggil Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta untuk menyampaikan sikap Indonesia. Serta Mentri Agama, yaitu Pak Lukman Hakim Saifuddin menuturkan, konflik yang terjadi antara Palestina dan Israel sangat bersinggungan dengan masalah kemanusiaan. Klaim Israel atas wilayah Palestina di Yerusalem Timur merupakan bentuk penjajahan. Oleh sebab itu Indonesia akan selalu memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui langkah diplomatik dan politik luar negeri.


Ahad, 17 Desember 2017 – Kembali kepada Suasana Aksi Membela Palestina di waktu menjelang malam Seluruh masyakat mulai bertadangan ke Masjid Istiqlal dengan Bus, mobil dan kendaraan lainnya, untuk melaksanakan Solat Shubuh berjamaah dan paginya di lanjutkan dengan Aksi Membela Palestina ( Yarusalem / al-quds adalah Ibu Kota Palestina ), di Ahad pagi Aksi ini di mulai selepas Sholat Shubuh berjamaah di Istiqlal, Seluruh masyakarat yang berdatangan dari seluruh daerah berjalan bersama-sama menuju Monas,  dan di ikuti masyarakat yang terus berdatangan untuk mengemukakan Aksi membela Palestina tsb. 

Meski sempat kawasan MONAS di guyur hujan sebentar, tetap tidak mematahkan sedikit pun semangat mereka dan mereka tetap bertahan saat hujan turun. Sementara itu sejumlah tokoh-tokoh besar masih terus menyampaikan orasinya kepada para masyarakat yang membela Palestina.


 Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengatakan umat muslim terluka dengan keputusam Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Yerusalem. Meski begitu dia mengajak agar umat muslim tidak ‘panas’ dan menjaga sikap.


“Jaga lisan, jaga setiap ucapan kita tiru setiap ucapan. Pernah rasul berkata kotor, pernah keji? Pernah dengan kata busuk dan hina? Mudah mudahan kita jaga. Setiap ucapan kita akan pertanggungjawabkan,” urainya.

Di mana Suasana tsb penuh dengan Gelora Semangat yang tiada hentinya, Semangat yang selalu tertaman kuat di dalam seluruh Jiwa-jiwa masyarakat Islam. Serta di akhir Aksi Membela Palestina itu di tutup dengan begitu banyak Doa-doa untuk Kelelamatan saudara kita yang ada di palestina, Semua umat muslim yang berada di kawasan Monas itu benar-benar khusyu dalam mengAminkan doa-doa yang di panjatkan oleh para Ulama. 

Demikianlah, Dan Semoga Allah menjabah/mengabulkan Doa-doa kita semua Amin Ya Allah Ya Robbal Alamin.


  • 0

Kisah Pedangang Roti yang Patut kita Contoh

Istighfar adalah tindakan meminta maaf atau memohon keampunan kepada Allah yang dilakukan oleh umat Islam. Hal ini merupakan perbuatan yang dianjurkan dan penting di dalam ajaran Islam. Tindakan ini secara harfiah dilakukan dengan mengulang-ulang perkataan dalam bahasa Arab astaghfirullah, yang berarti “Saya memohon ampunan kepada Allah“.

Seorang Muslim menyebut perkataan ini beberapa kali, bukan saja ketika meminta ampun dari Allah sebagai doa, malah juga ketika dia sedang berbicara dengan orang lain. Apabila seorang Muslim hendak mencegah dari melakukan perbuatan yang salah, atau saat ia mau membuktikan bahwa dia tidak bersalah pada satu peristiwa dia menggunakan pernyataan ini. Setelah salat, seorang Muslim dianjurkan melafalkan perkataan ini sebanyak tiga kali.

Allah Berfirman :

” Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kamu membuat kesalahan pada waktu malam dan siang, dan Aku mengampuni dosa-dosa semuanya, maka memohon ampunlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu. ” 

Taukah engkau sebuah Kisah mengenai Istigfar yaitu, Kisah Ajaib Pedagang Roti, Mari Kisa Simak Kisahnya. !

Imam Ahmad rahimahullah merupakan salah satu ulama madzhab 4 yang namanya mahsyur hingga saat ini. Pada zamannya, Ia begitu dielu-elukan oleh banyak orang. Dalam sebuah kisah yang ditulis Imam al Jauzi rahimahullah dalam buku tentang Imam Ahmad dikisahkan bahwa saat sang Imam memasuki usia senja beliau begitu ingin pergi ke Negeri Syam.

Namun anehnya Imam Ahmad sama sekali tidak memiliki tujuan yang jelas kenapa Ia ingin pergi ke tempat itu. Padahal Ia harus menempuh perjalanan jauh dari kediamannya di Baghdad menuju Syam. Sesampainya di Syam, Imam Ahmad berhenti untuk menunaikan salat dzuhur. Tidak ada yang mengenalinya, mengingat zaman dahulu teknologi tidak secanggih saat ini.

Ia menunggu di masjid tersebut hingga menjelang salat Ashar. Setelah Ashar, sang Imam membaca Alquran untuk menunggu waktu Magrib dan Isya. Setelah habis malam, Imam Ahmad kemudian ingin tidur dan beristirahat di masjid tersebut.

Namun penjaga masjid tidak mengizinkan Ia tidur disana. 

“Wahai syekh, anda tidak boleh tidur disini, ini peraturan silahkan pergi,” kata penjaga

Namun Imam Ahmad menolak, “Saya musafir, saya ingin istirahat disini” jawab sang Imam.

Namun sang penjaga tetap menolak dan memintanya untuk keluar lalu kemudian mengunci pintu masjid. Setelah penjaga tersebut pergi, Imam Ahmad kembali beristirahat di pelataran masjid.

Tapi, sang penjaga kembali datang dan lagi-lagi mengusirnya hingga mendorongnya menuju ke jalanan. Lalu ada tukang roti yang rumahnya tidak jauh dari masjid melihat kondisi tersebut. Tukang Roti tersebut memanggilnya

“Hai syekh, kemarilah beristirahatlah di toko ku, ” 

Kemudian Iman Ahmad masuk ke toko roti tersebut. “Rumahku tidak jauh dari sini, ini toko roti ku, dibelakang sana, ada ruangan  untuk beristirahat. Beristirahatlah malam ini dan besok pagi engkau bisa melanjutkan perjalanan lagi”

Setelah masuk ke toko tersebut, Imam Ahmad kemudian memperhatikan aktivitas sang penjual roti. Dan ada satu hal yang paling menarik perhatian beliau dari lelaki ini. Yakni ucapan dzikir dan doa istighfar yang terus meluncur dari mulutnya tanpa putus sejak awal ia mulai mengerjakan adonan rotinya.

Imam Ahmad yang kagum lalu bertanya “Sejak kapan Anda selalu beristighfar tanpa henti seperti ini?”

Ia menjawab, “Sejak lama sekali. Ini sudah menjadi kebiasaan rutin saya, hampir dalam segala kondisi.”

Lalu Imam Ahmad bertanya lagi “Lantas apa hasilnya”

“Ya, Allah mengabulkan semua permintaan ku” Jawabnya. 

“Lalu apa permintaanmu yang belum dikabulkan Allah?” tanya Sang Imam.

Si lelaki saleh ini pun melanjutkan jawabannya dan berkata, “Sudah cukup lama saya selalu berdoa memohon kepada Allah untuk bisa dipertemukan dengan seorang ulama besar yang sangat saya cintai dan agungkan. Beliau adalah Imam Ahmad bin Hanbal!”

“Allahu Akbar! karena  Istighfarmu lah Allah SWT mendatangkan saya datang ke kota mu ini tanpa alasan yang jelas, karena Istighfarmu lah Marbot Masjid melarang saya tidur di Masjid, karena Istighfarmulah engkau menawarkan aku istirahat ditempatmu. Saya lah Ahmad bin Hanbal…

Masya Allah, Allah SWT mendatangkan Imam Ahmad ke rumahnya karena Istighfarnya. 


  • 0

Mari Kita Belajar Menjadi Muslimah yang baik

Bismilahhirrohmannirrohim

Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah, Kali ini saya akan berbagi mengenai Bagaimana cara kita untuk belajar menjadi seorang Muslimah yang lebih baik, Muslim yang berarti “seseorang yang berserah diri kepada Allah“, termasuk segala makhluk yang ada di langit dan bumi. sedangkan Muslimah menurut islam adalah wanita yang menganut agama islam dan menjalankan segala kewajiban serta perintah Allah SWT yang terkandung dalam agama islam. Dalam suatu pepatah disebutkan bahwa wanita muslimah adalah perhiasan dunia dan ia lebih mulia daripada bidadari di surga.

“Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.” (Al-Imran 3:52)

Dan Bagaimana cara untuk menjadi Wanita Muslimah yang Baik, ? Simak berikut ini caranya :

1. Beriman dan Bertakwa
Seorang wanita sebagai muslimah sejati adalah beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Wanita muslimah adalah mereka yang senantiasa melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar dan menjalankan segala perintah Allah SWT.

2. Menjaga Perkataan
Masalah ini disebutkan pula di akhir hadits yang berisi wasiat Nabi kepada Muadz yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 2616 yang sekaligus dia komentari sebagai hadits yang hasan shahih. Dalam hadits tersebut Rasulullah bersabda.

وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَ مَنَا خِرِهِِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ
“Bukankah tidak ada yang menjerumuskan orang ke dalam neraka selain buah lisannya ?”
Perkataan Nabi di atas adalah sebagai jawaban atas pertanyaan Mu’adz.
يَا نَبِّيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَا خَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ
“Wahai Nabi Allah, apakah kita kelak akan dihisab atas apa yang kita katakan ?”
Al-Hafidz Ibnu Rajab mengomentari hadits ini dalam kitab Jami’ Al-Ulum wa Al-Hikam (II/147),
“Yang dimaksud dengan buah lisannya adalah balasan dan siksaan dari perkataan-perkataannya yang haram. Sesungguhnya setiap orang yang hidup di dunia sedang menanam kebaikan atau keburukan dengan perkataan dan amal perbuatannya. Kemudian pada hari kiamat kelak dia akan menuai apa yang dia tanam. Barangsiapa yang menanam sesuatu yang baik dari ucapannya maupun perbuatan, maka dia akan menunai kemuliaan. Sebaliknya, barangsiapa yang menanam Sesuatu yang jelek dari ucapan maupun perbuatan maka kelak akan menuai penyesalan”.

 

Beliau juga berkata dalam kitab yang sama (hal.146), “Hal ini menunjukkan bahwa menjaga lisan dan senantiasa mengontrolnya merupakan pangkal segala kebaikan. Dan barangsiapa yang mampu menguasai lisannya maka sesungguhnya dia telah mampu menguasai, mengontrol dan mengatur semua urusannya”.

3. Menutup Aurat Sesuai Syariat
Wanita muslimah sebaiknya tidak menunjukkan aurat. Padahal Allah Subhanahu wa ta’ala telah berfirman pada surat An – Nur ayat 31 sebagai berikut :

Katakanlah kepada wanita yang beriman:
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
4. Berakhlaqul Karimah
Kita bisa mencontoh perilaku Rasulullah Muhammad Shallalahu Wa Alaihi Wassalam. Akhlaq dari Beliau adalah akhlak yang terbaik yang bisa dijadikan suri tauladan untuk seluruh umat manusia, bukan hanya untuk wanita muslimah. Untuk memulainya ini bisa dengan mempelajari bagaimana akhlak Beliau dari sejak kecil hingga Beliau wafat. Dari kehidupan beliau kita bisa mengambil contohna dengan cara memuliakan orang tua. Seperti yang Beliau lakukan pada orang tua, paman dan kakeknnya terdahulu.

Wanita muslimah hendaknya memiliki akhlak yang mulia, tutur kata yang sopan dan perilaku yang santun. Wanita muslimah juga seharusnya memiliki perkataan yang lembut dan tidak berlaku kasar kepada orang lain. Selain itu wanita muslimah juga harus selalu bersabar terhadap apa yang menimpanya dan selalu merasa malu jika berbuat sesuatu yang tidak baik.

Demikianlah Mengenai belajar menjadi Muslimah yang baik, Karena sebaik-sebaiknya Wanita, adalah wanita yang Sholehah .